7 Fakta Unik Tentang Nomor Absen

nomor absen

Suatu pagi, guru masuk ke kelas. Mengucap salam, kemudian mengambil buku absen dan bersiap memanggil satu per satu.

Ahmad Mufid?

Saya Bu.

Budi?

Hadir.

Cinta Laura

Present.

Masih mengenang nggak sih guys, saat namamu di absen berdasarkan abjad waktu jaman-jaman sekolah? Selalu saja dimulai dari huruf A sampai yang paling akhir huruf Z. Fenomena mengabsen ini selalu aja terjadi hampir tiap hari, sampe bosen nunggu.

BACA JUGA: Hal-hal yang bisa kamu lakukan sambil menunggu lampu merah

Kegunaan nomor absen sih simple, dia berfungsi sebagai acuan dan mendata siswa-siswa untuk mendeteksi kehadiran mereka. Namun, absen juga bisa sebagai pedoman yang bikin siswa-siswa jantungan. Kok bisa?

Nah, kali ini Mbak Indah akan memaparkan hal-hal unik apa aja sih soal nomor absen di kelas.

Yok!

1. Nomer absen pertengahan identik dengan nama ‘’Muhammad’, nomor absen teratas identik sama nama ‘Ahmad’.

foto: aspiandi.blogspot.com

foto: aspiandi.blogspot.com

Dulu jaman sekolah, nama dengan awalan ‘Muhammad’ bisa dibilang membeludak, karena mayoritas orang Indonesia memeluk agama Islam. Jadi wajar kalau di setiap sekolah hampir pasti selalu ada siswa yang namanya berawalan Muhammad. Kecuali sekolah-sekolah khusus untuk agama non-Islam dan beberapa sekolah yang mayoritas siswanya cewek semua. Ya kali, cewek punya nama depan Muhammad.

So, jangan heran tiap kelas selalu ada 3 atau 6 yang bernama Muhammad. Dan nyatanya, nama itu selalu berada di posisi tengah, dimulai sekitar nomer 13-an. Hal ini berlaku, dengan nama Ahmad yang menduduki posisi teratas dengan alasan yang sama.

Ya, gitu deh. Kalau absen teratas disuruh maju bareng, isinya pasti cowok semua.

2. Kasian yang namanya diawali huruf ‘A’ dan berada di urutan teratas. Selalu menjadi korban ‘titipan’ tanda tangan seluruh penduduk kelas.

foto: wijayalabs.com

foto: wijayalabs.com

Nama yang di awali dengan huruf ‘A’, seperti Aan, Achmad, Aziz, Agung, Abin, Ana, Ani, selalu berada di atas. Aan yang berada paling atas tuh kasihan banget. Sering jadi korban guru atau wali kelas untuk ngabsen anak sekelas.

BACA JUGA: Surat terbuka untuk Guru di seluruh Indonesia

Kadang, guru juga nggak mau ribet. Akhirnya, si Aan inilah yang disuruh tandatangan. Biar cepet dan efisien. Puk… puk… ya, An.

3. Anak-anak yang nomer absennya 1 biasanya pinter dan rajin. Biasanya loh. Emang, antara ‘biasanya’ dan ‘kejebak gara-gara nama’ itu beda tipis.

foto: likeship.me

foto: likeship.me

Percaya atau enggak, kalau ini emang beneran terjadi?

Mungkin karena sering banget si absen 1 ini dipanggil guru, akhirnya dia mau nggak mau harus lebih pinter dan cekatan daripada anak-anak yang lain. Dia harus sering-sering melatih reflek dan responnya, kalau sewaktu-waktu guru memanggil.

Bagi si absen 1, jadi korban itu udah jadi kebiasaan banget. Makanan sehari-hari. Mungkin dia akan membatin:

“KENAPA SELALU AKU, YA TUHAN?! KENAPAAAAA?!!!”

4. Kadang-kadang, nomer absen selalu jadi hal yang mengerikan bagi siswa.

foto: youtube.com

foto: youtube.com

“Anak-anak sekarang tanggal berapa ya?” tanya Pak guru.

“26 Pak,” para siswa menjawab serentak.

“Oke, nomer absen 26 maju ke depan!”

JEEEEENGGG!!!

Siapa yang pernah diginiin?

BACA JUGA: Hai cowok! Tahukah kamu, cewek tu suka diginiin

Kalau ada guru killer yang nggak hafal sama murid-muridnya, buku absen bisa jadi malapetaka. Dia biasanya nggak segan-segan buat buka tuh buku, dan mulai milih secara acak siapa yang akan maju ke depan.

Mbak Indah yakin banget deh, di antara kamu yang baca artikel ini pasti pernah ngerasain spot jantung kalau udah dalam kondisi kayak gini. Rasanya pingin minta ke Tuhan agar saat momen-momen begini, nama dihapus sementara dari buku absen.

5. Nomer absen terdekat dengan kamu adalah orang yang akan kamu ingat seumur hidupmu.

foto: ridual.blogspot.com

foto: ridual.blogspot.com

Ini juga percaya nggak percaya sih. Tapi Mbak Indah udah ngerasaih hal ini. Dulu jaman SMA, Mbak Indah bernomor absen 18, dan orang bernomor absen 19 nggak pernah terlupakan sampai sekarang: namanya Habibah. Beneran deh, namanya nggak pernah bisa Mbak Indah lupakan hingga sekarang. Mungkin sama seperti kamu yang susah buat ngelupain mantan yang baik banget, tapi dulu malah kamu kecewain.

Coba deh, sekarang kamu inget-inget lagi, siapa sih teman terdekat absenmu dulu?

6. Kejadian apes sering menghampiri, saat tugas kelompok dan pembagian kelompoknya menurut absen.

foto: smkn1jenpo.sch.id

foto: smkn1jenpo.sch.id

Ini fakta yang sering dirasain hampir semua kalangan murid di seluruh penjuru negeri. Pembagian kelompok menurut absen bisa jadi yang paling apes bagi sebagian murid, tapi juga bisa jadi paling beruntung bagi sebagian yang lainnya.

Soalnya kenapa?

Murid-murid jadi nggak bisa milih secara bebas berdasarkan kemampuan yang diinginkan. Pembagian kelompok menurut absen ini tujuannya biar nyebar dan nggak diskriminasi antara anak yang nggak terlalu pinter sama anak yang pinternya kebangetan. Karena kalau dikasih kebebasan sendiri, pasti semua pingin milih se-kelompok sama yang pinter.

BACA JUGA: 7 Hobi Yang Bikin Kamu Tambah Cerdas

Sebagian anak malah merasa apes, karena tiap pembagian kelompok dapetya anak-anak males semua. Pas kerja kelompok malah jadi ribet. Ada yang ngerumpi, ada yang mainan sendiri, dan ada yang nggak ikut kerja kelompok sama sekali. Eh, kalau yang terakhir itu biasanya malah banyak. Hadeeh…

7. Beruntung banget kalau kamu absen terakhir.

foto: jelasberita.com

foto: jelasberita.com

Yup, menurut Mbak Indah sih, absen terakhir itu merupakan absen yang paling cucok. Pertama, dia bisa selow banget kalau ada apa-apa, misalnya pas dipanggil guru berdasarkan urutan absen gitu.

Kalau guru ngasih tugas maju ke depan berdasar urut absen, biasanya dia paling ketinggalan dapet jatah tugasnya, karena guru udah keburu bosen nunggu dan akhirnya tugas pun ditunda besok.

Kedua, kalau ulangan gitu duduknya paling belakang, suka-suka dia lah pokoknya. Mau ngumpulin terakhir atau mau contek-contekan nggak bakal kelihatan.

Ketiga, dia ini biasanya merupakan anak yang easy going. Sering kali jadi pusat perhatian kalau maju terakhir. Ibaratnya gitu penutup sebuah acara.

****

Nah, menurut Wovger, semua bener nggak tuh penjelasan di atas? Poin-poin mana aja yang bener-bener pernah Wovger alami? Share ke Mbak Indah di kolom komentar dong.