Alasan Kenapa Kamu Bakal Jadi Manusia Yang Berbeda Setelah Pulang KKN.

KKN, bukan Korupsi Kolusi Nepotisme lho ya, atau Kemana-Kemana Nebeng, apalagi Kangen Kamu Nih. Tapi Kuliah Kerja Nyata. Program KKN dibuat tidak dengan maksud menyengsarakan mahasiswa. Tidak pula dengan maksud untuk menyenangkan mahasiswa. Karena kalau mau senang-senang, bukan KKN tempatnya. Tapi diskotik.

BACA JUGA: Mainan cowok di era 90an yang nggak pernah terlupakan

Sering terjadi, para lulusan perguruan tinggi tak sadar kalau mereka hidup di masyarakat. Lingkungan yang mereka anggap nyata hanyalah rumah dan tempat kerja. Maka dari itu, adanya KKN dimaksudkan untuk mempertemukan antara mahasiswa dengan realita sebenarnya. Karena setelah lulus, kelak mereka pasti akan kembali ke masyarakat. Selama KKN, pasti Wovger akan mendapat banyak hal.

Kamu akan tahu rasanya berjuang dan beradaptasi di lingkungan yang benar-benar jauh dari perkotaan.

foto: lingkunganitats.wordpress.com

foto: lingkunganitats.wordpress.com

Di perkotaan, kita terbiasa dengan fasilitas yang serba ada. Sebaliknya, di pedesaan, fasilitas yang ada tidak begitu memadai. Terutama dari segi infrastrukturnya. Di desa inilah kemampuan beradaptasimu yang sesungguhnya akan diuji. Cukup tahan bantingkah kamu menghadapi keadaan itu? Atau malahan loyo dan buru-buru ingin pulang?

Kamu bisa mengenal budaya suku-suku lain selain sukumu sendiri.

foto: amertabhuana.wordpress.com

foto: amertabhuana.wordpress.com

Pengalaman ini bisa Wovger dapatkan saat KKN di tempat dengan lintas suku berbeda. Misalnya, ketika KKN di Kudus, kamu nggak akan menemukan makanan berbahan dasar daging sapi, karena masyarakatnya tidak mengkonsumsi daging sapi. Kalau kamu pencinta daging sapi ya sabar dulu. Hormati adat-istiadat yang berlaku di masyarakat setempat.

BACA JUGA: Festival-Festival Budaya Unik Yang Cuma Ada Di Indonesia

Itu salah satu contoh lho ya. Tentu, berbeda daerah, beda pula budaya dan adat-istiadatnya.

Mata hatimu akan terbuka dengan sendirinya mengenai hal yang sesungguhnya dibutuhkan di masyarakat.

foto: mediakita.co

foto: mediakita.co

Saat di kampus, kita diajarkan untuk menghasilkan ide-ide dan inovasi-inovasi besar. Namun seringkali kita sebagai mahasiswa melupakan manfaat dari inovasi yang diciptakan. Melalui program KKN, kamu ditunjukkan pada apa-apa yang sebenar-benarnya dibutuhkan oleh masyarakat.

Di tempat KKN pula kamu akan menyadari betapa tidak sinkronnya antara ilmu di perguruan tinggi dengan di dunia nyata. Ups, kelepasan.

Kamu jadi tidak tergantung sama gadget. Gimana mau main gadget? Ada sinyal masuk aja sudah merupakan sebuah keajaiban.

foto: potensigondang.wordpress.com

foto: potensigondang.wordpress.com

Pelajaran lain saat KKN, yaitu kamu terpaksa harus jauh-jauh dari gadget. Boro-boro mau upload foto selfie bareng komodo, mau telpon mama di rumah aja harus cari sinyal dulu keluar rumah. Kalau keluar rumah masih nggak ada sinyal, cobalah keluar Kecamatan. Lalu saat keluar Kecamatan dan masih nggak ada sinyal, cobalah keluar Kabupaten. Masih nggak ada lagi? Provinsi! Masih nggak ada? PINDAH PLANET!

BACA JUGA: Jangan ke Maluku! 8 Destinasi ini akan membuatmu nggak mau pulang

Saran Kak Zahrina sih kalaupun desanya sudah cukup maju dan ada sinyal, sebaiknya tetap jangan sering-sering menggunakan gadget. Malu dong sama teman yang lain. Ini mau KKN apa mau foto-foto?!

Yaudah, yuk, foto bareng.

Jauh dari beragam fasilitas hiburan membuat kamu lebih menghargai arti sebuah kebahagiaan.

foto: boombastis.com

foto: boombastis.com

Arti kebahagiaan versi masyarakat kota ialah jalan-jalan ke mall, bisa meet up sama temen-temen di cafe, followers IG & Twitter banyak, punya gadget canggih, dan ada sinyal wifi. Namun apa jadinya jika hal-hal itu dihilangkan? Masihkah kita bahagia? Nah, kamu akan temukan jawabannya di tempat KKN.

Kalau di tempat KKN, SMS bisa terkirim aja udah sujud syukur. Di tempat KKN, nemu WC yang airnya bersih itu bak menemukan mata air dari surga. Apalagi menemukan WC tertutup dengan air yang jernih. Wah!

Dengan KKN, kamu jadi lebih bisa menghargai kloset duduk dan shower di kamar mandi di rumahmu. Asal jangan sampai, pulang-pulang, jongkok di kloset duduk dan air dari shower ditampung ke gayung lalu disiram ke badan.

Sebagai mahasiswa universitas, semua mata akan terkagum-kagum padamu, dan menganggap bahwa kamu bisa melakukan semua hal.

foto: pemudajatisari.wordpress.com

foto: pemudajatisari.wordpress.com

Beberapa daerah tempat KKN mungkin ada yang sangat pedalaman. Mungkin juga di daerah tersebut jarang ada anak yang melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi. Sehingga, kedatangan anak-anak KKN serasa dianggap jadi juru selamat. Menganggap bahwa anak-anak KKN itu bisa segalanya. Mulai dari berpidato, membetulkan komputer, sampai benerin ledeng. Ini mahasiswa apa tukang?!

Emang sih, beberapa mungkin ada yang bisa. Tapi tujuan utama KKN tentu bukan untuk benerin ledeng dong. Ada banyak hal lain yang harus dikerjakan para mahasiswa KKN, bahkan bisa jadi lebih daripada benerin ledeng. Seperti benerin hati yang telah rapuh, misalnya. Namun yang jelas, mahasiswa-mahasiswa KKN itu manusia biasa. Rasanya nggak mungkin kalau sampai mereka mampu menguasai segala hal.

BACA JUGA: Cowok Kaya Itu Menyenangkan. Tapi Cowok Pekerja Keras Jauh Lebih Menentramkan

Ibu-ibu desa: “Dek Ridho kuliahnya jurusan apa?”

Ridho: “Saya jurusan Sistem Informasi, Bu.”

Ibu-ibu desa: “Sistem Informasi itu tentang apa?”

Ridho: “Hmm.. intinya tentang komputer-komputer gitu, Bu.”

Ibu-ibu desa: “Kalau gitu Dek Ridho bisa benerin mesin jahit ibu yang rusak ya? Itu cuma mesin jahit lho. Lebih gampang dari komputer.”

Ridho: “Nggg…..Sudah dulu ya Bu. Saya mau nyanyi dangdut.”

Ternyata itu adalah: Ridho Rhoma.

Di tempat KKN, kamu nggak bisa berbuat seenaknya. Menaati norma-norma tak tertulis yang berlaku di sana adalah sebuah keharusan.

foto: eksepsionline.com

foto: eksepsionline.com

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Artinya, setiap daerah punya adat yang berbeda-beda. Sayangnya, adat-adat itu tidak tersedia dalam bentuk tulisan. Kamu harus aktif mencari tahu apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jangan seenaknya sendiri membawa kebiasaan lama ke tempat KKN. Bisa-bisa berabe nanti akibatnya.

Tak diragukan lagi, fisik dan psikismu jadi lebih sehat.

foto: peulandokteungoh.blogspot.com

foto: peulandokteungoh.blogspot.com

Bonus lain dari KKN, yaitu kondisi fisik dan psikismu jadi lebih sehat. Dari segi fisik, udara yang kamu hirup selalu bersih, makanannya pun masih alami, dan nggak ada polusi.

BACA JUGA: Tips Daily Health Yang Bisa Kamu Lakukan Agar Tubuh Tetap Sehat

Dari segi psikis, beban stresmu berkurang. Jauh dari gadget, nggak ada macet, nggak ada suara klakson yang bising, dan nggak ada mantan yang tiba-tiba datang ke rumah ngajak jalan.

Dari waktu yang singkat itu, kamu akan lebih menghargai sebuah pertemuan dan perpisahan.

foto: mellysaanastasya.wordpress.com

foto: mellysaanastasya.wordpress.com

Dari tempat KKN pula kamu akan mengenal arti sebuah perjumpaan dan perpisahan. Nothing last forever. Banyak tugas-tugas lain yang telah menantimu di depan. Kamu nggak bisa berlama-lama tinggal di sana. Namun kamu masih bisa bersilaturahmi dengan mereka.

Berpisah dengan orang-orang yang sudah membuatmu nyaman memang seringkali susah untuk dilakukan. Tapi pahamilah, bahwa ini memang sudah waktunya berpisah. Ingatlah, di luar sana ada tanggung jawab besar yang sedang siap menunggumu:

“Benerin ledeng di tempat lain!”

***

Itulah sekelumit pengalaman dan hal-hal yang Kak Zahrina rasakan selama menjalani KKN. Wovger punya cerita menarik atau sudut pandang yang lain mengenai KKN? Share di kolom komentar dong.