Tips pernikahan hemat namun tetap berkelas

menikah

Halo Wovgers yang udah ngebet pengen nikah. Kali ini Mbak Indah nggak pengen bikin kamu makin tertekan dengan pertanyaan “Kapan nikah?” yang biasa ditanyakan orang-orang itu. Tapi cuma mau bantu buat yang udah pada nyiapin pernikahan. Jangan salah, gini-gini Mbak Indah juga pernah bantu-bantu di acara resepsi pernikahan. Sekalipun cuma jadi tukang sound system! Tapi setidaknya, Mbak Indah paham tentang prosesi perencanaan pernikahan.

Oh ya, sebelum membaca, boleh loh kalau mau bikin kopi atau merebus mie instan dulu. Karena artikel ini panjangnya kayak jarak LDR antara rumah Mbak Indah dengan rumah pacar. Tapi nggak apa-apa, meski panjang, Mbak Indah akan memastikan bahwa keseluruhan isi dalam artikel ini akan membantu banget buat Wovger dalam persiapan pernikahan.

Sudah, bikin kopi atau mie instan-nya?

Kalau sudah, sekarang log out semua sosial media dan matikan musik. Biar Wovger bacanya bisa fokus. Kemudian, silakan menyeruput kopi, atau menikmati mie dan selamat membaca!

Mula-mula, Mbak Indah mau tanya:

“Jadi beneran, kamu udah siap menikah?”

Sebenarnya, kamu itu bisa saja menikah sekarang. Iya, sekarang juga. Asal kamu udah punya pasangan, asal kamu udah direstui, dan asal pasangan kamu bukanlah sejenis. Wah banyak asalnya ya!

Percayalah, kali ini Mbak Indah nggak akan baper kayak biasanya. Ini semua demi kamu yang sudah mantap dalam menikah, demi calon pasanganmu dan demi waktu.

*kemudian nyanyi lagunya Ungu – Demi Waktu*

Sebelum menikah, tentunya Wovger akan dihadapkan dengan serangkaian acara yang membutuhkan konsentrasi besar, hingga konsentrasi kecil macam souvenir, undangan dan beberapa dekor ruangan yang pas di hari H nanti.

Nah, kalau udah bergini, yang terlintas dalam pikiranmu sekarang apa?

Biaya pernikahan?

Oke: biaya!

Menikah tampak mudah, tapi jika tidak dicukupi dengan biaya yang pas, juga nggak akan terlaksana. Tapi tunggu, jangan langsung membubarkan pernikahan hanya perkara biaya. Dikata pernikahan itu upacara bendera, yang bisa dengan mudah dibubarkan?

Makanya, kali ini Mbak Indah mau membagi trik menarik untuk persiapan pernikahanmu. Biar bisa hemat biaya, namun tetap berkelas.

Yok!

Sebelum segalanya dimulai, awali dengan diskusi. Agar bisa membagi tugas dan merancang konsep dengan baik.

foto: hopesingssobeautiful.org

foto: hopesingssobeautiful.org

Ketika sudah mantap dalam hal pernikahan, tahap awal yang bisa Wovger lakukan adalah diskusi. Dikusi itu nggak hanya tentang rencana dekorasi atau gaun pengantinnya saja, melainkan musyawarah juga. Bisa soal keuangan atau hal-hal lainnya. Coba bicarakan ini. Nggak hanya dengan pasangan, tapi juga keluarga yang terlibat. Tapi jangan libatkan keluarga mantan juga. BUAT APA?!!!

Dengan membicarakannya, masalah yang kamu hadapi akan lebih menemukan jalan keluar.

Jangan malu bertanya tentang berapa budget yang akan dikeluarkan. Kamu juga bisa mensiasatinya dengan mencari beberapa kenalan fotografer, pembuat undangan atau catering dari teman-teman terdekat agar lebih irit. Tapi jangan pernah minta gratis. Karena mereka pun belajar fotografi dan desain grafisnya juga pakai duit. Ini sama kasusnya dengan artikel yang dibikin Bang Jho beberapa hari lalu, yang judulnya:

6 Hal yang tidak boleh kamu ucapkan kepada ‘seniman’

Coba pahami poin nomer 5 pada artikel di atas. Karena disitu dibahas tentang jangan sampai minta gratisan. Bisa dibilang, para fotografer dan desainer grafis itu juga termasuk Seniman. Dan, Seniman juga butuh makan. Catet itu, guys.

Membuat list daftar harga itu penting, biar Wovger paham setiap detail uang yang akan dikeluarkan.

foto: writemyessayonline.com

foto: writemyessayonline.com

Langkah kedua, setelah Wovger udah tahu berapa budget yang akan dikeluarkan, hendaknya mulai sekarang mencatat batas-batas pengeluaran. Misalnya, berapa anggaran untuk pembuatan undangan, souvenir, menentukan berapa uang yang keluar untuk dekorasi, gaun pernikahan dan lain sebagainya.

Catat sampai habis semua perlengkapan kecil-kecil lainnya, dan jangan ada yang terlewat. Bahkan untuk memberikan uang tip bagi seorang kurir sekalipun harus tetep dicatat. Dengan begitu, kamu akan lebih paham dan dapat mengontrol keuangan secara sistematis. Jadi sebisa mungkin nggak akan ada kekurangan maupun kelebihan. Kalau kelebihan mah, berat badan aja. Keuangan? Jangaaaaan.

Mulailah dengan menentukan lokasi atau tempat pernikahan.

foto: mandalabhaktiwanitatama.com

foto: mandalabhaktiwanitatama.com

Dulu, saat jaman sekolah, posisi itu menentukan prestasi. Mereka yang duduk di depan, biasanya lebih berprestasi. Mereka yang duduk di belakang, biasanya prestasinya kurang baik. Asal jangan sampai kamu duduknya di belakang kursi guru. Mau ngapain? Mencari kutu di rambut Ibu guru?!

Nah, kalau konteksnya pernikahan, tentu saja lokasi menentukan budget. Jangan segan-segan untuk membandingkan harga antara melangsungkan pernikahan di rumah dengan di gedung. Kebanyakan orang memilih tempat pernikahan di rumah, karena biaya lebih murah. Tapi jangan dipaksa jika itu tak bisa diwujudkan, lantaran lingkungan rumah yang nggak memungkinkan. Gunakan saja gedung dengan pertimbangan kapasitas jumlah undangan. Semakin kecil ukuran gedung, biaya yang dikeluarkan juga semakin murah. Atau kalau pengen lebih hemat, coba datang ke rumah Pak Lurah dan bilang kalau mau pinjem Balai Desa buat acara resepsi pernikahan. Oh ya, pas ke rumah Pak Lurah, jangan lupa juga untuk bawa gula dan teh.

BACA JUGA: Alasan kenapa kamu harus traveling sebelum menikah

“Gula dan teh? Itu buat apa, Mbak Indah?”

“Ya pas di rumah Pak Lurah, tinggal pinjem gelas dan minta air panas!”

“….”

“Ya buat disumbangin dong ah. Kayak nggak ngerti aja kebiasaan orang Desa kalo lagi bertamu untuk minta bantuan. Fix, kamu nggak peka!”

“….”

Jika sudah dapat lokasi, tentukan jumlah undangan. Pastikan, jumlahnya sesuai dengan ukurang tempat yang akan digunakan.

foto: undanganunikku.com

foto: undanganunikku.com

Terkadang, kamu sering dihadapkan dengan acara pernikahan dimana pada kondisi acaranya itu, pengantin disuruh berdiri dan salaman dengan orang-orang yang kebanyakan kamu nggak kenal. Pas salaman, suamimu berpikir positif:

“Oh, mungkin dia temennya istriku.”

Dan, kamu pun juga berpikir positif:

“Oh, mungkin dia temennya suamiku.”

Lalu pertanyaannya:

“SEBETULNYA MEREKA ITU SIAPA? TAMU ILEGAL?!”

Tenang, tetaplah berpikir positif. Bisa jadi mereka adalah teman orangtuamu, atau teman mertua.

Tapi, demi menghindari pikiran positif tadi, yang padahal aslinya pengen mikir negatif, mending saat kamu menikah nanti, undang saja orang-orang yang memang kamu harapkan kedatangannya. Seperti keluarga dekat, sahabat-sahabat dan para tetangga sekitar rumah. Karena hal ini juga pasti berdampak pada jumlah porsi catering yang kamu pesan. Tentunya, logikanya, semakin sedikit orang yang kamu undang, berarti semakin sedikit pula keuangan yang harus kamu keluarkan untuk catering. Kecuali, kalau tamunya sedikit, tapi per orang nambah makannya sampai 3 kali.

Meski ada yang resepsinya sampai berhari-hari, sebaiknya, prosesi pernikahan dilakukan 1 hari saja.

foto: nasrulchair.wordpress.com

foto: nasrulchair.wordpress.com

Beberapa pasangan melangsungkan pernikahan dengan acara yang meriah. Ada pula yang acarnya sampai 3 hari 2 malam. Ini acara nikahan apa kemah sekolahan?!

Kalau resepsinya lama gitu, kapan masuk kamarnya? Maksudnya, masuk kamar buat bersih-bersih.

Nah, biar hemat biaya tapi masih tetep meriah, Mbak Indah menyarankan, mending Wovger melakukan prosesi nikahnya satu hari aja. Akad nikahnya pagi hari, kemudian resepsinya siang hari, lalu pas malamnya, ya itu tadi: bersih-bersih kamar.

Pahami bulan-bulan untuk membeli baju pernikahan. Seperti antara bulan Maret hingga Juni. Karena itu bulan murahnya harga-harga barang.

foto: familythankyou.wordpress.com

foto: familythankyou.wordpress.com

Percaya nggak percaya, pada bulan-bulan tersebut harga kain sedang turun-turunnya. Jadi, hindari membeli bahan menjelang hari libur atau hari-hari besar lainnya, karena kamu pasti akan mendapat harga yang tinggi.

Jadilah orang yang peka terhadap musim nikahan, jangan cuma peka ke cewek aja. Biasanya di toko kain akan ada diskon besar-besaran saat pertengahan tahun hingga bulan Oktober.

“Wih, Mbak Indah pengalaman banget.”

“Iya dong!”

“Ngomong-ngomong, itu calonnya akan datang melamar kapan?”

“DIAM KAMU!!!”

Itu ungkapan marahnya, ngikutin calon mertuanya Kak Zahrina di postingan yang ini:

Dari calon ibu mertua: “Wahai anakku, carilah calon istri yang bisa memasak. Niscaya ibu akan merestuimu.”

Tadi Mbak Indah udah bilang buat nggak mau baper loh. Jadi jangan mancing-mancing kamu!

Jika Wovger memilih untuk menggunakan jasa EO, pilih paket hemat.

foto: idepernikahan.com

foto: idepernikahan.com

Sekarang, udah banyak kok EO (Event Organizer) yang menawarkan berbagai macam paket pernikahan. Mulai dari harga yang ramah di kantong, hingga paket kelas Diamond. Biasanya dalam satu paketan isinya udah lengkap atau all-in-one. Mencakup gedung, dekorasi, catering hingga rias pengantinnya.

Oh ya, Mbak Indah baru aja baca kabar terbaru, bahwa barangsiapa yang mengadakan pernikahan di MC Donald, niscaya ia akan mendapatkan potongan harga yang fantastis. Harga yang kalau dihitung-hitung, ternyata cuma separuh dari biaya pernikahan normal. Ngomong-ngomong, ini Mbak Indah nggak dibayar sama pihak MC Donald loh untuk bikin artikel ini. Jadi jangan berpikir kalau artikel ini lagi ngiklan. Tapi kalau kamu mau nelpon pihak MC Donald juga nggak apa-apa. Siapa tahu, setelah baca artikel ini, mereka mau bayar, lantaran produknya udah disebutin di wovgo.com – website tercinta kita semua ini.

Coba sana cari info lengkapnya sendiri. Tadinya mau Mbak Indah tulis semua infonya disini sih. Emm… tapi nanti aja lah. Kalau MC Donald mau bayar untuk artikel ini. Baru artikelnya akan Mbak Indah edit.

HA… HA… HA… HA… HA…

Tak ada salahnya meminta sahabat dekat untuk mengisi acara. Toh, ini sekalian ajang untuk kumpul bareng.

foto: onezimus.wordpress.com

foto: onezimus.wordpress.com

Alih-alih menyewa seorang penyanyi professional, mending isi aja dengan artis lokal, alias teman kamu sendiri untuk mengisi acara. Selain terkesan akrab, ini juga bisa memangkas anggaran untuk resepsi nikahan loh. Semoga. Tapi ingat, yang Mbak Indah bilang di atas tadi:

“Jangan minta gratisan!”

Biar lebih hemat dan kreatif, cobalah untuk membuat sendiri desain undangan dan souvenir.

foto: souvenirmerchandisebali.com

foto: souvenirmerchandisebali.com

Tuangkan kreasimu dalam membuat undangan atau souvenir pernikahan. Meskipun memerlukan waktu yang lama untuk membuatnya, namun ini termasuk cara hemat. Kamu bisa membuat undangan digital dalam bentuk .jpeg atau .png yang nantinya bisa di share di social media. Atau kalau temen-temen kamu ada yang nggak punya social media, tapi punya smartphone, coba kirim lewat Bluetooth!

Tapi itu cara yang terakhir menyedihkan banget sih. Lebih menyedihkan lagi, kalau ngirimnya lewat infra red. Banting aja deh hapenya. BANTING!!!

BACA JUGA: Tips menghemat uang untuk kado pernikahan

Selain itu, kamu juga bisa bikin souvenir hasil karyamu sendiri. Kamu bisa bikin ini bareng pasangan dan keluarga. Membuat souvenir nggak harus yang susah, sekarang kan udah ada banyak tutorial DIY yang tersedia di Youtube. Cari sendiri deh, jangan manja! Nanti kalau kamu manja, aku-nya bisa jadi cinta!

***

Nah, dari tips yang banyaknya kebangeten ini, semoga bisa jadi sumber inspirasi dan solusi untuk memecahkan masalahmu, ya! Mbak Indah doain nih, semoga acara nikahannya lancar dan menjadi keluarga yang bahagia.

“Kami, Wovgers, juga ngedoain Mbak Indah…”

“Doa apa?”

“Doa biar segera dilamar.”

*melipir*

“DIAM KAMU!!!”