7 Kebiasaan menuju sukses oleh Stephen Covey

Stephen Covey

Kalau kamu sedang mencari rekomendasi buku bagus untuk dibaca, bacalah buku karya Stephen Covey yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People. Buku ini telah terjual lebih dari 25 juta eksemplar dan sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa.

Biar nggak mupeng, berikut ini Kak Zahrina sajikan ringkasannya.

Kebiasaan pertama: jadilah proaktif

foto: youtube.com

foto: youtube.com

Kebisaan pertama yang harus kamu terapkan adalah jadilah proaktif alias lebih aktif. Proaktif sangat bertolak belakang dengan reaktif. Orang yang reaktif memiliki tingkat inisiatif yang rendah. Mereka nggak akan maju kalau nggak disuruh. Sebaliknya, orang proaktif sangat giat mencari tahu cara mencapai kemajuan dan kesuksesan.

Di zaman sekarang, sikap reaktif udah nggak bisa diterapkan. Apalagi dengan adanya MEA dan globalisasi. Kalau kamu cuma nunggu aja, bakalan kalah sama tenaga kerja asing. Masa iya nunggu didikte dulu baru mau jalan.

Kebiasaan kedua: mulailah dengan memikirkan akhir-nya

foto: myflashstore.net

foto: myflashstore.net

Maksud dari pesan di atas yaitu milikilah rencana yang cukup jelas dari awal hingga akhir. Kita gemar berencana dan berwacana. Kita pandai memulai. Namun tak banyak yang benar-benar konsisten untuk mengakhirinya dengan akhir yang baik.

Coba hitung, berapa pasangan kekasih yang akhirnya kandas di tengah jalan sebelum sampai ke pelaminan? Salah satu faktor mengapa mereka tidak sukses hingga ke pelaminan ialah karena mereka menjalaninya seperti air mengalir. Tidak memiliki rencana dan bahkan tidak memikirikan akan berakhir di jenjang pernikahan.

Kebiasaan ketiga: dahulukan yang paling penting

foto: kiplinger.com

foto: kiplinger.com

Untuk melatih self-management, susunlah prioritas hal-hal yang akan kamu kerjakan. Biasanya kita nggak cuma mengerjakan satu hal saja. Pasti ada 5-10 hal yang inign dicapai dalam waktu tertentu. Nah, dari 5-10 itu, selesaikan lebih dulu mana yang penting. Fokuskan diri untuk menyelesaikannya satu per satu.

Dalam bukunya, Stephen Covey menambahkan: The key is not to prioritize what’s on your schedule but to schedule your priorities.

Kebiasaan keempat: berpikirlah dengan pola ‘win-win solution’

foto: boldenterprises.com

foto: boldenterprises.com

Ada banyak pilihan mindset: lose-lose, win-lose, lose-win, win-win, win or no deal. Dari kelima pilihan itu, gunakan mindset win-win karena itulah yang terbaik. Hilangkan kata lose dari alam bawah sadarmu. Seorang pemenang tidak pernah memikirkan kekalahan. Mungkin mereka kalah, tapi kata kalah diubah dalam alam bawah sadar mereka menjadi ‘pengalaman’. Selanjutnya, mereka berusaha lagi sampai ‘win’ tercapai.

Kebiasaan kelima: biasakan memahami terlebih dahulu baru minta dipahami

foto: zastavki.com

foto: zastavki.com

Sebelum kita menasehati orang lain atau berinteraksi dengan mereka, kita harus memahami mereka terlebih dahulu. Misalnya, menunjukkan sikap antusias mendengarkan ia cerita.

Dalam kehidupan sehari-hari, yang terjadi tidak sesederhana ilustrasi di atas. Malahan sebaliknya. Alih-alih antusias mendengarkan, malahan sebetulnya kita yang banyak bicara.

You’ve spent years of your life learning how to read and write, years learning how to speak. But what about listening? – Stephen Covey

Kesuksesan datang dari kombinasi keempat keahlian di atas. Membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Kurangi berbicara, perbanyak mendengar.

Kebiasaan keenam: sinergi

foto: prince2msp.com

foto: prince2msp.com

Sinergi artinya menyatukan. Apanya yang disatukan? Yang harus disatukan ialah sudut pandang kita dan sudut pandang orang lain. Orang sukses tidak bersikap arogan. Ia menerima semua masukan dengan pikiran terbuka kemudian memilah-milah masukan tersebut. Syukur-syukur ada masukan yang sangat berguna bagi mereka.

Kamu nggak mungkin bisa menerima kritik dan saran dengan lapang dada kalau nggak mensinergikan sudut pandang dengan mereka.

Kebiasaan ketujuh: tajamkan penglihatan

foto: viralnovelty.net

foto: viralnovelty.net

Penglihatan yang dimaksud bukanlah penglihatan dalam arti sebenarnya yaitu mata. Menajamkan penglihatan berarti meningkatkan kepekaan dan kemampuan diri di empat aspek: aspek mental, fisik, spiritual, dan sosial.

Aspek fisik contohnya olahraga yang teratur dan selalu menjaga kesehatan. Aspek spiritual bisa dicapai dengan mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Aspek mental juga perlu diperhatikan agar kita nggak mudah stres. Sedangkan aspek sosial yaitu kamu bisa memahami lebih dalam orang-orang di sekitarmu.

Masih banyak mutiara yang terpendam dalam bukunya. Untuk memuaskan rasa penasaranmu, tiada jalan lain selain kamu harus membaca keseluruhan isi buku ini.