Riza Prastiti Arista: “Jika kamu bingung menetapkan mimpi, mulailah mengejarnya melalui apa yang kamu sukai.”

Di hari yang berbahagia ini, mula-mula aku ingin memperkenalkan diri.

Kenapa hari ini aku berbahagia? Nanti saja, aku jelaskan. Hehehe.

Panggil saja aku Riza. Tapi kalau nama lengkapku: Riza Prastiti Arista. Aku adalah pemudi generasi penerus bangsa yang bingung kelak ingin menjadi apa, dan hanya punya hobi mendengarkan musik Korea.

Meski bisa dibilang fans dari budaya Korea, tapi aku bukanlah fans fanatik yang suka teriak-teriak ketika nonton boyband tampil, atau nangis-nangis di kamar sendirian ketika menonton drama Korea. Bukan. Untuk urusan itu, aku masih bisa dikatakan berada pada level ‘sewajarnya’ lah. Karena aku ini termasuk fans Korea yang sukanya secara diam-diam.

Riza Prastiti Arista

Bermula dari temanku yang suka ngikutin K-Pop (Korean-Pop), aku jadi mulai sering memutar Music Video (MV) Korea setiap meet up bareng temen-temen. Lama-lama, ketertarikanku bertambah dengan mendalami budaya dan bahasanya sedikit demi sedikit. Sejak saat itu, mulai deh, aku download drama korea, variety show, MV Boyband sampai iklan-iklan Korea.

Kalau ditanya kenapa harus Korea? Karena menurutku, Korea itu berani. Mereka all out dengan project yang mereka kerjakan. Penampilan juga dibikin ganteng dan cantik. Aku belajar bahwa di sana, proses untuk menjadi seorang artis atau idol itu benar-benar sulit diperoleh. Harus melewati masa training bertahun-tahun, baru kemudian bisa debut. Jadi, mereka benar-benar dididik secara profesional. Mulai dari look sampai ke manner tentang bagaimana menghadapi publik. Jadi, bukan artis asal-asalan yang sekali muncul, nyanyi, dan langsung beken. Bukan. Karena kalau yang prosesnya singkat, biasanya, karirnya juga akan singkat.

Kalau ada pertanyaan: Kenapa sih, drama Korea seperti ‘Descendant of the Sun’ itu bisa keren banget?

Jawabannya: Ya, karena para pekerja seni di Korea mengerjakannya dengan penuh kesungguhan. Sehingga menghasilkan drama yang emosional banget. Dari sini, aku belajar banyak hal, mulai dari bahasanya, moral yang mereka sampaikan, jalan cerita serta budayanya yang mereka kemas secara menarik.

Riza Prastiti Arista

Secara pribadi, sebetulnya aku ini orangnya cenderung tertutup. Tapi kalau sudah ngobrol tentang Korea, wah jangan ditanya, aku pasti betah diajak seharian menganalisis drama-drama yang pernah kutonton. Tak terhitung berapa banyak file drama korea, MV atau variety show di laptop. Bahkan, sebagian harus aku hapus karena nggak ada ruang lagi.

Aku yang di awal tadi bilang tak punya mimpi, sekarang, melalui hobi, aku berani bilang bahwa kelak aku ingin membuka restoran Indonesia di Korea. Yakni restoran dengan konsep anak muda atau keluarga yang Indonesia banget. Jadi ini bisa dibilang semacam pertukaran kuliner. Hehehe. Lumayan kan, kalau suatu hari Song Hye Kyo atau Song Joongki mampir ke restoranku. Hahaha.

Untuk mencapai mimpiku itu, sekarang aku belajar bahasa Korea. Lalu, memikirkan makanan dan minuman Indonesia apa yang cocok dengan lidah orang Korea.

Belajar itu memang akan terasa cepat sekali prosesnya, jika kita lebih dahulu mengawalinya melalui hobi. Selain itu, menurutku, belajar itu akan lebih asik kalau dilakukan dengan menonton film atau mendengarkan lagu, karena jadi gampang hafal. Bagiku, Drama Korea itu justru mengajarkanku untuk menghargai budaya negara lain melalui film-filmnya.

Wovger merasa susah menuliskan mimpi?

Jika kamu bingung menetapkan mimpi, mulailah mengejarnya melalui apa yang kamu sukai.

Oh ya, mengenai hari bahagia yang aku ceritakan di awal tadi, aku ingin cerita kalau pada tanggal 28 Maret 2016 ini aku ulang tahun. Kepada Wovger semua, aku memohon doa, semoga diberi kekuatan dalam menjalani proses untuk mengejar mimpi. Semoga, mimpiku, mimpimu, tercapai semua. Aamiin.

Riza Prastiti Arista