8 Cara Agar Hubunganmu Yang Tak Mendapat Restu Orang Tua Tetap Berlanjut Ke Pelaminan Tanpa Harus Kawin Lari

nggak direstui

Cinta itu nggak selamanya berjalan mulus. Kata-kata mulus cocok buat pahanya personil SNSD :v

Cinta itu juga banyak cobaannya, beberapa berjalan lancar hingga kejenjang pernikahan, nggak sedikit juga berakhir dengan kata tragis.

Kisah tragis nggak Cuma berlaku buat para jomblo aja loh, yang punya pasangan pun terkadang nggak berjalan indah terus.  Contohnya aja curhatan Bang Jho soal batal menikah. Duh, Mbak Indah salut sama Bang Jho hatinya terbuat dari besi cor :V

Ada lagi loh yang lebih greget, cinta yang nggak direstui orang tua. Yaelah, waktu jomblo ditanya kapan punya pacar, eh sekalinya punya pacar nggak direstui? Maunya apa Pak, Buk? *kemudian ngunyah batu bata*

Untuk itu, Mbak Indah punya nih sekelumit strategi bagi kisah cintamu yang nggak direstui orang tua jadi direstui. Sebelumnya Mbak Indah ingetin ya …,

“Jangan menolak untuk berjuang, jika kamu sudah yakin dengan pilihanmu. Kamu berhak bahagia dengan pilihan dan jalan hidupmu sendiri.”

1. Tanyakan kepada kedua orang tua apa yang membuatnya kurang setuju terhadap calon menantu.

“Prapti, Papa denger kamu masih berhubungan sama Broto ya?”

“Iya, Pa. Kenapa?”

“Papa kan udah bilang, kamu nggak usah lagi berhubungan sama cowok itu!”

“Loh memangnya ada apa? Kan papa dan mama belum ketemu dan tau orangnya seperti apa kok tiba-tiba bilang nggak suka?”

“Ya pokoknya Papa nggak suka aja. Titik!”

*Masuk kamar, nangis meluk bantal … *ngembik

Dari percakapan ini kamu merasa aneh nggak? Tiba-tiba bilang nggak suka sama cewek atau cowokmu padahal belum pernah ketemu. Guys, jangan ragu untuk menanyakan alasan mengapa orang tuamu nggak suka. Tanya sejelas-jelasnya, kemungkinan orang tuamu merasa nggak siap kalau kamu udah mulai punya pacar. Ditambah lagi tujuanmu mengenalkan pasangan demi menjalin hubungan yang serius. Mungkin mereka masih shock bahwa anaknya ternyata udah gede hingga berani mengenalkan pasangannya.

Perlu diketahui juga, nggak semua orang tua merasa menantikan anaknya segera menikah karena alasan terlalu sayang dan takut kehilangan. Sehingga, sikapnya yang protektif ditunjukkan dengan cara ketidaksetujuan yang mendalam.

2. Diskusikan kepada pasangan apa permasalahan yang sebenarnya terjadi.

berdiskusi dengan pasangan

“Yank, Papaku nggak suka sama kamu, terus kita harus bagaimana?”

“Tapi kamu suka aku kan ? “

” (-___-) ….

Jika sudah terlihat bahwa hubungan kalian nggak disetujui orang tua, maka jangan segan juga untuk berdiskusi dengan pasangan.

Ketika kamu sudah mantap dengan pilihanmu dan memang ingin membawanya kejalur yang serius, itu malah ide bagus dari pada kamu terjerumus kelubang-lubang hitam. Misalnya, kamu dan dia kawin lari. Kan capek.

Nah, mendingan kamu coba berpikir dengan kepala dingin untuk membahas solusi yang tepat. Diskusikan terhadap pasangan bahwa respon orang tua kurang setuju. Kalau ingin hubunganmu tetap berjalan, jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan bodoh seperti kawin lari atau tiba-tiba memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Semua bisa dipikirkan strateginya.

Baca juga artikel yang ditulis Kak Zahrina tentang masa depanmu dengan pasangan.

3. Jika orang tua tidak setuju perkara pekerjaan calon suamimu, maka lakukan negosiasi ulang pada pasangan.

Beberapa orang tua memiliki indikator calon menantu yang diidam-idamkan. Misalnya, dia harus seiman, pintar, putih, tinggi—Pah, itu nikah sama orang apa sama bihun?—kaya, anak pejabat, kerjanya jelas, mapan.

Ini sih yang sering terlontar di bibir orang tua, yang kadang bikin anak muda yang dimadu cinta merasa tertekan. Mbak Indah  paham kok, ibarat kata nih ya, orang tua mana sih yang pingin lihat anaknya itu susah, melarat dan nggak bahagia di tangan orang lain. Paham banget.

Tapi terkadang para orang tua juga harus mikir ulang bahwa semua butuh proses dan nggak asal merendahkan pasangan hanya karena kerjanya belum mapan.  Uang itu bisa dicari tapi cinta dan kenyamanan? Pahamilah bahwa kalian juga pernah muda.

Oke tenang, masalah ini bisa kamu selesaikan dengan negosiasi ulang dengan pasangan. Kamu bisa tanya ke pasangan untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tapi jangan terkesan memaksa, karena pasanganmu juga manusia yang punya idealisme sendiri dalam menentukan jalur kemapanan mereka.

Setidaknya kamu dan pasangan sudah tau bahwa orang tua kurang setuju perkara pekerjaan…ITU…

4. Jika orang tua tidak setuju perkara fisik, hendaklah kamu meyakinkan orang tua bahwa fisik bukanlah segalanya melainkan hati.

cantik dan jelek

“Prapti !!! Kamu masih aja berhubungan sama si Broto?”

“Iya, kenapa Pap?”

“Kan Papa sudah bilang, otot lengannya si Broto kurang gede, masih gede punya si Parto anak teman Papa di kantor. Si Parto juga lebih ganteng dari Broto.”

“Kalau Papa suka Parto, kenapa nyuruh Prapti sama Parto? Papa sendiri aja yang nikah sama Parto!”

*Kemudian di keplak …

*Jangan seperti di atas yaaaa.. hahaha

Cara ketiga, ada juga nih orang tua yang nggak suka hanya karena masalah fisik. Kurang ganteng lah, hidungnya kurang mancung, alisnya hilang sebelah, jarinya ada 11 lah, banyak banget alasan.

Kalau masalah ini, kamu nggak usah lagi nego sama pasanganmu dan memintanya untuk sulam alis atau operasi plastik biar ganteng. Tanya balik sama orang tuamu, Apakah kesempurnaan fisik menjamin hati yang tulus? Kalau masih nggak suka, itu sama aja mereka protes dan nggak menghargai sama ciptaan Tuhan. Done!

BACA JUGA : 9 Hal yang dilakukan pria sejati ketika menjalin suatu hubungan

5. Perlihatkan bahwa hubungan kalian berdua mengarah ke hal-hal yang positif.

Cara selanjutnya, kamu dan dia udah tau nih kalau masih juga nggak direstui. Ada baiknya kamu yakinkan mereka bahwa ketika kamu bersamanya segala permasalahan terasa lebih mudah.

Skripsimu makin cepat selesai, kamu jadi sering banget tersenyum, kamu memiliki planing masa depan yang jelas, kamu makin subur—maksudnya kamu dikasih makan banyak sama dia. Nah, itu kan juga termasuk progres yang positif. Biar mereka tahu bahwa pilihan anaknya itu, bukan hanya sekedar cinta monyet, tapi emang serius buat ngejagain anak orang dengan rencana yang matang.

6. Suruh si dia sering-sering silaturahim ke orang tuamu.

ke calon mantu

“Pagi om, …”

“Pagi …”

“Prapti-nya ada om?”

*sambil mlintir kumis “Nggak ada”

….

Mau nggak mau si dia harus datang ke rumah dan bertemu langsung dengan orang tua agar saling mengenal satu sama lain. Paling enggak setor muka sering-sering agar mereka melihat keseriusan kalian dalam berhubungan. Kenapa?

Karena mungkin aja mereka bilang nggak suka karena belum tau dan belum mengenal lebih jauh. Lah kalau kasusnya kayak poin pertama, belum ketemu tapi udah bilang nggak suka, gimana Mbak Indah?

Tetep harus dipertemukan bagaimanapun caranya, mungkin kamu harus secara perlahan membujuk ortu agar mau membuka hatinya. Bilang aja, nggak baik menilai orang melalui imajinasi yang belum pasti.

Tebakan Mbak Indah sih, mereka bilang nggak suka padahal belum ketemu itu, mereka Cuma takut kalau kamu bawa cowok atau cewek yang nggak bener.

7. Jangan menyerah sekarang, orang tuamu mulai terbuka atas pilihanmu tuh.

Ketika langkah-langkah itu udah kamu jalankan dan masih belum dapat restu juga, jangan bubar dulu, beri mereka waktu untuk berpikir. Yakinlah, hati orang tua akan luluh juga ketika anaknya benar-benar serius dalam berhubungan apalagi pasanganmu sudah serius berkata akan siap melamar kapan aja. Mmmmmmm….so sweet.

8. Jika semua cara tak berhasil, pertahankan hubungan jangan ikuti kata orang tua!

Mungkin kamu sering mendengar quote, segalanya akan berjalan lancar ketika ada restu orang tua termasuk dalam hal memilih jodoh.

Tapi menurut Mbak Indah, jodoh itu ada ditangan kita sendiri, kita cari sendiri, kita juga nggak bodoh-bodoh amat dalam milih pasangan. Melalui proses yang jelas juga, kayak PDKT, mengenal satu-sama lain, melihat latar belakang orang tua, attitudenya seperti apa, menyusun rencana masa depan seperti apa. Kita juga mikir sampai situ kok.

Sedangkan orang tua, nggak berhak melarang kita mau berhubungan dengan siapapun. Apalagi sampai merendahkan orang lain perkara pekerjaan atau fisiknya semata. Tugas mereka adalah memberi jalan dan memberi sudut pandang netral terhadap kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi.

Contoh, kamu punya pacar yang kerjanya wirausaha sedangkan yang diinginkan orang tua adalah calon menantu yang bekerja sebagai PNS. Kemudian kamu dilarang keras behubungan sama dia karena masa depannya PASTI suram. Kamu ditakut-takuti kalau kamu sama dia, anak kamu akan dikasih makan apa?—ya makan nasilah masa lumut— Gimana nanti sekolahnya? Dan sebagainya.

Hmmm…yang perlu digarisbawahi adalah janga buru-buru menyimpulkan hal yang belum pasti. Masa depan siapa yang tau? Bagi orang tua, mohon pengertiannya bahwa kami juga bukan Tuhan yang bisa menerka akan seperti apa nantinya.

Poin ini bukan nyuruh bantah orang tua loh, tapi mencoba realistis terhadap keadaan bahwa nggak semua yang dibilang orang tua itu selalu benar. Bisa saja mereka salah hanya karena ketakutan mereka yang berlebihan atau hasutan dari orang lain.

Jika ingin protes, proteslah yang cerdas dengan alasan yang logis 🙂

Selamat berjuang ya kamu… 🙂