Jancuk! Baca ini dulu, Cuk!

jancuk

Apa yang muncul dipikiran Wovger ketika mendengar kata di atas? Kasar? Saru? Nggak sopan? Pisuhan? Bahagia? Ketawa? Puas? Lega? Terserah kalian saja mau bereaksi seperti apa, semuanya boleh-boleh aja. Sebagai informasi, jancuk adalah kata ‘pisuhan’ khas Jawa Timur yang sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Saking seringnya diucapkan dan pengucapnya pun melakukannya dengan bangga, kata jancuk sedikit demi sedikit mengalami pergeseran makna dari buruk ke baik. Nggak selamanya kata jancuk itu buruk. Baca dulu penjelasan ini, Cuk!

1. Jancuk kedengarannya kasar. Namun bagi orang Jawa Timur khususnya arek Suroboyo, jancuk itu ya kata-kata biasa yang artinya nggak kasar.

Bagi warga Jawa Timur, jancuk layaknya segelas air yang diminum setelah makan. Harus ada dan nggak boleh ketinggalan. Dibandingkan beberapa tahun lalu, penggunaan jancuk semakin populer terutama di kalangan anak-anak muda.

Saat berkunjung ke Surabaya, kamu dapat menemukan jancuk dimana-mana.

Di warung:

Pelanggan: “Jancuk kok sowe seh pesenanku gak teko-teko!” (Lama banget pesenanku nggak dateng-dateng)

Penjaga warung: “Sabar, Cuk! Kon ngerti dewe rame eram.” (Sabar, tau sendiri warungnya lagi rame).

Di tempat fotokopi:

Arek Suroboyo 1: “Jancuk garapane gurung tak kopi nang flashdisk! Kate moleh sek ngopi file.” (Waduh kerjaannya belum aku copy di flashdisk. Mau pulang dulu ngopi file.)

Penjaga fotokopi: “Yo. Cepet kon! Aku mari ngene totop.” (Ya, buruan, bentar lagi tokoku tutup).

Dan di tempat-tempat lain kamu akan ketemu jancuk-jancuk lainnya. 

2. Iya iya, jancuk memang salah satu kata pisuhan yang cukup kasar. Tapi justru inilah yang menjadikan percakapan semakin akrab.

kata-jancuk

Foto : Instagram @aslisuroboyo

Selain sebagai pisuhan, jancuk juga berarti sebagai sebuah ungkapan persahabatan dan keakraban. Buat arek Jawa Timur, persahabatan terasa kurang akrab kalau belum terjadi saling jancuk antarteman.

Sahabat 1: “Jancuk sowe banget kon nang jedhing. Aku wes kepoyoh.” (Lama banget kamu di kamar mandi. Aku udah kebelet.)

Sahabat 2: “Jancuk, p*cek kon! Aku lagi ae tas mlebu.” (Nggak bisa liat ya, aku baru aja masuk.)

Duuhhh, kok Kak Zahrina jadi cak cuk cak cuk terus ya, baru dua poin lho ini… Lanjut ..

3. Layaknya sebuah pisau, ia bisa berguna tapi bisa juga mencelakakan. Jancuk juga demikian, penggunaannya tergantung maksud dan tujuan.

Seperti pisuhan lainnya, jancuk memiliki dua sisi. Iya bisa berarti pisuhan, bisa berarti juga tanda keakraban. Terus bagaimana cara membedakannya? Caranya gampang, kalau yang ngomong sambil emosi dan marah-marah, berarti jancuknya sebagai pisuhan. Tapi kalau yang ngomong biasa saja malah sambil ketawa-ketiwi, berarti itu sebagai tanda persahabatan.

4. Menariknya, jancuk ini terkenal lho di seluruh Indonesia. Semua orang tahu kalau kata sakti tersebut meski bukan dari Jawa Timur.

jancuk

Jancuk, jancok, dancuk, dancok, cok, cuk, atau coeg, sangat terkenal di seantero Indonesia. Penduduk Indonesia sudah paham dengan kata-kata ini meski mereka bukan dari Jawa Timur. Dibanding pisuhan lainnya, nampaknya layak bagi jancuk jika disebut sebagai pisuhan nasional.

Penyebarannya bisa melalui berbagai cara. Bisa karena orang-orang Jatim yang pergi ke luar daerah atau orang luar daerah yang datang ke Jatim atau dari artikel Wikipedia dan  Wovgo ini (_ _ !).

5. Kalau kamu bukan arek Jawa Timur, kamu akan sedikit kikuk ketika mendengarnya, apalagi mengucapkannya.

Bagi kamu yang bukan orang Jawa Timur, pertama-pertama pasti risih mendengar kata jancuk.

Tapi, lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa dengan sendirinya. Biasakan diri dan jangan dimasukkan ke dalam hati. Mereka ini niatnya baik kok cuk, ingin menjalin persahabatan dengan kamu.

6. Sekali kamu mengucapkannya, bisa kelihatan kamu orang Jawa Timur asli atau bukan.

Jancuk yang diucapkan arek asli Jatim dengan suku lainnya berbeda logatnya. Arek Jatim akan lebih fasih, lebih maknyus, lebih ngena, dan mantab disertai ekspresi yang pas. Sedangkan orang lain dari suku lain biasanya cenderung memperlihatkan perbedaan. Ya gitu deh, susah dideskripsikan. Pokoknya kelihatan kamu orang asli Jawa Timur atau bukan dari caramu mengucapkannya.

***

Masih keukeuh berpendapat kalau jancuk itu kasar? Suka-suka kamu lah. Yang penting saat ada arek Suroboyo yang njancuki kamu, kamu jangan langsung marah. Be an open-minded person! Pahami bahwa jancuk adalah bagian dari budaya mereka. Oke Cuk!