Friendzone, Wilayah Yang Sama Mematikannya Dengan Segitiga Bermuda

Penggunaan istilah friendzone semakin marak akhir-akhir ini. Kalau dari kata bahasa inggrisnya, friend artinya teman, zone artinya daerah. Jika digabung artinya menjadi daerah pertemanan. Dalam kamus bahasa gaul, friendzone terjadi jika dua orang manusia yang saling akrab, namun karena suatu hal tidak bisa menyatu menjadi sepasang kekasih.

Cowok: “Aku cinta kamu banget. Mau nggak kamu nemenin aku hingga akhir hayat?”

Cewek: “Aku juga cinta banget sama kamu.”

*si cowok berbinar-binar*

Cowok: “Jadi, sekarang, kita pacaran?”

Cewek: “Aku cintanya cuma sebagai temen tapi. Kita temenan aja ya.”

Hubungan merekapun akhirnya hanya sebatas temen. Tapi bukan temen biasa. Temen yang akrab banget, yang udah kayak sepasang kekasih. Tapi cuma temen. Bukan pula teman tapi mesra. Kalau itu sih lagunya Ratu.

Begitulah kurang lebih ilustrasi friendzone yang marak diderita oleh kaum-kaum muda kita. Penyebab dan jenis friendzone pun bisa macam-macam, nggak harus tepat seperti di atas. Ada juga kakak-adik zone. Umumnya, mereka yang menjadi korban adalah pria baik-baik atau good guy.

Kalau Wovger ada niatan keluar dari friendzone, ini Kak Zahrina kasih tips-tipsnya.

Pertama-tama, kamu harus mengakui dan menyadari kalau kamu sedang berada di dalam friendzone.

foto: psikologid.com

foto: psikologid.com

Tanda-tandanya kamu sedang berada di dalam friendzone, yaitu hubunganmu dengannya bisa dibilang sangat akrab. Sudah seperti orang pacaran. Namun faktanya tidak ada cinta di antara kalian. Cinta hanya sebatas perhatian pada teman, bukan kekasih.

BACA JUGA: 18 Foto ‘Melamar’ Yang Romantis Banget!

Dalam keadaan ini, kamu tidak punya hak melarang ini-itu, bahkan kamu tidak berhak cemburu, apalagi hak memiliki. Kewenanganmu hanya sebatas menasihati. Tentu tidak nyaman berada dalam lingkungan ini. Ibarat pepatah, mati segan hidup pun tak mau.

Kalau kamu merasakan keadaan di atas, berarti kamu sudah masuk dalam friendzone.

Cari tahu penilaian ‘temanmu’ terhadapmu.

foto: everydayfeminism.com

foto: everydayfeminism.com

Tips kedua yaitu cari tahu pendapat teman (dalam tanda kutip) terhadapmu. Tanyakan padanya, sebenarnya peran apa yang ia berikan untukmu. Apakah sebagai orangtua, saudara, kakak, sahabat, atau siapa tahu, selingkuhan. Tapi kalau dia cuma menganggapmu sebagai rakyat Indonesia kebanyakan, Kak Zahrina cuma mau bilang kalau kayaknya pdkt-mu ke dia nggak bakal ketolong deh. Nggak bakal kemana-mana. Nggak bakal jadi apa-apa.

Dengan mengetahui peranmu di matanya, kamu bisa lebih objektif ketika bertindak. Selanjutnya, posisikan dirimu sebagai ‘teman’ yang nge-friendzone-in kamu. Ajukan pertanyaan ini pada diri sendiri.

Apa yang akan kamu lakukan jika ada orang yang mencintaimu tapi kamu nggak cinta? Akankah kamu cinta padanya? Adakah orang lain yang dicintai?

Tentunya kamu nggak bisa mencintai orang yang tidak kamu cintai, bukan? Demikian juga yang ‘temanmu’ itu lakukan.

Nyatakan perasaanmu yang sejujurnya, jika kamu merasa tidak nyaman dan ingin keluar dari hubungan itu.

foto: gettingoutofthefriendzone.net

foto: gettingoutofthefriendzone.net

Friendzone memicu ketidakjelasan bagi korban dan pelakunya. Yang paling terintimidasi adalah si korban. Kalau kamu sudah niat mau keluar, katakan yang sejujurnya bahwa kamu ingin kejelasan: menyeriusi hubungan atau tidak sama sekali.

BACA JUGA: 7 Cara ampuh move on setelah batal nikah

Jika ia berubah pikiran dan mau serius, selamat, urusan sudah beres. Jenjang hubungan telah berubah dan meningkat. Namun jika ia tetap pada pendapatnya untuk berteman saja, maka kamu yang harus bertindak tegas. Tinggalkan secepatnya, atau tetap bersamanya namun membuat luka hati dan pikiran.

Ambil tindakan tegas untuk menjauh darinya.

foto: confitdent.com

foto: confitdent.com

Tak semua orang bisa tegas pada diri sendiri. Risikonya, kamu akan merasa kesepian dan kehilangan ‘teman’ yang paling berarti. Dia pun merasa demikian. Tahan godaan sekuat tenaga untuk tidak berhubungan dengannya. Kalau dia duluan yang SMS gimana? Ya tahan. Nggak usah dibales, nggak usah digubris.

Ingatlah bahwa kamu dan dia sama-sama bisa hidup mandiri.

foto: soundtrack.mtv.com

foto: soundtrack.mtv.com

Setiap kali godaan berkomunikasi muncul, ingatlah bahwa kalian bisa sama-sama mandiri. Kalian terlahir ke dunia sendiri-sendiri. Sekian puluh tahun sebelum bertemu dengannya, kamu juga hidup sendiri.

BACA JUGA: Kelakuan cewek yang wajib kamu tahu saat lagi sendirian di kamar

Lantas, mengapa cengeng hanya karena kehilangan satu orang saja? Dunia ini isinya sekitar 7 milyar manusia lho.

Keluar sesegera mungkin. Semakin lama berada di sana, semakin rumit jadinya.

foto: soundtrack.mtv.com

foto: soundtrack.mtv.com

Kak Zahrina tegaskan lagi, friendzone memicu ketidakjelasan bagi korban dan pelakunya. Jangan kelamaan di sana, nanti kamu lupa jalan pulang. Kemudian drama, merasa bahwa tanpanya, kamu cuma bagai butiran debu.

Semakin rumit lagi malah kalau dia sudah punya pasangan. Bisa-bisa kamu kena labrak sama pasangannya, karena dianggap sebagai parasit dalam rumah tangga atau hubungan mereka.

Nggak usah tunggu nanti-nanti. Nggak usah pake tapi-tapi. Segeralah keluar sebelum semakin banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Cepat-cepat keluar, sebelum terjadi perang dunia ketiga.

Cari orang lain yang lebih tepat untuk dicintai.

foto: generationo.rocks

foto: generationo.rocks

Saatnya kamu mencari pengganti yang baru. Masih banyak ikan di lautan. Nggak perlu berkecil hati, meski di lautan juga lagi banyak yang mancing. Tapi Kak Zahrina yakin kalau kelak kamu pasti akan menemukan pengganti yang lebih baik darinya. Sementara itu, lakukanlah hal-hal baik untuk terus memantaskan diri.

Segitu dulu sih saran keluar dari friendzone dari Kak Zahrina. Buat yang ingin konsultasi, bisa ke Mbak Indah. Dia ini sudah khatam lho dalam menjalin berbagai macam hubungan. Mulai dari nge-friendzone-in hingga berjuang mendapat restu sudah pernah ia lalui.