Trik Biar Pencapaian Tahun Ini Keren dan Nggak Gembos Kayak Tahun-Tahun Sebelumnya

pencapaian

Wovger pernah nggak, tiba-tiba suatu hari bangun pagi dengan penuh semangat, lalu merencanakan serta menuliskan sederet mimpi dan cita-cita seperti yang biasa diajarkan oleh om Mario Teguh itu, namun saat ingin melakukan, mendadak rasa malas menghantui. Hingga akhirnya praktik pun tiada. Atau mungkin pernah praktik, tapi nggak berlangsung lama.

Pernah?

Kemudian, Wovger menatap kertas-kertas yang tertempel rapi itu. Kertas-kertas berisi barisan demi barisan mimpi yang hanya menjadi semangat. Ya, semangat. Semangat saat menuliskannya, namun bukan semangat saat mempraktikkannya.

Pernah?

BACA JUGA: Sepucuk Surat Untuk Diri Sendiri Yang Masih Sering Mengeluh

Kamu pikir, dengan bertanya gitu, Mbak Indah ini lantas akan menjustifikasi, lantas berteriak lantang, melontarkan sumpah serapah seolah tindakanmu salah?

Enggak. Percaya deh. Mbak Indah ini manusia biasa juga. Bukan motivator paling benar yang kalau foto di mana-mana harus menampilkan muka senyum ala orang sukses dan menjulurkan jempol itu. Bukan!

Sekali lagi, Mbak Indah ini manusia biasa. Pernah dan sering salah. Tapi tetep selalu pengen serta berusaha jadi pribadi yang lebih baik setiap waktu. Maka dari itu selalu melakukan trial and error dalam hidup, biar ketemu, pola hidup mana yang baik menurut Mbak Indah, dan mana yang enggak. Mungkin hampir sama dengan seperti yang Mbah Abraham Maslow pernah ungkapkan, bahwa:

“Setelah kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan keselamatan, manusia termotivasi secara alami untuk memulai suatu pencarian yang berkelanjutan, demi mencapai potensi manusia itu sendiri.”

Pencarian berkelanjutan itu bentuknya apa?

Ya, cara-cara hidup yang Mbak Indah maksudkan tadi. Cara yang untuk diketahui benar atau salahnya, harus dicoba dulu. Termasuk menyikapi tahun yang baru. Tahun yang seharusnya diisi dengan rencana dan resolusi. Biar apa? Ya, biar tiap bulan ngerti harus berbuat dan mencapai apa. Biar sampai akhir tahun ngerti, harus jalan ke mana dan sudah mencapai apa saja.

Ngomong-ngomong, sejelek apapun pencapaian, jika sebelumnya telah dituliskan, hasilnya akan lebih baik ketimbang tak menuliskan apapun di awal tahun, dan berencana mengikuti arus sampai akhir tahun. Maka dari itu, Mbak Indah mau membagi trik merencanakan pencapaian sejak awal tahun, biar hasilnya membahagiakan dan nggak gembos ketika akhir tahun kelak.

Pahami, bahwa bertindak itu tidak hanya butuh semangat. Tapi juga sumber daya.

foto: catfishdeluxe.tumblr.com

foto: catfishdeluxe.tumblr.com

Jika Wovger berpikir serius tentang membuat perubahan perilaku, kurangnya motivasi sebetulnya bukanlah suatu alasan. Menurut ilmuwan sosial BJ Fogg, masalah ini lebih mungkin berhubungan dengan kurangnya ‘kemampuan’.

Tunggu dulu, si Fogg ini bukan menganggap kalau kamu nggak mampu berubah kok.

Jadi gini, misal kita semua ini punya pengalaman, namun ketika ingin berubah, ternyata malah ada hambatan. Nah, hambatan itu bisa berupa uang, waktu dan keterampilan.

Hal inilah yang dapat mengganggu kemampuan kita untuk mencapai perubahan, meskipun telah dimotivasi. Karena faktanya, bisa saja seseorang itu punya keterampilan dan waktu, tapi tak ada uang untuk mengeksekusinya. Bisa pula, punya uang dan waktu. Namun nggak ada keterampilan.

Maka dari itu, untuk mengatasi hal ini, BJ Fogg menyarankan untuk menambah kekurangan sumber daya terlebih dahulu. Ini susah dilakukan, tapi memang harus, kalau nggak pengen bulan demi bulan hangus begitu saja tanpa melakukan proses yang berarti.

Misal Wovger punya bakat bagus, tapi ada kekurangan soal uang. Lalu untuk mengembangkan bakatnya, butuh uang. Maka dari itu solusinya ya kerja, memanfaatkan sumber daya gratis yang telah Tuhan berikan itu untuk bekerja demi mengumpulkan uang. Bisa mulai dari jadi karyawan, jadi pekerja lepas, atau kalau semua lowongan penuh, kayaknya nyobain jadi tukang jaga diesel di acara resepsi nikahan boleh juga. Coba itu si mantan dihubungi:

“Lagi mau resepsi nikahan nggak?”

Kalau iya, bales:

“Ada lowongan jadi tukang jaga diesel nggak?”

Lalu kalau ada, cobalah daftar. Nanti saat acara resepsi lagi meriah-meriahnya, jangan lupa dieselnya dimatiin aja!

Oh ya, selain bekerja, Wovger juga bisa bertemu dengan investor, untuk mengatasi kendala soal keuangan.

Satu hal yang perlu kamu ingat adalah: motivasi itu sifatnya sementara.

foto: bintang.com

foto: bintang.com

“Tak ada yang…. abaaaa…. diiiii. Tak ada yang…. abaaaa…. diiiii.”

Bener banget apa yang dinyanyikan Ariel Noah dalam lagu itu. Pantaslah, kalau Ariel dalam artikel yang dulu pernah ditulis Wovgo, disebut-sebut sebagai salah satu suri tauladan remaja masa kini, bersama dengan Mbak Puty Revita, Mantan Finalis Miss Indonesia 2014.

Ya, tak ada yang abadi. Termasuk soal motivasi.

Mungkin Wovger pernah berencana pingin kurus, dan bertekad kalau pagi di hari berikutnya harus jogging! Tapi ketika hari yang ditunggu-tunggu itu datang, ternyata apa yang direncanakan tak dijalankan. Belum apa-apa udah menyerah, dan bilang bahwa itu adalah soal kurangnya motivasi.

Padahal, sebenarnya bukan karena itu. Tapi kesadaran diri sendiri yang nggak ada. Itu kenapa, motivasi hanyalah bersifat sementara. Yang bisa betul-betul mempertahankan hingga menjadi konsisten ialah kesadaran diri, yang tertuang melalui praktik nyata.

Sistem reward and punishment layak diterapkan, demi meningkatkan kepribadian.

foto: morganmckinley.co.uk

foto: morganmckinley.co.uk

Mengharapkan lingkungan untuk memberi reward and punishment itu adalah sebuah harapan yang sungguh-sungguh konyol. Karena itu pasti tak akan bertahan lama. Justru yang bertahan lama adalah sistem yang dibuat oleh diri sendiri.

Misal, Wovger pingin tiap hari jogging minimal 30 menit. Kalau sampai 1 hari aja nggak jogging, maka harus ngasih uang 100 ribu ke siapapun. Tapi kalau bisa jogging terus secara konsisten, dan bisa bertahan sampai akhir bulan, maka beri reward untuk diri sendiri. Contoh: piknik ke luar kota. Reward jika 1 tahun konsisten: piknik ke luar negeri.

Itu contoh loh ya. Teknis reward and punishment mau dibikin seperti apa, terserah Wovger. Intinya, pola sistemnya kayak gitu.

“Ngomong gitu mah gampang, Mbak Indah. Aku juga udah tahu.”

“Ya, tahu itu penting. Tapi lebih penting lagi: praktik.”

Trik ini bagus dan manjur jika bener-bener dipraktikkan. Lagian, kalau Wovger baca-baca buku, artikel dan tips tentang pengembangan diri, solusinya ya bakal gitu-gitu aja. Jadi intinya bukan pada tahu, tapi sekali lagi: praktik.

Penting juga untuk mencari tahu: kenapa kamu harus butuh motivasi dari masalah tersebut?

foto: info.ahredchair.com

foto: info.ahredchair.com

Tanyakan pada diri sendiri, kenapa aku harus butuh motivasi untuk berubah. Contoh kecil:

 

Q: “Mengapa kamu harus mulai mencari kerja?”

A: “Karena aku butuh lebih banyak uang.”

Q: “Oke. Kenapa kamu ingin lebih banyak uang?”

A: “Karena pingin ngelamar kamu, Indah.”

 

Nah, itu adalah contoh percakapan antara Mbak Indah dengan Mas pacar. Meski sebetulnya, masalah utamanya bukan pada uang untuk biaya nikah. Tapi karena…

*batas curhat*

*saatnya meluruskan bahasan*

BACA JUGA: Tips pernikahan hemat namun tetap berkelas

Intinya, setelah Wovger menemukan alasan yang terdalam, segera tuliskan dan letakkan di tempat yang gampang terlihat. Biar kalau lagi pingin males-malesan, akhirnya nggak jadi, dan memilih untuk kerja yang lebih keras lagi.

Sepeda itu terus melaju gara-gara dikayuh. Bukan karena berhenti.

foto: cygnusconsultants.com

foto: cygnusconsultants.com

Ya, sepeda itu bisa terus melaju gara-gara dikayuh. Bukan karena berhenti. Karena saat berhenti, cepat atau lambat pasti akan jatuh. Maka dari itu, manusia harus terus tumbuh dan berkembang.

Manusia itu ada dua macam mindset: ‘tetap’ dan ‘berkembang’. Tergantung pada lingkungan dia hidup. Atau, pada bagaimana dia menyikapi efek dari lingkungan tempat dia hidup.

Mindset ‘tetap’ adalah pola pikir orang yang kolot dan suka tinggal di tempat yang aman. Tak mau jika kenyamanannya diganggu. Atau kalau perlu, menolak mentah-mentah.

Sedangkan mindset ‘berkembang’ adalah pola pikir orang yang melihat hambatan dan tantangan sebagai peluang untuk tumbuh serta berkembang di luar kemampuan yang ada sekarang.

Kedua pola pikir ini menuntun kamu dalam berperilaku. Biasakanlah diri untuk memiliki pola pikir yang berkembang, menyukai tantangan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

***

Nggak ada cara lain untuk menjadi lebih baik, kecuali dengan maju dan terus berkembang. Karena berhenti, sama dengan mati. Antara mati karena memang nyawanya dikehendaki Tuhan, atau mati sebelum kematian yang sesungguhnya. Semoga tahun ini berakhir dengan penuh bahagia. Selamat mencoba! 🙂