Seperti apa masa depanmu dan pasangan? Suram dan gelapkah?

hubungan

Tak ada yang tahu seperti apa wujud masa depan. Apakah dia bulat atau persegi, apakah dia terang atau gelap, apakah dia bersinar atau redup, dan apakah dia ADA atau TIDAK. Hanya Tuhan yang tahu dengan pasti wujud tepatnya.

Namun bukan berarti masa depan nggak bisa diprediksi. Begitu juga dengan kamu dan pasanganmu sekarang. Apakah ia jodohmu yang hilang yang selama ini kau cari? Belum tentu. Bisa jadi Tuhan berkehendak lain. Yang pasti jika 8 hal ini kamu alami, masa depan hubunganmu dan pasangan adalah suram dan gelap.

1. Pasanganmu tidak bisa menerimamu apa adanya.

foto: gossipbuddy.com

foto: gossipbuddy.com

Semua orang punya kebiasaan baik dan kebiasaan buruk dan pasangan yang baik adalah yang bisa menerimamu apa adanya. Jika ia tidak bisa menerima kebiasaan-kebiasaan kecil yang kamu lakukan, berikan pengertian bahwa kebiasaan itu bukanlah hal besar yang perlu diperdebatkan.

BACA JUGA: Dari calon ibu mertua: “Wahai anakku, carilah calon istri yang bisa…

Namun jika ia nggak suka sama prinsip dan mimpi-mimpi kamu, sebaiknya kamu sudahi saja hubungan itu.

2. Atau sebaliknya, kamu tidak bisa menerimanya apa adanya.

foto: analyze-us.com

foto: analyze-us.com

Bagaimana mungkin suatu hubungan akan memiliki masa depan kalau kamu saja tidak bisa menerimanya apa adanya? Jika dia bisa menerimamu apa adanya, hendaknya kamu juga demikian. Pasanganmu suka banget nonton Ganteng-Ganteng Singa sedangkan kamu nggak suka? Ya sudah biarkan saja, toh itu bukan kesalahan yang fatal. Sadari bahwa kamu pun punya banyak kelemahan.

Kalau kelemahannya banyak terus harus gimana dong Kak Zahrina? Dia itu cowok brengsek tapi aku pengen dia berubah.

Kalau itu sih salah sendiri. Kan masih banyak cowok baik-baik di dunia ini.

3. Kalian lebih banyak bertengkar daripada bersenang-senang.

foto: huffingtonpost.com

foto: huffingtonpost.com

Hubungan asmara yang sehat memunculkan kebahagiaan, keakraban, dan kesenangan. Bukannya menimbulkan stres dan tekanan yang tak berkesudahan. Kalau feeling-mu merasa kamu lebih banyak bertengkar daripada bahagia, sebaiknya evaluasi ulang kebersamaan kalian.

BACA JUGA: 30 Cara menunjukkan cinta tanpa harus mengucapkan kata “I Love You”

Sedikit-sedikit bertengkar, soal sepele dibesar-besarkan, kesalahan masa lalu diungkit-ungkit lagi, apa-apa kok ya diributkan.

4. Pasanganmu tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarmu, yaitu kebutuhan untuk dicintai.

foto: jassnight.wordpress.com

foto: jassnight.wordpress.com

Dua orang yang berkomitmen untuk menjalin hubungan harus komitmen pula untuk bisa saling memahami. Misalnya, harus ada komunikasi, harus mengerti dan tidak banyak menuntut, harus berhenti inget sama mantan. Kalau kebutuhan dasar itu tidak terpenuhi, carilah orang yang tepat yang bisa menggantikannya.

5. Secara mental, jika kalian tidak berada dalam posisi yang sama, akan susah melanjutkan hubungan.

foto: srikakulamguru.com

foto: srikakulamguru.com

Posisi secara mental yang dimaksud ialah kesiapan mental. Setiap orang memiliki kesiapan mental yang berbeda-beda. Uniknya, usia sama sekali tidak mempengaruhi kesiapan ini. Yang lebih tua berarti lebih siap mentalnya? Belum tentu.

BACA JUGA: 6 Alasan kenapa ‘jomblo’ tetap bahagia ketika liburan

Buktinya, Doraemon dan Nobita masih saja kekanak-kanakan padahal usia mereka sudah lebih dari 20 tahun. Umur 20 tahun harusnya mereka udah kuliah. Nyatanya Nobita masih kesusahan tuh ngerjain PR matematika.

Oke, balik ke kesiapan mental. Kesiapan mental itu gampangannya gini, kamu udah siap nikah tapi si doi belum. Atau, kamu pengennya seriusan eh dia pengennya coba-coba. Itulah kesiapan yang Kak Zahrina maksud.

6. Dalam hubungan, peran kamu dan pasangan tidak seimbang.

foto: understandingrelationships.com

foto: understandingrelationships.com

Harus ada keseimbangan peran dalam hubungan yang sehat. Keduanya harus saling give and take, memberi dan menerima. Sayangnya, tidak semua hubungan berjalan mulus dalam mencapai keseimbangan. Adakalanya pasangan yang satu merasa terlalu banyak berkorban untuk yang lain. Hubungan yang nggak seimbang tidak bisa dilanjutkan untuk jangka panjang.

Contoh kecil dari hubungan yang nggak seimbang yaitu, kamu terus-terusan minta dijemput pas ngedate dan nggak mau ngalah buat jemput doi. Atau kamu minta dibayarin terus pas lagi kencan atau kamu minta dichat duluan buat yang LDR. Yang begitu-begitu itu biasanya nggak awet. Eh bukan mendoakan lho, hanya contoh.

7. Masing-masing atau salah satu dari kalian susah untuk saling percaya.

foto: pccca.org

foto: pccca.org

Ayah dan ibu kita menikah atas dasar saling percaya. Demikian pula dengan kakek dan nenek, bibi dan paman, om dan tante, dan Ahmad Dhani dan Maia. Tak adanya rasanya percaya merupakan awal kandasnya suatu hubungan.

BACA JUGA: Hai cowok! Tahukah kamu, cewek tu suka diginiin

Jika pasangan menyebabkan rasa percayamu berkurang, maafkan dia dan segera lupakan. Keputusan yang paling buruk ialah kamu nggak percaya padanya tapi memutuskan untuk tetap bertahan.

8. Kamu tidak melihat adanya kemungkinan jangka panjang.

foto: wecouldhappen.com

foto: wecouldhappen.com

Lahdalah, gimana mau menuju jangka panjang kalau kamu sendiri nggak manteb? Jika memang bukan dia orang yang tepat ya sudah segera tinggalkan dan cari yang lain. Jangan menggantungkan hubungan terlalu lama kalau kamu tidak melihat ada masa depan di dalamnya.

Gimana Wovger? Sudah siap mencari penggantinya? Sebentar, jangan buru-buru. Sebelum kamu memancing ikan yang baru, kamu perlu belajar dari Mbak Indah supaya kencan pertamamu sukses dan lancar. Oke, bye. Selamat memperbaiki hubungan.