8 Tanda kamu butuh istirahat dan melupakan pekerjaan di kantor

stress

Banyak orang di dunia ini disibukkan sama kegiatan bekerja, bekerja dan bekerja hingga lupa memaknai arti hidup yang sesungguhnya, lupa dengan sahabat hingga keluarga. Juga tak sedikit lupa buat nyari pasangan, padahal usia udah tua …

Mencari uang merupakan ambisi hingga beberapa orang kehilangan akal sehat, jadi nggak waras – contohnya mereka yang korupsi, nggak waras. Nggak sedikit juga lo orang jadi depresi, stress, tertekan dengan tuntutan kehidupan yang serba mahal, sampai pada akhirnya mempengaruhi kondisi fisik dan mental.

Nah, buat kamu yang masih muda  dan memiliki jiwa produktif. Saran dari Mbak Indah sih, mulai sekarang mumpung psikismu belum rusak-rusak amat sama tuntutan hidup, jangan menjadikan uang sebagai ambisi. Meski banyak godaan, bahkan Mbak Indahpun juga tergoda.

Tapi usahakan tanamkan sedikit sifat idealis untuk mencari pekerjaan yang membahagiakan. Sempatkanlah bekerja di bidang yang membuatmu bahagia tanpa tekanan. Rajin-rajin istirahat jika kamu udah merasakan jenuh ketika bekerja. Jangan sampai kelakuanmu berubah jadi kayak gini hanya karena kamu butuh istirahat. *Istirahat dari kerja, bukan istirahat dari hubungan 🙁

Cekedot.

1. Kamu butuh istirahat kalau kamu bersikap dikit-dikit lihat jam Kantor.

jam di kantor

Orang yang enjoy dengan pekerjaan, biasanya sampai lupa waktu saking asiknya bekerja. Serius iya, santai juga iya. Nggak peduli kantor berantakan kayak gimana tapi dia masih bisa fokus sampai akhir.Tapi kalau kamu tipe pekerja yang dikit-dikit nengokin jam.

Kapan ya jam istirahat?

Duh lama banget, pingin pulang.

Duh lama banget, padahal pengen cepet dilamar … duuhhhh

Nah, ini tandanya kamu udah mulai jenuh dan nggak fokus sama apa yang kamu kerjain. Kamu banyak melewatkan waktu dengan ngelihatin jam. Rileks men…tarik nafas, keluarkan… tarik nafas… keluarkan….

2. Kamu sering membuat kesalahan.

membuat kesalahan di kantor

Ketika kamu udah berhenti peduli sama pekerjaanmu, kamu akan cenderung membuat kesalahan. Entah itu menjatuhkan gelas dari meja hingga menghilangkan file secara nggak sengaja. Nahhh, bisa berabe kan kalau kayak gini …

Salah kirim email ke klien secara memalukan. Kamu terlihat gelisah dan bingung harus kerja kayak gimana?  Yup, itu tandanya kamu harus segera mengajukan cuti untuk berlibur atau cuti untuk nikah … Naaahhh

3. Dikit-dikit emosi, marah, sensi. Santai dong!.

marah di kantor

Kerja yang penuh deadline emang bikin nggak santai. Tapi kalau itu terlalu lama kamu pendam kemudian berlarut-larut, akan jadi nggak baik bagi mentalmu.

Seperti perasaan suka yang lama dipendam juga nggak baik, kalau suka, ya ungkapin aja. Daripada di embat orang terus ditinggal nikah 🙁

Kamu jadi sering marah, jengkel, mendadak sedih, perkara kecil dibesar-besarin, kadang pula murung sendiri. Wah, coba pertimbangakan lagi untuk mengambil istirahat.

Sering-sering sharing bersama teman-teman, atau ambil cuti untuk pergi ke pantai boleh juga tuh. Misalnya saja ke pantai-pantai keren yang ada di Nusa Tenggara Timur. Kumpulkan energi baru untuk menjadi manusia yang bersemangat.

4. Energi terkuras habis daripada biasanya.

kerja lembur menyebabkan kelelahan kerja

Tubuh lelah setelah bekerja seharian adalah hal wajar. Kamu lebih memilih tidur semalaman untuk membangkitkan energi, – tapi jangan tidur terlalu lama, karena sangat berbahaya -, tapi akan jadi nggak normal kalau rasa lelahmu tak kunjung pulih selama sebulan.

Mungkin ini nggak hanya faktor asupan gizi yang kurang terpenuhi, tapi ada kesetresan yang hinggap di pikiranmu.  Tanyakan pada dirimu seberapa lelah tubuh dan hatimu dalam menghadapi tumpukan pekerjaan yang terus menodong hari-harimu.

Oh ayolah kamu butuh sedikit istirahat. Don’t fight your body!

5. Ada rasa takut menyambut pagi hari ketika bangun tidur.

cemas

Hal yang kamu dengar pertama kali diwaktu pagi adalah alarm berbunyi, itu pertanda kamu harus bangun. Kamu menyadari bawah hari ini hari Senin, saatnya bekerja.

Tapi entah kenapa kamu jadi kepikiran macam-macam, rasa takut merayapi. Melihat kenyataan bahwa kamu harus terus-menerus berhadapan dengan komputer selama 8 jam di kantor memicu rasa ((mager)) alias males gerak. Atau mungkin terkena Post Holiday Syndrome.

Bahasa tubuhmu sudah jelas menandakan ada rasa sumpek untuk melakukan rutinitas. ((sumpek)).

*Sumpek, bukan sempak .. -_- yang artinya jenuh, bosan,..pokoknya ingin uring-uringan deh.

Tinggalkan sejenak rasa sumpeknya, segera telpon atasan untuk program liburan satu minggu. Dijamin, selain stresmu hilang, pekerjaan juga melayang – melayang entah kemana.

Ya, enggaklah. Pastikan kamu ijin untuk merefreshkan otak itu, ada alasan yang logis. Daripada mukamu kayak zombie dan dipaksa untuk kerja? Iya nggak?

6. Sulit tidur.

tidur

Dua kata di atas sudah cukup jelas, efek stress bisa jadi berimbas pada terganggunya rutinitas tidur.

Diawali dengan kehilangan waktu tidur akibat sering lembur. Kemudian nggak segera tidur karena terlalu banyak tekanan deadline.  Kurang tidur atau istirahat memicu terkikisnya gairah dalam bekerja, menggangu kesehatan dan fokus akan mulai memudar.

Kalau kamu sulit tidur, mungkin bisa membaca artikel yang Mbak Indah tulis ini : Tips Tidur Berkualitas.

7. Tanda-tanda orang butuh istirahat itu kondisi fisik yang tak lagi sehat alias sering penyakitan.

obat penghilang rasa sakit itu berbahaya

Jika kamu berada di bawah stres berkepanjangan, tidak tidur dengan baik, dan bekerja dalam jumlah jam yang menggila, sistem kekebalan tubuhmu akan berada di bawah tekanan dan kamu akan sering sakit. Mulai dari sakit flu, sakit demam, atau bahkan sakit hati ngeliat gebetan di kantor jalan sama teman. *dikeplak

Jangan ke sampingkan kesehatan fisikmu. Ambillah beberapa waktu untuk istirahat. Sadar woy! Ini tubuh butuh perhatian bukan gebetan aja yang diperhatiin. Tuh kan saking stresnya jadi merembet ke hubungan.

8. Berpikiran untuk segera resign tanpa ada rencana berikutnya.

Dear Boss, I quit: unhappy employee message

Saat kejenuhan sudah di ambang batas, yang bisa kamu pikirkan adalah segera menjauh, dengan pemikiran jangka pendek.

Kamu diajak berpikir dengan kondisi kepala panas, bagaimana caranya keluar dari kerjaan ini secepatnya, setelah keluar baru merencanakan langkah berikutnya.

Ini mungkin dianggap keputusan bodoh dan sembrono karena otakmu lagi lelah-lelahnya. Coba kalemkan hati dan kepalamu sejenak,  daripada membuat keputusan cepat dengan implikasi besar, mungkin yang terbaik adalah istirahat secepatnya untuk melihat apakah dengan resign benar-benar yang kamu inginkan.

Jangan sampai kamu menyesal setelah resign!

Tapi kalau resign sudah menjadi keputusanmu, cobalah untuk baca artikel yang ditulis sama Kak Zahrina tentang apa yang harus kamu lakukan setelah resign dan pekerjaan yang antimainstream buat kamu.