Oh Iya Ya, Setiap Anak Pasti Pengen Diginiin Sama Orangtuanya

anak dan orang tua

Sebagai orang yang pernah jadi anak-anak, hal apa yang dulu paling pengen Wovger lakukan bareng orangtua? Pasti ada dong. Karena setiap anak pasti memiliki impian yang pengen dilakukan bersama orangtua mereka entah itu hal-hal kecil kayak main kelereng bareng, sampai hal-hal besar kayak bisa kerja bareng di kantor kedutaan. Jadi office boy.

BACA JUGA: Profesi-profesi di Indonesia dengan gaji fantastis!

Sebagai calon orangtua, atau kalau emang udah jadi orangtua, Wovger harus tahu, hal apa yang anak-anak ingin lakukan bersamamu. Karena seringkali, apa yang orangtua inginkan dengan apa yang anak-anak pikirkan itu beda.

Maka dari itu, disini Kak Zahrina pengen ngasih tahu tentang apa yang bener-bener anak-anak inginkan, dan sangat ingin melakukan ini bareng orangtuanya:

Masuk ke kamar di malam hari, menyanyikan lagu dan membacakan cerita.

foto: ummi-online.com

foto: ummi-online.com

Anak-anak itu ternyata sering susah tidur di malam hari lho. Mereka akan tetap terjaga hingga tengah malam tiba. Tahukah, bahwa mereka ingin Wovger ada di kamar bersama mereka dan membacakan cerita untuknya?

Mereka senang sekali menyimak cerita darimu, meskipun kadang cerita itu sudah kamu ulang berkali-kali. Bagi mereka, yang penting bukanlah ceritanya. Namun kehadiranmu di sana untuk menemani.

Berikan ciuman dan pelukan dan berbicara dari hati ke hati.

foto: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

foto: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Dari sudut pandangn orang dewasa, kita jarang berbicara dari hati ke hati kepada anak-anak, karena menganggap mereka masih terlalu kecil dan belum mengerti. Padahal aslinya nggak gitu.

BACA JUGA: Hai Cewek, Sebelum Kamu Menikah, Pastikan Tanda-Tanda Ini Ada Pada Calon Suamimu

Anak-anak bahkan merasa sudah dewasa dan mengerti. Mereka juga bisa merasa dan ingin sekali berbicara dengan orangtua dari hati ke hati. Mereka juga pengen agar orangtua bisa ngerti apa yang lagi mereka rasakan.

Menghabiskan quality time tanpa saudara lainnya.

foto: katalogbunda.com

foto: katalogbunda.com

Meski Wovger bisa berbuat adil dan memberikan kasih sayang dengan seimbang untuk semua anak, tetap saja mereka punya rasa cemburu. Mereka bisa merasa kalau kamu lebih sayang pada saudara lainnya ketimbang sama mereka. Padahal, aslinya ya sama saja. Untuk meredam kecemburuan mereka, habiskanlah quality time hanya bersama ia seorang. Misalnya, pergi jalan-jalan bertiga saja tanpa mengajak yang lain, cukup ayah, ibu, dan salah satu anak. Atau, cukup 2 orang kayak foto di atas juga bisa. Intinya, sediakan waktu buat mereka.

Mengizinkan mereka makan-makanan yang diinginkan.

foto: ibudanbalita.com

foto: ibudanbalita.com

Wovger ingat nggak, kalau dulu sering dilarang sama orang tua, nggak boleh makan yang aneh-aneh? Nggak boleh minum es. Nggak boleh makan saus. Nggak boleh makan pedes. Nggak boleh jajan yang banyak micinnya. Nggak boleh makan penjualnya.

Ya, jelas, lah, yang terakhir itu nggak bakal boleh. Nanti dikira kanibal.

BACA JUGA: Makanan yang kamu kira sehat tapi nyatanya nggak sehat

Nah, semua anak kecil rata-rata menginginkan supaya Wovger mengizinkan mereka makan-makanan apa saja yang mereka sukai. Menurut Kak Zahrina sih, sekali-kali nggak apa-apa. Beneran. Sekali-kali doang, jangan lagi-lagi. Asal bukan makanan yang beracun aja.

Lalu setelah itu, jelaskan ke mereka tentang dampak buruk dari makanan-makanan yang kamu larang itu. Katakan juga, kamu nggak ada maksud lain dalam larangan itu, kecuali maksud biar dia tumbuh jadi anak yang sehat dan kuat.

Di malam hari, berbicara padanya tentang sekolah, teman, keluarga, dan lainnya.

foto: zwitsal.co.id

foto: zwitsal.co.id

Anak kecil sama seperti manusia lainnya. Meski masih kecil, mereka punya perasaan seperti orang dewasa, dan mereka juga ingin didengarkan seperti orang dewasa. Alangkah lebih baik jika Wovger meluangkan waktu sebentar untuk menyimak curhatan-curhatan mereka. Karena pasti banyak hal yang dialami anak di sekolah, dan ingin ia ceritakan padamu.

Nggak usah jauh-jauh deh, coba bercerminlah pada diri sendiri. Saat kecil dulu, berapa banyak cerita yang pengen Wovger ceritakan ke orangtua, tapi ujung-ujungnya dipendam sendiri, karena orangtua lebih tertarik dengan kesibukan dan urusannya sendiri?

Membiarkan mereka bermain di luar sesuka hati.

foto: agungbawantara.blogspot.com

foto: agungbawantara.blogspot.com

Ini juga salah satu keinginan terbesar anak-anak lho.

Wovger tau nggak sih, apa yang paling nggak disukai anak-anak? Mereka itu paling nggak suka kalau lagi asik-asiknya main, lalu tiba-tiba dijemput disuruh pulang! Apalagi jemput nyuruh pulangnya sambil jewer dihadapan temen-temennya.

Yakin deh, itu anak bakal benci banget. Bahkan, bisa-bisa balas dendam, dan pengalaman itu nggak akan dia lupakan seumur hidup.

BACA JUGA: Mainan cowok di era 90an yang nggak pernah terlupakan

Selain nggak bisa melanjutkan permainan, pasti mereka merasa sangat malu di hadapan teman-temannya. Jadi kalau Wovger beneran pengen nyuruh anak-anak pulang, jemput baik-baik, ajak dengan lembut. Kalau mereka lagi main kelereng, bilang ke dia:

“Sekali lagi, ya, Dek. Ibuk tungguin nih.”

Nah, dengan begitu, anak jadi paham, kalau waktu main itu ada batasnya. Atau, biar kamu nggak kelihatan nganggur waktu nungguin anak main kelereng, ikutan sekalian juga nggak apa-apa. Kali aja menang.

Nonton acara televisi favorit bareng-bareng.

foto: abiummi.com

foto: abiummi.com

Kita kadang merasa terlalu dewasa dan terlalu nggak punya waktu untuk menemani mereka nonton acara televisi favoritnya. Sebaiknya, sesekali, luangkan waktu untuk menemani mereka nonton. Ya nggak perlu setiap hari juga. Sebaiknya, dijadwalkan. Kalau terasa bosan, bisa coba diselang-seling dengan nonton di bioskop.

Mereka ingin kamu menunggui mereka saat sekolah.

foto: jabar.pojoksatu.id

foto: jabar.pojoksatu.id

Sekolah bisa jadi tempat yang mengerikan bagi anak-anak. Di sanalah mereka belajar bersosialiasi untuk pertama kalinya. Di lingkungan yang sama sekali asing. Bayangkan. Itu perasaannya nggak jauh beda dengan ketika Wovger pertama kali merantau, dan nggak ada kerabat atau sanak keluarga di tempat perantauan. Saat pertama kali datang, nggak ada hal yang bisa dilakukan kecuali celingak-celinguk doang.

BACA JUGA: Ibu Yuniati, seorang buruh cuci asal Bantul Yogyakarta, sekolahkan anaknya hingga S-3 di Jepang

Di bulan-bulan awal, mereka ingin kamu menemani di sana, hingga mereka merasa tidak takut lagi. Mulai besok, kalau anak masih takut-takut gitu, cobalah ditemani dulu. Sekali, dua kali, asal jangan sampai 300 kali. Itu namanya setiap hari! Nanti kalau setiap hari, anak malah jadi nggak mandiri. Jadi, kalau sudah saatnya memang anak harus mandiri, tinggalkan. Nggak perlu lagi ditungguin.

Mereka ingin diantar-jemput saat berangkat dan pulang sekolah.

foto: sp.beritasatu.com

foto: sp.beritasatu.com

“Aku udah dijemput nih, duluan ya!”

Muncul perasaan iri dalam diri anak-anak yang sering diantar-jemput, apalagi jika yang mengantar-jemput adalah orang tuanya sendiri.

Anak-anak yang nggak pernah dijemput dan merasa iri, nggak pernah menceritakan hal ini ke orangtuanya, karena takut dimarahin dan dianggap manja. Maka dari itu, Wovger juga harus peka. Sekali-kali, antar-jemput anak-anak saat lagi nggak sibuk.

Hal apalagi yang ingin Wovger lakukan bersama orangtua saat anak-anak dulu? Pastinya banyak banget ya. Sebagai orang dewasa yang pernah anak-anak, jangan pernah meremehkan mereka, apalagi menganggap mereka masih kecil dan nggak paham apa-apa. Manfaatkanlah waktu ini dengan baik. Karena masa kecil mereka hanya sekali. Jadikan itu menjadi momen terbaik yang nggak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.