Tips menghemat uang untuk kado pernikahan

perayaan pernikahan

Pernikahan adalah satu fase yang dilewati manusia. Hari bahagia ini sudah barang tentu ditunggu-tunggu banyak orang. Mulai dari teman, kerabat, rekan kerja – seperti Mbak Indah yang nunggu dilamar dan yang mau ngelamar belum kunjung datang itu -, semuanya berbahagia saat pesta pernikahan Wovger kelak. Semuanya berbusana rapi, cantik dan ganteng, banyak hiburan, banyak makanan enak, bisa reuni sama teman lama. Pokoknya seru deh. Jadi kalau sekolahan Wovger mau ngadain reuni, nggak usah di gedung sekolahan. Apalagi sampai nyewa hotel. Mahal. Mending di acara resepsi pernikahan aja sekalian. Gratis!

Tapi tunggu dulu, benarkah mereka benar-benar senang atas pesta yang Wovger selenggarakan? Yakin di antara mereka nggak ada yang terbebani lantaran persedian uangnya menipis karena telah membelikan kado buat kamu? Pernahkah kamu merasa lagi bokek-bokeknya, eh tahu-tahu dapat undangan nikah? Yang nikah mantan pula! Itu disebut berkah atau musibah ya?

Nah, berikut ini Wovgo bakalan ngasih tips supaya bisa memberikan kado yang murah tapi nggak murahan. Dan tentunya bisa menghemat pengeluaran pribadi.

1. Tawarkan pada pasangan: layanan jasa dan waktu pribadi untuk mereka.

foto: startupbeat.com

foto: startupbeat.com

Daripada memberikan kado berupa barang yang sudah sangat umum, Wovger bisa menawarkan jasa khusus pada mempelai. Seseorang yang akan menikah butuh banyak persiapan. Jadi Wovger bisa menggunakan celah ini untuk dijadikan sebagai kado pernikahan mempelai. Misalnya, tawarkan jasa menghias kue pernikahan, jasa memasak, atau mengisi hiburan. Atau kalau Wovger emang mentok nggak bisa ngapa-ngapain, jadi tukang sound system aja nggak apa-apa lah. Intinya adalah tetap menjadi orang yang bermanfaat: bagi dunia, bagi Indonesia, dan bagi mantan yang sedang mengadakan pernikahan. Dengan demikian, kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Iya, mantan kamu dan pasangan yang untung. Kalau kamu mah, nyesek.

Tapi nggak apa-apa. Nasi sudah menjadi bubur. Pacar sudah menjadi mantan. Lebih baik, sekarang ubah saja mantan tersebut menjadi teman. Itu lebih baik, bukan?

Kembali ke pokok persoalan.

Dengan membantu pengantin, maka pihak pengantin tidak perlu membayar mahal. Bahkan kalau Wovger berhati lembut, kasih aja gratis, sembari mengucap doa dalam hati:

“Aku mungkin tak bisa menikah denganmu. Tapi dengan kesediaan aku menjadi tukang sound system ini, semoga balas budimu padaku ialah bersedia menjodohkan anakmu dengan anakku. Kelak. Iya, kelak. Aku yakin, masa itu akan datang.”

2. Berikan sesuai batas kemampuanmu.

foto: bajucoupleolshop.com

foto: bajucoupleolshop.com

Tips selanjutnya yang patut Wovger ingat adalah: berikan sesuai batas kemampuan. Hindari gengsi dan malu, agar tidak terjerumus pada pemborosan. Jika memang anggaran yang dimiliki sangat terbatas, ya sudah, berikan saja apa adanya. Jika memang ada kelebihan rezeki, nggak ada salahnya juga sedikit berderma.

Tolong ngasih kadonya yang bener. Jadi kalau yang menikah itu mantan kamu, jangan sampai isi kadonya adalah foto-foto kamu dan dia, serta barang-barang yang pernah dia berikan padamu. Jangan. Nanti gawat jadinya.

Tapi yang jelas, jangan pernah memberi di luar batas kemampuan. Singkirkan perasaan gengsi yang menghantuimu. Wovgo yakin kok, kalau temanmu juga pasti mengerti atas pemberianmu.

3. Buat sendiri kado pernikahan yang unik dan kreatif.

foto: qorryfelt1.wordpress.com

foto: qorryfelt1.wordpress.com

Alih-alih membeli perabotan-perabotan lucu di toko yang harganya cukup mahal, Wovger bisa membuat sendiri perabotan tersebut di rumah. Harganya jauh lebih murah dan sangat terjangkau. Wovger bisa memberikan tempat tisu, album foto, dompet, tas buatan sendiri, mug yang kamu hias sendiri, bantal sofa seperti pada gambar di atas, dan berbagai macam perabotan lainnya.

Oh ya, kalau mau ngasih kado bantal, jangan yang ada ilernya. Jijik.

Atau kamu juga bisa bikin gambar-gambar bagus yang sudah kamu warnai semacam adult coloring books gitu.

Kado buatan sendiri malah terlihat lebih spesial, karena tidak tersedia di toko manapun, serta dibutuhkan pengorbanan waktu dan kreativitas untuk pembuatannya. Jadi, pastinya lebih berkesan dong. Meski pas bikin sebetulnya sambil nyesek juga sih, kalau mantan yang nikah.

4. Berikan mereka kue atau masakan buatanmu sendiri.

foto: pixabay.com

foto: pixabay.com

Memberikan kado berupa makanan atau kue tergolong tidak lazim di Indonesia. Namun tidak lazim bukan berarti buruk atau tidak baik. Justru, mumpung masih jarang, kamu bisa mencobanya. Siapa tahu kelak akan jadi trendsetter.

Yuk, manfaatkan keahlian memasakmu untuk mempersembahkan hidangan spesial bagi pengantin.

5. Iuran bersama beberapa orang teman akan lebih hemat daripada jika sendirian.

foto: serbabajuh.890m.com

foto: serbabajuh.890m.com

Tips kelima ini merupakan tips yang cukup ampuh untuk menghemat pengeluaran. Teman-teman mahasiswa umumnya cukup sering melakukan ini. Iuran bersama-sama untuk membeli kado yang lebih besar. Patungan 5 ribu, pas makan-makan di tempat resepsi kalau dihitung-hitung bisa habis 20 ribu. Yah, begitulah kalau mahasiswa datang ke tempat resepsi.

BACA JUGA: Revalina S. Temat dan Nicholas Saputra mau nikah, tapi kok tiba-tiba tertunda. Hmm, ada apa ya?

Budaya ini nggak ada salahnya tetap Wovger terapkan saat sudah dewasa kelak. Kumpulkan beberapa teman, kumpulkan uang bersama-sama, dan belilah kado yang sedikit lebih mahal. Dengan demikian, pemberianmu tetap bermakna tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

6. Berikan voucher nonton musik atau nonton film atau hiburan lainnya.

foto: loop.co.id

foto: loop.co.id

Sprei, peralatan rumah tangga, dispenser, magic com, blender, mixer, peralatan memasak, apalagi ya kado yang biasanya dibutuhkan pengantin baru? Tapi barang-barang itu rata-rata mahal dan biasanya udah banyak yang kasih. Bingung deh mau kasih kado apa.

Jangan patah arang, Wovger. Masih banyak alternatif kado lainnya. Kamu bisa memberikan voucher tiket nonton film, nonton konser musik, massage atau pijat refleksi. Percaya deh, pengantin baru sangat-sangat butuh hiburan dan relaksasi setelah melewati hari yang melelahkan saat menjalani serangkaian resepsi. Apalagi saat ketemu kamu yang notabene adalah mantan. Wah, bikin capek banget itu pasti.

***

Tips-tips di atas bisa Wovger praktikkan. Aktivitas memberikan kado pernikahan nggak akan ada habisnya buat kita. Di usia 20-30an, kita mengkado sesama teman dan saudara yang menikah. 20 tahun kemudian, giliran kita mengkado pernikahan anak-anak dari teman-teman kita yang sudah beranjak dewasa. Oleh karena itu, butuh siasat di atas agar tetap bisa berhemat. Selamat mencoba! 🙂