Festival-Festival Budaya Unik Yang Cuma Ada Di Indonesia

Tradisi Pasola

Bicara tentang budaya di Indonesia itu emang gak ada abisnya. Bayangin ajah, di Indonesia ini udah ada banyak suku, dan setiap suku pasti punya kebudayaan masing-masing yang unik. Makanya, kalau urusan budaya, Indonesia itu melimpah banget.

Wovger yang muda-muda gimana nih? Udah mau sama-sama membantu usaha pelestarian budaya belum? Jangan pas udah di klaim bangsa lain, baru pada ribut. Kayak mobil listrik ‘SELO’ karya Bang Ricky Elson yang sekarang udah dibiayai Malaysia, lalu kompor Biomassa karya Muhammad Nurhuda yang sekarang justru diproduksi oleh Norwegia, dan beberapa lainnya yang Bang Jho tulis di postingan berjudul:

Jadi kreatif di indonesia itu susah! Ini dia bukti kreatifitas anak bangsa yang terhambat

Ayo, kita bareng-bareng, menjaga kekayaan Indonesia biar gak direbut Negara lain. Baik itu kekayaan alam, intelektual, maupun kekayaan lainnya.

Berikut ini ada beberapa festival budaya unik yang ada di Indonesia yang wajib kita jaga dan lestarikan bareng-bareng:

Festival Erau Kertanegara

foto: simbupdar

foto: simbupdar

Erau adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan setiap tahun di kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Erau berasal dari bahasa Kutai, yaitu Eroh yang artinya ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh sukacita.

Jaman dulu, Erau ini diselenggarakan oleh kerabat istana saat kejayaan masa kerajaan Kutai. Tetapi karena masa kerajaan Kutai telah berakhir, maka sekarang festival Erau ini diambil alih oleh pemerintah sebagai peringatan hari jadi kota Tenggarong.

Di sini Wovger bakal melihat banyak sekali sajian yang akan ditampilkan, seperti penyalaan kembang api raksasa misalnya.

Dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai, akhirnya Erau dinyatakan sebagai pesta budaya dengan ketetapan waktu pelaksanaan. Erau secara tetap diselenggarakan pada bulan September, bersamaan dengan hari jadi kota Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Bahkan Festival Erau kini telah masuk dalam calendar of events pariwisata nasional. Erau juga tidak lagi dikaitkan dengan seni budaya Keraton Kutai Kartanegara, tetapi lebih bervariasi, dengan berbagai penampilan ragam seni dan budaya yang ada, serta hidup dan berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Festival Lembah Baliem

foto: 500px.com

foto: 500px.com

Buat Wovger yang hobi sama hal-hal berbau perang, bisa banget lho nonton festival ini.

Festival lembah Baliem ini awalnya digelar tahun 1989. Dulu Festival Lembah Baliem merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Festival ini menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun.

BACA JUGA: Potret eksotisme suku-suku di dunia

Wovger bisa menikmati tradisi perang di Festival Lembah Baliem ini di setiap bulan Agustus. Yang istimewa dari festival ini adalah adanya skenario pemicu perang. Asik yah, udah kayak film ajah, ada skenarionya segala.

Tradisi Pasola Sumba Barat

foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tradisi Pasola ini pada dasarnya adalah permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu sambil menunggang kuda. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama Marapu (agama lokal masyarakat Sumba). Permainan Pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat, yaitu Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan Pasola di ke empat kampung ini dilakukan secara bergiliran, antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.

Festival Lompat Batu – Fahombo, Nias

foto: panduanwisata.id

foto: panduanwisata.id

Fahombo, Hombo Batu atau Lompat Batu adalah olahraga tradisioanl Suku Nias. Jadi ini adalah Olahraga di Suku Nias, sekaligus sebagai ritual pemuda Nias mendapatkan status kedewasaan. Dengan mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bahwa mereka siap bertempur dan memikul tanggung jawab sebagai lelaki dewasa.

Jadi olahraga ini mengharuskan para pelakunya untuk melompati susunan bangunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 Cm. Sangar Men!!!

BACA JUGA: 12 alasan kenapa kamu gak boleh traveling keliling Indonesia!

Ini Bang Jho kalau disuruh lompat pasti bakal mikir-mikir dulu ribuan kali. Takut kalau nanti pas lompat selangkangannya kenapa-napa.

Masih jomblo ini, gak mau neko-neko ngelakuin sesuatu yang mengancam keselamatan aset masa depan.

Festival Karapan Sapi, Madura

foto: formi-pb.or.id

foto: formi-pb.or.id

Wovger pasti sudah banyak yang pada tahu festival ini kan?

Karapam Sapi merupakan istilah untuk menyebut perlombaan Pacuan Sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Pada perlombaan ini sepasang sapi akan menarik kereta kayu tempat joki berdiri mengendalikan sapi. Sapi-sapi ini akan saling berlomba dalam trek pacuan sepanjang 100 meter.

Beberapa kota di Pulau Madura biasanya menyelenggarakan Karapan Sapi ini pada bulan Agustus dan September setiap tahunnya. Pertandingan final biasanya diadakan pada akhir bulan September, bertempat di bekas kota Residenan Pemekasan, memperebutkan Piala Bergilir Presiden.

Rambu Solo’ Tanah Toraja

foto: monyetnyengir.com

foto: monyetnyengir.com

Rambu Solo’ merupakan acara tradisi di Tanah Toraja. Acara ini diadakan untuk menghormati orang yang meninggal, agar rohnya sampai dengan cepat dan selamat. Rambu solo’ merupakan prosesi pemakaman orang dari kalangan bangsawan. Bagian lain dari pemakaman adalah penyembelihan kerbau. Semakin berkuasa seseorang, maka semakin banyak kerbau yang disembelih.

BACA JUGA: Alasan kenapa Wovger harus melakukan ‘solo traveling’

Puncak upacara ditandai dengan penyembelihan puluhan kerbau dan ratusan babi, lalu juga diiringi musik dan tarian. Sebagian daging tersebut diberikan kepada para tamu dan dicatat, karena hal itu akan dianggap sebagai utang pada keluarga almarhum.

Meninggal di tanah Toraja itu mahal banget yah. Tapi festival budayanya asik sih.

Festival Komodo

foto: kaskus.co.id

foto: kaskus.co.id

Festival Komodo merupakan sebuah festival yang bertujuan untuk memperkenalkan semua hal tentang Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Festival ini akan diramaikan dengan karnaval, pawai budaya, pameran, dan atraksi kesenian.

Salah satu yang paling menarik dari tradisi ini adalah atraksi Tari Caci yang merupakan kesenian khas daerah setempat. Tari Caci merupakan tari perang antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai.

Festival Teluk Jailolo

foto: travel.detik.com

foto: travel.detik.com

Jailolo merupakan nama lain yang diberikan penduduk setempat untuk Pulau Halmahera, Maluku Utara.

BACA JUGA: Jangan ke Maluku! 8 Destinasi ini akan membuatmu nggak mau pulang

Festival Teluk Jailolo merupakan sebuah perayaan di Pulau Halmahera dengan berbagai pertunjukan budaya seperti Cakalele, Soya-soya, Legu Sarai, musik Yanger, Tataruba, Sara Dabi-dabi, Horum Sasadu, serta acara kuliner kolosal yang mengundang semua pengunjung untuk makan bersama.

Festival Danau Toba

foto: foto.kompas.com

foto: foto.kompas.com

Festival Danau Toba sebenernya merupakan pengganti Pesta Danau Toba yang kurang begitu terkenal. Festival Danau Toba ini terselenggara atas gagasan ‘Kemenparekraf’ yang berkolaborasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara untuk menghadirkan festival yang mampu menjadi daya tarik wisata. Danau Toba kini berusaha mengangkat budaya lokal yang dikemas dengan lebih profesional. Yang menjadi daya tarik dari festival ini adalah Karnaval Sigale-gale, yaitu pertunjukan boneka kayu khas Batak Toba.

Grebeg Maulud Yogyakarta

foto: travel.detik.com

foto: travel.detik.com

Grebeg Maulud diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal. Di Festival ini, Wovger akan melihat gunungan yang diarak di tengah-tengah masyarakat. Gunungan tersebut berisi berbagai macam sayuran dan hasil bumi lainnya. Hal ini dimaksudkan sebagai satu perlambang kemakmuran dan kekayaan tanah mataram.

Sebelum perayaan Grebeg Maulud, biasanya didahului dengan adanya Sekaten, yaitu pasar rakyat di alun-alun utara Yogyakarta. Selain Grebeg Maulud, ada juga Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar. Yang membedakan hanyalah waktu perlaksanaannya ajah. Kalau Grebeg Syawal dilakukan setelah bulan Ramadhan, dan Grebeg Besar dilakukan setelah idul adha.

BACA JUGA: 10 Alasan yang bikin pendatang pada betah di Jogja

Nah, itu tadi beberapa festival unik yang ada di Indonesia. Masih ada banyak banget yang belum Bang Jho review sih. Bukan apa-apa, nanti kalau kepanjangen kalian juga pasti males kan, bacanya? Selain itu, nulis panjang kan butuh waktu lama. Kalau waktunya Bang Jho pakai untuk nulis terus, lalu nyari pacarnya kapan dong?!

Oh ya, kalau Wovger ada masukan tentang festival-festival lain yang belum Bang Jho tulis di atas, boleh lah tulis di kolom komentar. Siapa tahu besok Bang Jho ada niatan buat nulis festival unik di Indonesia bagian dua.