Jadi bijak itu gampang. Ikuti 10 tips ini maka kamu bisa jadi bijak

bijak

Menjadi bijaksana adalah impian semua orang. Namun demikian, tidak ada cara instan se-instan mie instan untuk mencapai impian tersebut, selain dengan melatihnya setiap saat. Pelajaran menjadi bijaksana tidak pernah diberikan di bangku sekolah. Tapi, kita, sebagai manusia, dituntut untuk menjadi bijaksana. Tuntutan menjadi bijaksana bahkan kadang melebihi tuntutan orang tua yang sudah ingin menimang cucu.

Kak Zahrina, kalau pacaran melulu gitu, bikin cucu untuk orangtuanya, kapan?”

“Lha kamu, jadi ngelamar aku-nya, kapaaaaan?”

Kemudian muncul Nadya Rafika dan Eka Gustiwana:

“Jantung berdebar debar, rasanya tak menentu. Hati bergetar-getar, menanti kamu di sini.”

Eh, sampai mana tadi?

Oh, ya, cucu. Eh, bijak, maksudnya.

Jadi biar Wovger bisa melatih otak dan perasaan agar punya sikap bijak, caranya adalah berikut ini:

1. Coba itu mbok dipikir dulu sebelum berbicara.

foto: quotesgram.com

foto: quotesgram.com

Fenomena haters di Indonesia menunjukkan bahwa orang-orang lebih mengutamakan proses berbicara daripada proses berpikir. Tindakan mereka didasarkan pada emosi yang tidak dilandasi dengan logika yang benar.

BACA JUGA: Foto-foto ini berbicara tentang bumi!

Ada apa sedikit langsung dihujat. Komentar-komentarnya tak jarang membuat kita mengelus dada. Kok ya ada orang sebrutal itu dalam berkomentar. Wovger pasti sudah bisa menilai bahwa mereka bukanlah contoh orang-orang yang bijak. Karena orang bijak melandasi perkataannya dengan fakta dan kebenaran di lapangan. Sementara orang pintar, minum tolak angin.

2. Awasi perkataanmu. Tapi nggak perlu pakai Satpol PP juga. Cukup pertimbangkan saja apakah jika dikatakan, akan mengandung manfaat atau tidak.

foto: yeseniavargas.com

foto: yeseniavargas.com

Langkah selanjutnya yang harus Wovger lakukan adalah mengawasi perkataan diri sendiri. Jangan sampai kata-kata yang terlontar adalah kata-kata yang tak mengandung manfaat. Apalagi jika kata yang terucap lebih banyak daripada tindakan yang tercipta. Duh, bahaya, bahaya, bahaya!

3. Orang-orang bijak itu laksana nahkoda pada kapalnya masing-masing. Mereka tidak mudah terbawa arus pergaulan.

foto: newstatesman.com

foto: newstatesman.com

Pepatah Tiongkok menyebutkan,

“A wise man makes his own decisions. An ignorant man follows public opinion.”

Tahu artinya atau nggak, Kak Zahrina tetep pengen ngasih tahu artinya, biar Wovger nggak ribet-ribet buka google translate:

“Orang yang bijak membuat keputusannya sendiri, sedangkan orang yang tidak tahu apa-apa cenderung mengikuti pendapat orang lain.”

BACA JUGA: Orang bijak itu belum tentu bahagia. Coba tips berikut ini, biar selain jadi bijak, kamu juga bahagia!

Orang bijak tahu apa yang mereka lakukan. Mereka tidak terpengaruh pendapat orang lain, apalagi terbawa arus pergaulan. Ia punya pendapatnya sendiri dan tidak mudah goyah atas pendapat itu.

4. Karena mereka bijak dalam bergaul, hal ini membuat mereka jadi tidak gampang terpengaruh oleh godaan negatif orang lain.

foto: huffingtonpost.com

foto: huffingtonpost.com

Orang bijak adalah orang yang tidak tahu mana yang benar dan mana yang tidak. Lebih dari itu, mereka bisa mengendalikan pikiran agar berbuat yang benar dan meninggalkan yang tidak benar. Umumnya, manusia cukup bisa membedakan baik dan buruk, namun tidak semuanya bisa mengendalikan diri terhadap dua hal itu.

“Contohnya gimana, Kak Zahrina?”

“Ya seperti kamu yang masih suka menghubungi mantan. Itu kan tindakan nggak baik. Menghambat seseorang untuk move on.”

5. Orang bijak bertindak untuk jangka panjang, bukan jangka pendek.

foto: verbaltovisual.com

foto: verbaltovisual.com

Milikilah rencana dalam kehidupanmu, agar kamu tahu apa yang akan kamu lakukan. Ingat, rencanakan sesuatu pada semua hal. Mulai dari hal yang remeh-temeh sampai kepada hal-hal yang benar-benar penting. Seperti menikah, misalnya. Kayak artikel yang udah pernah Wovgo tulis ini:

Siap untuk menikah tapi mengabaikan hal-hal ini, bisa membuat rencana pernikahanmu berantakan. Waspadalah!

Nah, coba itu dibaca. Kali aja Wovger bentar lagi ada yang mau nikah. Siapa tahu, dengan membaca itu, ada hal-hal yang bisa dihindari sebelum beberapa hal berubah menjadi penyesalan.

Percaya Kak Zahrina deh. Rencana itu sedikit banyak akan membantu melatih pola pikirmu. Kamu jadi terbiasa berpikir jangka panjang, bukan jangka pendek. Asal bukan jangka sorong aja sih.

6. Apa-apa yang terlihat itu memang penting. Namun orang bijak tidak akan menilai seseorang dari luarnya.

foto: lifeofafemalebibliophile.com

foto: lifeofafemalebibliophile.com

“Judging a person does not define who they are. It defines who you are.”

Kalau yang di atas tadi, Kak Zahrina artikan. Tapi kalau yang ini, coba artikan sendiri ya! Sayang banget nanti, kalau sampai google translate nggak ada yang mengakses.

Mungkin Wovger udah ada yang pernah baca kutipan di atas.

Satu kutipan cukup menjelaskan kenapa kamu sebaiknya tidak menilai orang dari luarnya saja. Itu bener. Jadi kalau kamu memilih orang gara-gara tampang, tapi mengabaikan kualitas, itu udah salah banget. Itu fana, Wovger. FANA!

7. Karena mereka lebih memilih untuk fokus pada kualitas ketimbang tampilan luar, ini membuat orang-orang bijak memiliki toleransi yang tinggi.

foto: unhcr.org.au

foto: unhcr.org.au

Tenggang rasa dan toleransi sudah sering disinggung-singgung oleh guru PPKn. Sekarang entah apa namanya pelajaran itu. Kak Zahrina denger terakhir sih PPKn nama pelajarannya. Maklum, dulu Kak Zahrina ini sekolahnya di Sekolah Rakyat. Tapi nggak masalah, yang penting bisa sekolah di Jepang.

“Kak Zahrina sekolah di Jepang? Serius?!”

Bukan Kak Zahrina. Tapi anaknya Bu Yuniati. Siapakah beliau? Coba baca ini:

Ibu Yuniati, seorang buruh cuci asal Bantul Yogyakarta, sekolahkan anaknya hingga S-3 di Jepang

Nah, tinggal di luar negeri seperti anaknya Bu Yuniati itu sebenernya bagus lho. Karena bisa untuk melatih toleransi. Bayangkan, misal Wovger tinggal di Jepang, pasti akan belajar banyak banget soal toleransi dalam beragam hal. Seperti perbedaan dalam hal agama, makanan yang boleh dan tidak bagi mereka, namun berlaku sebaliknya bagi kita, serta masih banyak lagi.

Mengapa toleransi itu penting? Karena toleransi dapat membantumu memahami posisi orang lain. Dengan demikian, keputusan yang Wovger ambil jadi lebih objektif.

8. Apapun yang masuk ke dalam kehidupannya, tak akan mengurangi caranya dalam berbahagia. Karena baginya, kebahagiaan itu berasal dari dalam diri sendiri.

foto: cbsfinancial.net

foto: cbsfinancial.net

Sumber kebahagiaan letaknya ada di dalam diri sendiri. Kebahagiaan itu kita yang menciptakan. Bukan orangtua, bukan pasangan, bukan teman, bukan uang, bukan mantan yang mulai nge-chat “hai” itu, dan bukan-bukan lainnya. Orang bijak tidak pernah menggantungkan kebahagiannya pada apapun, selain pada diri sendiri.

Kitalah yang bisa mengatur emosi diri sendiri. Jika Wovger sudah bisa mengubah emosi kecewa menjadi emosi bahagia, selamat, berarti itu udah satu langkah lebih dekat menjadi orang bijak. Siap-siap aja untuk bikin acara semacam Golden Ways gitu.

9. Setiap akan mengambil keputusan, orang bijak selalu mempertimbangkannya secara matang. Namun jika hal buruk terjadi, mereka tidak akan menyesal.

foto: forbes.com

foto: forbes.com

Penyesalan menunjukkan ketidaksiapan. Tidak siap menerima kenyataan yang kurang menyenangkan. Sebagai orang yang bijak, kamu harus siap, apapun keadannya.

Banyak hal dalam hidup ini yang sengaja kita abaikan, dan dengan sadar kita tahu bahwa hal tersebut kelak akan kita sesali. Mulai dari masa sekolah yang tak rajin belajar, sibuk sendiri dan tak pernah bercengkrama bersama orangtua, hingga menyesal pada hal-hal sepele seperti hari libur yang tak dimanfaatkan untuk liburan. Saran Kak Zahrina, paling tidak, sekali seumur hidup kunjungilah tempat-tempat wisata di Balikpapan ini sebelum kamu menyesal! Atau, kamu boleh juga berwisata ke tempat lain di manapun yang kamu suka. Intinya adalah, maksimalkan seluruh waktumu untuk melakukan hal-hal yang jangan sampai kelak menjadi sesuatu yang kamu sesali.

Boleh menyesal, tapi dikit aja, jangan banyak-banyak. Nanti kalau kebanyakan, kasihan yang lainnya kalau pada nggak kebagian. Jadi, gunakan masalah yang terjadi sebagai pembelajaran untuk kesempatan berikutnya.

10. Karena tindakannya adalah hasil dari perhitungan akurat, maka jika hal buruk terjadi, selain tidak menyesal, mereka juga tidak pernah menyalahkan takdir dan keadaan.

foto: lifehappens.org

foto: lifehappens.org

Menyalahkan takdir dan keadaan adalah sikap yang sangat tidak dewasa. Tujuan manusia dibekali akal dan pikiran itu supaya bisa survive dari berbagai keadaan. Bukan untuk menyalahkan takdir macam cewek yang lagi PMS nyalahin cowoknya karena ngatain dia gendut.

“Ngomong-ngomong, Kak Zahrina suka menyalahkan cowoknya nggak?”

“Iya, kalau lagi pengen dirayu!”

***

Cukup mudah bukan menjadi orang yang bijaksana? Yang dibutuhkan hanya latihan dan pembiasaan. Jika diperlukan, ajak seorang teman untuk saling belajar bijaksana dan lakukan evaluasi antara kamu dan temanmu. Biar lebih seru dan bisa saling menguatkan jika ada satu pihak yang kendor semangatnya.