Daftar bangunan-bangunan kuno di Semarang yang wajib kamu kunjungi (Bagian II)

stasiun tawang semarang

Di artikel sebelumnya, Mbak Indah sudah menulis bagian I daftar bangunan kuno yang harus dikunjungi di Semarang. Nah, kali ini akan dilanjutkan terusannya. Tetep stay tune ya.

1. Stasiun Poncol, stasiun lama yang masih kokoh berdiri.

Stasiun Poncol Semarang

Foto : globosystem.blogspot.com

Semarang punya dua stasiun yang cukup terkenal – dan ini bukan Stasiun Dangdut, tapi Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang. Bicara tentang stasiun Poncol. Stasiun ini dibangun pada tahun 1914 oleh arsitektur Belanda bernama Henri Maclaine Pont. Poin yang menambah sisi klasik stasiun ini yaitu didengungkannya lagu Caping Gunung setiap ada kereta yang datang.

2. Djakarta Lloyd, pabrik berarsitektur Belanda yang masih beroperasi hingga sekarang.

Djakarta Lloyd Semarang

Foto : tjendela.wordpress.com

Djakarta Lloyd adalah sebuah pabrik yang hingga kini masih aktif. Pabrik ini berada di Jalan Mpu Tantular 23 Semarang. Dulunya, pabrik ini digunakan sebagai kantor perusahaan pelayaran terbesar di Belanda yang mengekspor kapal uap hingga ke Eropa dan Asia. Arsiteknya bernama Ir. Thomas Karsten dari negeri Belanda.

3. Masjid Layur Kampung Melayu, dibangun pada tahun 1802 oleh ulama Yaman.

Masjid Layur Kampung Melayu Semarang

Foto : hellosemarang.com

Nama lain dari masjid ini yaitu Masjid Menara Kampung Melayu. Lokasinya berada di area Kota Lama kemudian sebelum Jembatan Berok, belok kiri. Masjid ini telah menjadi saksi bisu antara kita berdua, eh bukan,.. tapi menjadi saksi berbagai peristiwa lalu-lalangnya perdagangan di wilayah Semarang. Sejak pertama kali didirikan, hanya renovasi kecil yang dilakukan sehingga bentuk masjid ini masih asli seperti bentuk awalnya.

4. Jembatan Berok, jembatan yang dibangun tahun 1910 ini memiliki tiang yang mirip obelisk.

Jembatan Berok Semarang

Foto : johansurya.com

Jembatan ini terletak di gerbang barat Kota Lama. Fungsinya yaitu menghubungkan Kota Lama dengan Jalan Pemuda. Kali yang melintas di bawahnya yaitu Kali Semarang. Jembatan Berok memiliki dua nama Belanda yang cukup susah pelafalannya yaitu Gouvernementsbrug lalu diganti dengan Sociteisbrug.

5. Pabrik Rokok Praoe Lajar, bangunan bekas perusahaan energi yang berubah menjadi pabrik rokok.

Pabrik Rokok Praoe Lajar Semarang

Foto : oldlook.indonesia.travel

Pabrik ini terletak di Jalan Merak, di kawasan Polder Tawang, Kota Lama. Meski tampak tua dari luarnya – berbicara tentang tampak luar, ada baiknya kamu jangan menilai apapun dari luarnya aja, pabrik ini ternyata masih aktif memproduksi rokok hingga sekarang. Merek rokoknya pun sama seperti yang tertera di nama pabriknya: Praoe Lajar.

*btw, jangan merokok ya. Karena merokok dapat merugikan dirimu, kalau kamu mau berhenti merokok, baca aja tips dari Bang Joe tentang berhenti merokok pada artikel : Tips Berhenti Merokok.

7. Toko Oen Restaurant, restoran tertua yang menyajikan masakan Belanda, Tiongkok, dan Indonesia.

Toko Oen Restaurant Semarang

Foto : smg.lokanesia.com

Toko Oen terletak di Jalan Pemuda 52 Semarang. Dilansir dari Seputar Semarang, toko ini awalnya dimiliki oleh warga Inggris kemudian dibeli warga Tiongkok yang bernama Oen Tjoe Hok pada tahun 1936. Dari sini, restoran ini diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga Oen. Setelah puas berfoto-foto, kamu bisa bersantap ria di restoran ini.

8. Stasiun Tawang, tak hanya stasiun induk tertua di Semarang, tapi juga stasiun induk tertua di Indonesia.

stasiun tawang semarang

Foto : itsmeprod.wordpress.com

Lokasi stasiun ini yaitu berada di Jalan Taman Tawang No.1 Semarang. Stasiun ini tak banyak mengalami perubahan sejak pertama kali dibangun. Tidak seperti stasiun Poncol yang bentuknya sudah banyak berbeda dari bentuk aslinya. Stasiun ini diarsiteki oleh J.P de Bordes.

***

Gimana? Sudah cukup puas berwisata di Semarang? Eh, itu tadi hanya bangunan-bangunan klasiknya saja lho. Belum objek wisata lain dan wisata kuliner. Sepertinya akan butuh waktu beberapa hari untuk mengunjungi Semarang.