Mager adalah penyakit manusia hari ini. Tapi aku tak pernah khawatir, karena selalu bisa mengatasinya dengan trik-trik ini.

Ah, hari ini aku bangun pagi seperti biasa. Berusaha menyiapkan segala hal demi menuntaskan deadline tulisan. Maksud hati ini ingin menyelesaikan, namun kehendak badan pingin terus mager – males gerak.

Sambil jumpalitan di kasur, otakku berbisik bahwa pekerjaanku ini sebetulnya tergolong mudah. Hanya butuh laptop, koneksi internet dan kesediaan untuk mulai menulis. Emm… tapi hari ini, hal yang sedang kuhadapi bukanlah tentang peralatan untuk menunjang pekerjaan. Melainkan, kemalasan yang sedang menderaku secara akut.

Wovger pasti juga sepakat kan, kalau semua pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang itu akan terasa jenuh, bosan, sampai akhirnya tiba pada sebuah titik dimana mengerjakannya dengan sedikit terpaksa dan nggak ada semangat secuil pun untuk memulai.

BACA JUGA: Malas masuk kerja setelah liburan? Mungkin kamu sedang mengalami post holiday syndrome

Ini bukan soal kerja kantoran maupun kerja remote semacam freelancer. Karena sesungguhnya, kemalasan tak pernah pandang bulu. Ia bisa datang di semua lini. Bahkan, di lini-lini keseharian seperti sekadar bangun, mandi, sarapan, ngecek timeline mantan dan kebiasaan-kebiasaan lainnya.

Tapi belakangan, Mbak Indah mendapat secercah hidayah, bahwa ternyata tak ada orang lain yang bisa mengatasi kemalasan, selain diri sendiri. Ya, pasti semua udah tau fakta itu. Cuma, berapa orang dari kita yang setelah tahu, kemudian beraksi nyata untuk mengubahnya?

Saat mager datang, sebisa mungkin aku menantang. Sudah berkali-kali aku diserang, beberapa kali tumbang, namun berkali-kali menang. Sekarang, saatnya bagi Mbak Indah untuk merumuskan trik ini, lalu membaginya kepada Wovgers sekalian.

Mari kita mulai…

Saat malas melanda, biarkan saja dulu. Kemudian, cobalah bersyukur. Karena bersyukur itu tak butuh badan untuk bergerak.

foto: keajaibankata.wordpress.com

foto: keajaibankata.wordpress.com

Kita semua pasti yakin, bahwa dengan bersyukur, semua akan berjalan indah. Aku pernah membaca sebuah studi yang menunjukkan bahwa orang yang bersyukur dengan cara menuliskan dalam buku hariannya, akan berdampak pada produktivitas kerja dan jauh lebih bahagia.

Ada perbandingan antara kelompok orang-orang yang bersyukur dan kelompok orang yang kurang bersyukur. Yang bersyukur, tentu akan lebih optimis dan berenergi dalam menjalani hidup. Sedangkan yang kurang bersyukur, lebih sering depresi dan stres.

Oh ya, Wovger tak harus menuliskannya. Cukup meresapi kenikmatan-kenikmatan yang pernah Tuhan berikan, itu merupakan wujud syukur dalam bentuk lain. Dan, ini tidak butuh gerakan. Jadi kalau memang masih mager, lanjutkan saja dulu barang sebentar.

Jika cara itu sudah berhasil, cobalah berdiri meski berat. Lalu sebelum bekerja, lakukan saja dulu hal-hal kecil yang sekiranya berguna.

foto: chacarterbuildingpancasilalb66.blogspot.com

foto: chacarterbuildingpancasilalb66.blogspot.com

Malas bergerak bisa saja timbul karena suasana yang selalu sama setiap harinya. Cobalah untuk melakukan hal-hal kecil yang bisa jadi itu akan membawa perubahan dalam pikiran. Seperti, ganti sprai kasur, pindah meja, lemari, berangkat ke kantor lewat jalan yang berbeda, kalau biasanya naik kendaraan pribadi sekarang cobalah naik angkot, membersihkan meja kerja ketika sampai kantor dan masih banyak lagi.

BACA JUGA: Hubungan Antara Meja Kerja dan Kepribadian Seseorang. Kamu termasuk yang mana?

Ada kata-kata Pak Ridwan Kamil yang sampai hari ini masih selalu aku ingat:

“Lingkungan yang stres, akan menciptakan manusia yang stres.”

Secara pribadi, Mbak Indah pernah mempraktikkan trik ini, yakni dengan membereskan segala sampah dan hal-hal yang berserakan di meja kerja. Setelah bersih, entah kenapa semangat menulis tumbuh kembali secara perlahan. Wovger mungkin bisa coba trik ini. Nggak lama kok, hanya butuh waktu sekitar 10 menit.

Tapi kalau setelah bersih-bersih dan ternyata masih mager, coba lakukan obrolan dengan siapapun, agar pikiran tak kesepian.

foto: awiguna.wordpress.com

foto: awiguna.wordpress.com

Ada kemungkinan, mager merupakan akibat dari kesepian terhadap diri sendiri. Maka, perlu motivasi dari orang lain untuk menggerakkan semangat.

Aku pernah mempraktikkan hal ini dengan mencoba keluar rumah dan menyapa tetangga sebelah di menit-menit sebelum bekerja. Ternyata, jalan-jalan sambil membagi senyum dan sapa ke tetangga, bisa membuat pikiran jadi fresh.

Kalau Wovger pekerja kantoran, cobalah say hai dengan teman sekantor dan melakukan obrolan singkat.

Mbak Indah yakin bahwa ini adalah bentuk lain dari menciptakan dan memilihara hubungan kerja yang positif dengan rekan kerja. Itu mungkin bisa berdampak baik. Ya, sebagai orang yang mencoba produktif, cara ini cukup ampuh.

Cobain deh. Untuk hal ini, aku benar-benar sudah membuktikan khasiatnya.

Atau mungkin, bisa pula dengan mencoba menuliskan goal-goal yang ingin dicapai hari ini.

foto: mayandbi.wordpress.com

foto: mayandbi.wordpress.com

Ketika mager, jelaslah kalau pikiran dan badan males ngapa-ngapain. Parahnya, pikiran sudah pengen banget biar kerjaan kelar, sementara badan masih diem aja tak bertindak apa-apa.

BACA JUGA: Hal yang akan kamu peroleh dengan menulis setiap hari

Aku adalah pribadi yang akan bersemangat bertindak jika ada daftar yang harus dicapai. Itu artinya, Mbak Indah sudah pasti akan males-malesan kalau nggak ngerti mau dibawa kemana pagi hari, sampai berakhirnya hari ini.

Kalau sudah begini, langkah terdekat adalah menuliskan pada secarik kertas tentang apa aja tujuan yang ingin dicapai pada hari ini. Dengan begitu, tempelan itu bisa jadi panduan untuk menjalani hari, agar tak terjadi penyesalah di akhir hari.

Masih nggak bersemangat? Gimana kalau olahraga sejenak?

foto: konidepok.or.id

foto: konidepok.or.id

Rasa mager itu nggak bisa hilang seketika. Sama seperti patah hati. Orang-orang mungkin akan dengan mudahnya berkata:

“Yang sudah, ya sudah. Yang berlalu biarlah berlalu.”

Tapi kenyataannya, meski secara pribadi sudah menasehati diri, tapi kalau sedang mengalami, ya tetep susah juga. Ini berlaku pada banyak hal, termasuk mager.

Kalau sudah begini, posisi Mbak Indah adalah: tahu masalahnya dan tahu solusinya.

Aku tak akan langsung memulai bekerja, karena itu pasti memuakkan sekali. Tapi aku lebih suka untuk lari-lari kecil di depan rumah, lalu senam sekitar 10 sampai 20 menit.

Sembari menunggu keringat mengering, entah kenapa tiba-tiba mood terbangun dan ide-ide bermunculan. Saat-saat seperti ini datang, aku tak pernah berpikir panjang.

Ya, apalagi kalau bukan langsung mulai bekerja?

Semangat terbaik memang sebaiknya datang dari diri sendiri. Tapi, apa salahnya membaca quote-quote yang menginspirasi?

foto: arkea.id

foto: arkea.id

“Time is limited. If I can make good use of it, I’ll be much more successful. So I’m going to be more productive.”

Itu adalah salah satu quote favorit Mbak Indah. Sejauh ini, quote itu bekerja dengan baik. Membakar semangat. Tentu ditambah dengan trik-trik lain yang sudah dijelaskan di atas tadi.

BACA JUGA: Tips jitu mengembalikan semangat setelah libur panjang

Hmmmm… waktu emang terbatas. Bahkan, satu detik pun nggak akan bisa kembali. Kalau nggak digunakan dengan benar, sama saja dengan rela menunda datangnya kesuksesan.

So, aku memilih untuk menjadi pribadi produktif.

Kamu?