8 Perubahan manusia akibat media sosial. Bagaimana denganmu?

media sosial

Media sosial telah menyebabkan manusia dengan ikhlas menyerahkan semua privasinya. Hampir-hampir nggak ada rahasia lagi antar orang per orang. Bahkan hingga semua data-data pribadinya. Fungsi awalnya yang sebagai penghubung perlahan menjelma menjadi candu yang tidak terelekkan. Seperti di bawah ini akibatnya.

1. Karena kebiasaan update di social media, sampai-sampai curhat permasalahan pribadi pun di social media.

foto: huffingtonpost.com

foto: huffingtonpost.com

Fenomena curhat salah tempat kini dengan mudah kita temui dimana-mana. Seharusnya curhat hanya diceritakan untuk orang-orang terdekat saja. Bukan malah di blow up di media sosial.

BACA JUGA: 7 Hal yang akan terjadi jika kamu berhenti menggunakan ‘Social Media’

Teman yang demikian termasuk tipe-tipe teman yang harus kamu unfriend dari jejaring sosial. Sudahkah mereka kekurangan teman dekat sampai-sampai harus curhat di tempat umum?

2. Waktunya makannnnnn…. Eit eit, foto dulu.

foto: independent.co.uk

foto: independent.co.uk

Ritual membaca doa sebelum makan kini mulai tergerus ganasnya teknologi. Perlahan-lahan, manusia mulai melupakan kebiasaan ini dan menggantinya dengan kebiasaan baru. Kebiasaan mengambil gambar sebelum makan.

Eh tapi ya nggak papa sih kalau mau foto dulu. Tapi jangan sampai kelamaan foto apalagi kalau lagi makan bareng-bareng. Kecuali kalo kamu seorang food blogger. Setelah itu jangan lupa berdoa.

3. Judulnya sih meet up, ujung-ujungnya ya gitu deh, sibuk sama smartphone masing-masing.

foto: huffingtonpost.com

foto: huffingtonpost.com

Kata si Paini, “Yuk meet up yuk..”

Kata si Paijo, “Yuk kapan kita kemana gitu”

Kata si Painem, “Iya udah lama nih nggak nongkrong dan ngbrol bareng.”

Kata si Paini lagi, “Ya udah besok Sabtu ya jam 7 malem di Kafe Parisawah.”

(Paijo membatin dalam hati)

BACA JUGA: Rapat yang berkualitas, menghasilkan ide-ide cerdas. Yuk belajar cara memimpin rapat ala Steve Jobs

Wah seneng banget diajakin meet up sama temen-temen. Pas ada waktu, pas ada uang, pas nggak ada kerjaan. Pokoknya pas banget deh.

Saat Hari H tiba, semua sudah datang dan saling menanyakan kabar. Tapi itu Cuma berlangsung 30 menit saja.

Dan kemudian,

Hening…

4. Jangan lupa selfie di tempat wisata. Kan udah bayar tiket masuk jadi ya suka-suka gue dong.

foto: stylemagazines.com.au

foto: stylemagazines.com.au

“Gue kan udah bayar tiket masuk jadi suka-suka gue dong. Mau bunganya rusak atau jembatannya roboh, yang penting foto dulu.”

Wah bahaya nih kalau udah mencapai level ini. Jika Wovger sudah merasakan gejala-gejala seperti ini, sebaiknya langsung hindari memainkan media sosial.

5. Harus update dulu nih dan tag semua, “Nongkrong with A, B, dan C.”

foto: keltchat.wordpress.com

foto: keltchat.wordpress.com

Kamu langsung update di sosmed setiap kali habis nongkrong sama temen? Mungkin efek candunya sudah mulai bekerja ke kamu seperti yang dirasakan Paijo di bawah ini.

BACA JUGA: Tips berkata “Tidak” pada ajakan teman

Paijo habis meet up sama Painem dan Paini, dua bunga desa tersohor sekelurahan. Sesampainya di rumah, Paijo langsung update sosmednya dan ngetag keduanya.

“Meet up seru bareng Painem dan Paini”

Padahal pas meet up suara angin pun terdengar lebih kencang daripada suara obrolan mereka.

6. Permainan fisik sudah mulai ditinggalkan. Anak zaman sekarang lebih memilih main game di gadget.

foto: mobilefreetoplay.com

foto: mobilefreetoplay.com

Dulu, yang namanya bermain itu ya di tanah lapang, kotor, berdebu, lari-lari, ramai-ramai. Sekarang, bermain bisa dilakukan di rumah, seorang diri. Permainan tradisional kini mulai ditinggalkan sejak invasi gadget besar-besaran.

7. Gegara social media, kalau mau tahu kabar teman lama tinggal stalking aja.

foto: today.com

foto: today.com

Zaman dulu sebelum ada telepon, pertemuan dengan orang lain merupakan sesuatu yang berharga. Kita harus ingat waktu dan tempat janjian. Setelah itu pas Hari H entah hujan atau panas terik, kita harus tetap menepati janji karena nggak ada sarana yang bisa digunakan untuk membatalkannya.

BACA JUGA: Tipe-tipe teman yang harus segera kamu unfriend dari Facebook

Suasana pertemuan menjadi terasa berharganya karena dilalui dengan perjuangan dan pengorbanan. Nggak seperti sekarang, tinggal kirim pesan untuk mengabarkan batalnya pertemuan.

Tak hanya itu, orang-orang bahkan sudah tidak lagi menghargai pertemuan itu sendiri.

“Ah, ngapain repot-tepot ketemu kalau sekedar ingin tau kabarnya, cukup stalking aja sosmednya.”

8. Orang-orang masa kini lebih takut kehilangan smartphone daripada kehilangan waktunya yang berharga.

foto: forbes.com

foto: forbes.com

It’s really clear that the most precious resource we all have is time. – Steve Jobs

Kata Steve Jobs, harta yang paling berharga di dunia ini bukanlah uang, bukan pendidikan, apalagi gadget, melainkan waktu. Sekali waktu terbuang ia tidak bisa diambil kembali. Sayangnya, logika manusia-manusia masa kini nampaknya sedikit terbalik. Waktu dibuang-buang begitu saja seolah punya banyak stok.

Mereka tidak takut kehilangan waktu yang berharga namun sangat takut ketika kehilangan gadget-nya.

Hiiii ngeri ya kalau kecanduan sosmed seperti di atas. Semoga peristiwa di atas tidak terjadi dalam hidup kita. Gunakan gadget seperlunya saja. Alihkan kegiatan untuk hal-hal yang bermanfaat, belajar masak kue cubit misalnya.