Tips berkata “Tidak” pada ajakan teman

Tidak

Nggak semua teman harus kamu iyakan, sesekali perlu berkata tidak pada mereka.

Dengan tips dari Kak Zahrina berikut ini, jangan takut lagi untuk berkata tidak pada teman.

Sebagai manusia yang dilahirkan dengan banyak teman kita harus bersyukur dan menjaga hubungan pertemanan itu supaya tetep langgeng. Namun tidak jarang juga banyak teman malah menjadi buah simalakama yang merugikan diri kita sendiri. Karena terlalu banyak menghabiskan waktu bersama mereka, akibatnya kamu jadi tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Si A ngajakin meet up, si B ngajakin hangout, si C minta ditemenin belanja, si D minta dianterin kesana karena nggak ada motor, si E ngajak jadian….. Duhh.. semuanya seakan-akan menarik-narik lengan bajumu untuk minta tolong. Di sisi lain, kamu punya aktivitas lain yang harus dikerjakan.  – Nulis artikel ini misalnya … heuheu

Kalau kamu termasuk tipe orang yang selalu mengiyakan setiap ajakan teman karena merasa ‘tidak enakan’, sudah saatnya kamu keluar dari kebiasaan tersebut. Baca tips-tips ini dulu untuk memudahkan langkahmu.

1. Ketahui bahwa kamu tidak bisa melakukan semuanya.

multitasking

Foto : globaldigitalcitizen.org

Masalahmu yang tidak bisa berkata “tidak” pada orang lain telah menjebakmu sehingga kamu menjadi tidak punya waktu untuk diri sendiri. Kamu selalu mengiyakan untuk menemani temanmu jalan-jalan. Kamu selalu mengiyakan jika dimintai tolong apapun. Padahal kamu sedang ada keperluan lain yang harus dikerjakan. Padahal kamu sedang sibuk-sibuknya …

Kamu bisa menghindari situasi ini dengan mulai berkata “tidak”.

TIDAK…

TIDAK !!!!

TIDAKKKKK !!!

*Jadi inget sama iklan dari partai X “katakan tidak pada korupsi”

Manusia diciptakan dengan keterbatasan. Kamu tidak bisa melakukan semua hal bersama teman-temanmu. *Kecuali kamu bisa membelah diri atau menggunakan jurus kage-bunshin-no-jutsu … halaaa

2. Katakan pada diri sendiri bahwa kamu tidak bermaksud untuk egois.

kamu tidak egois

Foto : mssleepyhead.wordpress.com

Salah satu alasan mengapa manusia sulit berkata “tidak” tanpa merasa bersalah ialah karena mereka takut dianggap egois. Perasaan ini muncul karena mereka tidak memenuhi permintaan teman yang minta tolong, malahan menghabiskan waktu untuk diri sendiri.

Tentu saja kamu tidak menjadi egois dengan menolak permintaan temanmu. Tentu saja kamu tidak akan menjadi egois ketika kamu menolak cintanya…. Lhhhaahhh…

Egois itu jika kamu terus-terusan bilang “tidak” demi kepentingan pribadi. Jika perasaan egois itu menghantui, katakan pada diri sendiri bahwa kamu sudah terlalu sering mengiyakan.

3. Pahami bahwa kamu tidak bisa menyenangkan semua orang.

kamu bukan nutella

Tugas manusia diciptakan ke dunia bukan untuk menyenangkan semua orang yang ada di muka bumi. Lagi pula, kebahagiaan mereka terletak di tangan mereka sendiri dan sama sekali bukan tugasmu.

Kamu mungkin telah mengecewakan dia. Namun jika kamu terus-terusan mengiyakan lama-lama temanmu selalu meminta bantuanmu. *Kamu jadi dimanfaatin sama mereka – prasangka buruk mode on* Kamu bisa menyenangkan mereka di lain waktu tapi tidak di semua waktu.

4. Jika temanmu tidak bisa menerima keputusanmu, anggap itu sebagai masalahnya, bukan masalahmu.

problem

Tidak semua teman bisa menerima keputusanmu dalam berkata “tidak”. Kecewa itu pasti ada. Terluka itu jelas. Bahkan mungkin ada beberapa teman yang jadi menjauh karena tindakanmu tersebut. Sikap yang harus kamu ambil, biarlah semua itu terjadi.

Anggap saja itu sebagai masalah yang harus ia selesaikan karena sikapnya yang tidak bisa menerima keputusan orang lain. Kalau rasa bersalah muncul di benakmu, ingat-ingat semua kesanggupanmu mengiyakan ajakannya.

BACA JUGA : Ini lho hal-hal yang dihindari orang-orang sukses

5. Jangan terlalu banyak minta maaf.

minta maaf

Foto : dearsweetestchocolate.blogspot.com

Cukup katakan “Aku minta maaf” sekali saja. Tidak perlu berulang-ulang. Pengulangan yang berlebihan memunculkan kesan bahwa kamu tidak sungguh-sungguh dalam meminta maaf. Pengulangan tersebut juga menimbulkan kesan bahwa kamu tidak tegas dalam memutuskan. Yakinlah pada keputusanmu dan tidak usah berlebihan dalam meminta maaf.

Catatan : Ingat, kamu bukan Mpok Hindun di Bajaj Bajuri yang setiap ngomong selalu bilang “Maaf” … “Maaf” (_ _”)

6. Jelaskan mengapa kamu tidak bisa melakukannya.

menjelaskan

Foto : asiangrup.com

Kamu tidak bisa meninggalkanya hanya dengan mengatakan “tidak”. Jelaskan alasan mengapa kamu memutuskan demikian. Memberikan penjelasan memudahkan ia untuk memahami keputusanmu. Katakan alasan yang sejujurnya. Jangan ditutup-tutupi atau dilebih-lebihkan.

7. Berikan alternatif pada temanmu.

alternatif

Foto : whenintrovertspeaks.wordpress.com

Kalau rasa bersalah itu muncul atau kamu benar-benar ingin membantunya, tawarkan beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan. Alternatif ini tidak wajib kamu berikan setiap kamu berkata “tidak”. Lakukan jika dirasa sangat perlu saja. Misalnya :

Maaf, kalau bantu kamu buat ngerjain skripsi sore ini aku nggak bisa. Karena mau arisan sama ibu-ibu komplek sebelah. Gimana kalau besok pagi?

8. Jika kamu tetap tidak bisa berkata tidak, cari tahu apa yang menghalangi sikapmu.

cari tahu

Foto : www.griefrecoverykit.com

Setelah memberikan pemahaman di atas pada diri sendiri dan kamu masih tidak bisa berkata tidak, cari tahu penyebabnya. Penyebanya bisa jadi karena kamu benar-benar ingin disukai semua orang atau rasa percaya dirimu yang terlalu kecil. Kalau masalah ini menurutmu sudah menuju level yang serius, cari seseorang yang bisa membantumu keluar dari kebiasaan mengiyakan.

BACA JUGA : Kamu tidak akan bisa sukses, jika terus seperti ini!

Itulah tadi beberapa tips agar kamu sedikit demi sedikit bisa berkata “tidak” pada orang lain. Sikap ini tidak selamanya buruk. Bahkan bisa kamu gunakan untuk menguji teman mana yang tulus dan teman mana yang tidak.