5 Cara menghadapi kritikan pedas di Kantor

Angry boss

Terkadang nggak semua perkerjaan kita dinilai memuaskan untuk orang lain, itu kenapa ada yang namanya kritik untuk membangun kinerja diri.

Kritik memang diperlukan asal sifatnya membangun dan sesuai porsinya. Beda lagi kalau kritikan itu hanya secuap omelan pedas, menjurus ke hinaan yang menjatuhkan. Itu sih namanya haters bukan ngeritik.

Kritik pedas sebenarnya nggak efektif dan justru berpotensi menimbulkan konflik. Namun jika ini terjadi pada kamu sebagai karyawan jangan keburu terpancing emosi guys. Kamu patutnya menerapkan konsep ini agar terhindar dari perselisihan.

Ini dia beberapa tips menghadapi kritik pedas di kantor.

1. Dengarkan saja dulu, jangan mudah terbawa emosi.

Seperti yang dibilang Mbak indah di awal, jangan gampang baper dan emosi ketika ada teman sekantor atau atasan mendadak mengkritikmu habis-habisan. Apalagi jika mengkritik ketika kamu nggak salah apa-apa, wah ini cari gara-gara namanya.

Tapi tahan dulu, dengarkan untaian lagu dari bibir mereka,  biarkan mereka mengkritik sampai selesai. Simak dan jangan dilupakan, amati juga apakah kamu benar-benar melakukan kesalahan atau mereka mengkritik hanya karena nggak tau permasalahan yang sebenarnya.

Maka ketika mereka selesai mengkritik, giliran kamu untuk menerangkan. Jelaskan duduk perkaranya dengan jelas tanpa perlu menyalahkan dan bersikaplah sabar agar mereka juga bisa mengerti dan menerima penjelasanmu dengan baik.

2. Meski dikritik, jangan sampai kamu menyalahkan orang lain.

Nah, dipoin pertama Mbak Indah sudah menyinggung jangan sampai kamu menyalahkan orang lain, apalagi sampai menyerang balik sang pengkritik. Wah malah kacau nanti.

Menyalahkan orang lain bukan solusi yang tepat, justru makin menambah masalah, karena kamu akan dianggap membanding-bandingkan kinerjamu dengan yang lain.

Selain memperkeruh masalah, melimpahkan kesalahan ke orang lain akan terlihat kekanak-kanakan dan sama aja kamu nggak berani bertanggung jawab sama apa yang dilakukan. Mending kalau nggak kuat, berdiam dirilah karena diam itu emas.

3. Ada baiknya untuk selalu mengevaluasi diri sendiri.

Menerima kritikan sering kali bikin kamu down dan susah buat semangat, ditambah lagi kalau berhadapan sama kritikan yang nggak sesuai kenyataan. Bikin KZL dan bad mood. Tapi ingat suatu saat kejadian itu akan kamu temui nggak cuma sekali tapi berulang-ulang kali. Yang perlu ditekankan adalah jangan terlalu takut untuk menghadapi.

Mencoba mengevaluasi diri akan kritikan bisa jadi tameng kekuatan untuk terus memperbaiki diri. Evaluasi diri secara berkala bisa menambah kemampuanmu dalam bidang pekerjaan yang sedang kamu geluti. Percayalah bahwa semakin kamu dikritik berarti kamu diberi perhatian lebih.

4. Jika atasan yang mengkritik, cobalah untuk menjelaskan secara sopan.

Respon tiap orang waktu dikritik beda-beda tergantung siapa yang mengkritik dan punya jabatan apa. Kalau sesama karyawan, biasanya respon yang dikeluarkan, ada yang langsung mengumpat, menangis, memaki balik sampai ada yang balas dendam.

Namun, kalau kamu udah dihadapkan sama atasan? Apa kamu main hajar aja kayak gitu? Bisa-bisa kamu di suruh resign secara nggak hormat.

Jika berhadapan dengan atasan kamu bisa meresponnya dengan diam lalu meminta penjelasan secara sopan, pada bagian mana pekerjaanmu yang kurang maksimal. Nggak usah takut buat tanya salahnya di mana, karena kamu butuh penjelasan yang gamblang akan hal itu supaya kinerja ke depan lebih baik.

5. Kritikan pedas jangan selalu dimasukkan dalam hati.

Haaa…ini sedikit rumit bagi orang yang sensitif dan suka baper. Sekali dikritik, kandas sudah hatinya. Ada kalanya kamu harus belajar tegar sama cacian orang, biarkan kritikan pedas masuk telinga kanan keluar telinga kiri lalu lupakan. Kritikan nggak membangun jangan dimasukin hati.

Cara ini terbilang ampuh, ketika semua nggak bisa berhenti mengeluarkan kritikan pedas dan penjelasanmu nggak lagi didengar. Daripada kamu memendam amarah, bikin penyakitan, mending masa bodoh aja. Toh itu cuma kritikan pedas yang nggak ada alasannya, siapapun bisa, kalau tinggal maki-maki aja. Kecuali itu kritikan membangun, baru kamu bisa meningkatkan kinerjamu.

Keep strong and humble 🙂