Besok-besok kalau ke Ponorogo sekalian wisata kuliner ah. Nggak sabar nyobain makanan nomer 5.

Nama Ponorogo kian hari kian menasional. Terutama sejak terbitnya sebuah novel karya A. Fuadi yang menceritakan kehidupan para santri di Gontor, pondok pesantren modern di Ponorogo. Sejak kita kecil pun, kita sudah diajari untuk mengenal budaya Ponorgo. Ya, reog Ponorogo yang terkenal itu ikut membantu mengharumkan nama kabupaten ini.

Sayangnya, tidak banyak tulisan yang mengulas tentang makanan-makanan khas Ponorogo. Nah biar nggak kecolongan saat mampir kesana, Wovger harus cobain makanan-makanan khas ini. Harga semua kuliner ini terjangkau kok. Cuma sate Ponorogo saja yang sedikit mahal karena menggunakan daging ayam. Itupun nggak mahal-mahal amat. Masih mahal biaya kencan Wovger pokoknya. Apalagi kalau kencannya di Ponorogo, sambil makan sate Ponorogo.

1. Sate Ponorogo

SATE AYAM PONOROGO

foto: sate-ponorogo.blogspot.com

Sate khas Indonesia yang harus Wovger coba selain sate Padang dan sate ayam Madura adalah sate Ponorogo.

 

“Apa yang membedakan sate Ponorogo dengan sate lainnya?”

“Yang masak, orangnya, beda.”

 

BACA JUGA: Di balik masakan rendang yang bikin lidah kamu bergoyang

 

Emm… pada dasarnya hampir sama sih proses masaknya, yaitu terdiri dari bumbu kacang dan kuah kacang. Yang bikin beda adalah cara pengirisian dagingnya yang mirip seperti fillet. Sate Ponorogo rata-rata berisi 2 iris daging berukuran besar yang dipotong memanjang.

2. Pecel Ponorogo

foto: infomakan.com

foto: infomakan.com

Kalau Wovger beneran jadi kencan, lalu makan sate dan masih belum kenyang juga, cobalah pecel Ponorogo. Satu piring pecel ponorogo mengandung banyak vitamin dan zat yang bermanfaat bagi tubuh. Bayangkan saja, isinya ada kembang turi, kacang panjang, kecambah, daun pepaya, daun singkong, petai cina, mentimun, daun kemangi, dan bayam. Rumput nggak ada. Dikata sapi?

Kemudian masih ditambah rempeyek dan lauk-pauk yang lain. Dijamin kenyang. Kalau ditambah sate tadi, jadinya kenyang banget.

Perbedaan pecel ponorogo dengan pecel lain terletak pada bumbunya. Pecel ini memiliki bumbu kacang yang kental, pedas, serta harum baunya. Tetapi harumnya tidak seharum seperti orang yang sehabis memakai parfum.

3. Dawet Jabung

foto: pariwisataponorogo.com

foto: pariwisataponorogo.com

Habis makan sate dan pecel, enaknya minum es dawet Jabung. Namanya dawet Jabung karena asalnya dari desa Jabung di Ponorogo. Dawet Jabung isinya macam-macam, ada cendolnya, ada ketannya, ada nangkanya, kadang ada jagung manisnya juga. Yang nggak ada mungkin cuma yang nemenin aja. Iya, itu kalau Wovger kencannya dengan diri sendiri kayak dalam artikel ini:

Jangan dia terus yang diajak kencan. Sesekali, kencani dirimu sendiri!

Dawet Jabung ini harganya nggak mahal kok. Masih dibawah Rp5.000. Masih terjangkau lah ya.

4. Utri

foto: dalfig.blogspot.com

foto: dalfig.blogspot.com

Utri yang Kak Zahrina maksud di sini Utri makanan lho ya. Bukan Utri bernama lengkap Marcello Dell’Utri yang merupakan mantan penasehat Perdana Menteri Silvio Berlusconi asal Italia itu. Kalau itu mah, fotonya bukan yang di atas itu. Tapi yang di bawah ini.

foto: executive-magazine.com

foto: executive-magazine.com

Wovger udah pernah cobain makanan utri? Kalau belum, buruan cobain deh waktu main ke Ponorogo. Makanan berbahan dasar ketela pohon ini dibungkus dengan daun pisang. Bukan daun pintu, apalagi daun telinga.

Cara pembuatannya, ketela yang sudah diparut halus diberi gula merah kemudian dikukus.

5. Jenang Mirah

foto: negerikuindonesia.com

foto: negerikuindonesia.com

Jenang apa yang paling terkenal di Ponorogo? Jenang Mirah namanya. Makanan tradisional ini ditemukan oleh perempuan ahli pembuat jenang yang tinggal di Josari, namanya Mirah.

 

“Kayak nama warna, ya, Kak?”

“Itu merah!!!”

 

BACA JUGA: ColorCode Personality, Warna Yang Manakah Yang Menunjukkan Kepribadianmu?

 

Bahan dasar pembuatan jenang mirah ini terdiri dari santan, gula kelapa, dan beras ketan. Saat membuka bungkus jenang mirah, pastikan Wovger segera menghabiskannya, karena jenang ini nggak pakai bahan pengawet.

6. Brangkal

foto: tokopedia.com

foto: tokopedia.com

Kalau utri adalah singkong parut yang direbus, maka tidak demikian halnya dengan brangkal. Setelah dikupas, singkong ini langsung dikukus dan direbus. Setelah itu, baru deh dipotong-potong. Nah setelahnya lagi, dijemur dan dibumbui dengan bumbu manis/pedas.

7. Gandos

foto: id.wikipedia.org

foto: id.wikipedia.org

Ternyata eh ternyata, kata-kata ‘gandos’ yang sering kita dengar adalah nama makanan khas Ponorogo. Padahal, banyak orang sering banget pakai nama itu untuk hal-hal yang nggak berhubungan dengan makanan. Kayak misal ada temen yang nge-share prestasi di social media, terus ada yang komen:

 

“Jos gandos!”

 

BACA JUGA: 8 Perubahan manusia akibat media sosial. Bagaimana denganmu?

 

Kembali ke makanan.

Bahan utama gandos adalah ketan hitam yang dikepal hingga berbentuk bulat. Gandos disajikan dengan taburan gula putih halus di atasnya. Cocok untuk menemani kegiatan santaimu di sore hari, bersama diri sendiri. Kan, jomblo.

8. Serabi kuah

foto: diahdidi.com

foto: diahdidi.com

Serabi khas Ponorogo beda dengan serabi Solo yang mudah ditemui. Jika serabi Solo disajikan tanpa kuah, maka sebaliknya dengan serabi Ponorogo. Serabi Ponorogo disajikan dengan kuah santan yang dicampur gula jawa plus taburan kelapa parut di atasnya. Umumnya, serabi kuah disantap di pagi hari sebagai pengganti menu sarapan.

9. Piya-Piya

foto: putriwarok.wordpress.com

foto: putriwarok.wordpress.com

Eits, meski namanya mirip dengan bakpia, piya-piya nggak sama dengan bakpia. Piya-piya adalah bakwan khas Ponorogo. Sebenarnya adonannya sama saja sih dengan bakwan-bakwan lainnya. Yang bikin spesial adalah bentuknya.

BACA JUGA: Resep Kue Cubit Green Tea yang bisa kamu bikin sambil cubit-cubitan bareng pasangan!

Piya-piya memiliki bentuk yang indah, lengkungannya pas, dan ukurannya sama antara yang satu dengan yang lain. Usut punya usut, piya-piya dibuat dengan menggunakan cetakan sederhana, yaitu sendok sayur. Adonan dimasukkan ke sendok sayur sambil direndam di minyak panas. Jadi deh, piya-piya. Tapi Wovger jangan pernah makan piya-piya yang kayak gini ya:

foto: youtube.com

foto: youtube.com

Karena kalau yang di atas itu bukan makanan, tapi lagu yang dinyanyikan oleh Atif Aslam, Shreya Ghoshal dan Sachin–Jigar dalam film Tere Naal Love Ho Gaya. Namanya pun bukan Piya-Piya, tapi Piya O Re Piya.

Aduh, kenapa malah kelepasan jadi bahas India-India-an?

Ini kalau dilanjutin, bisa-bisa Kak Zahrina ngetiknya sambil joget-joget. Jadi, segitu dulu ya!

***

Lengkap banget kan kuliner Ponorogo? Makanan berat ada, minuman ada, cemilannya juga ada. Tinggal jodoh aja yang belum ada. Meski Wovger jomblo kayak Bang Jho, tetep semangat ya!

Percaya deh, harga kuliner-kuliner di Ponorogo itu murah-murah. Dijamin, pulang-pulang perut kenyang dan nggak bikin kantong bolong. Kalau bolong, coba pergi ke penjahit, siapa tahu kantong celananya perlu dijahit. Biar besok kalau tangannya masuk ke dalam kantong, nggak sambil garuk-garuk.