Amey: “Single adalah cara Tuhan untuk memberi waktu luang agar memperbanyak introspeksi diri sebelum dipertemukan dengan jodoh yang tepat.”

Hei, kenalin, aku Rizki Ameidya Sari. Panggil saja, Amey. Aku bukan wanita dengan penuh prestasi seperti Nina Milasari, bukan pula penghafal al-qur’an seperti Muhammad Arwani. Aku hanyalah seorang wanita yang pernah empat kali kandas dalam menjalin hubungan asmara, dan kini merasa lebih baik dengan hidup dalam kesendirian.

Aku kelahiran Tuban tanggal 6 Mei 1991. Saat ini, usiaku 25 tahun.  Aku bukan tipe wanita yang kalau punya pasangan hanya untuk bangga-banggaan. Atau kalau single, merasa ngenes dan kesepian. Bukan. Aku bukan golongan orang yang demikian.

Tujuanku menjalin hubungan adalah untuk mencari pasangan yang tepat, yakni pasangan yang mampu mengerti aku, memahamiku, dan bersedia menua bersamaku.

Rizki Ameidya Sari sendirian

Empat kali gagal dalam menjalin hubungan asmara, bagiku adalah proses pencarian hati. Dari empat orang yang pernah menjalin hubungan asmara denganku, sebagian aku akhiri karena dia berselingkuh, lalu sebagian lagi kami akhiri dengan baik-baik, karena satu sama lain saling sadar bahwa di antara kami sudah tak ada lagi kecocokan.

Aku adalah orang yang sensitif banget. Gampang menangis. Selain itu, aku juga punya hobi mendengarkan dan menyanyikan lagu mellow. Namun meski demikian, setiap kali galau, aku tak pernah menyanyikan lagu ‘Adele – Someone Like You‘ sambil nangis di bawah shower. Sekali lagi, aku bukan tipe wanita yang demikian.

Bagiku, single adalah cara Tuhan untuk memberi waktu luang agar memperbanyak introspeksi diri sebelum dipertemukan dengan jodoh yang tepat.

Ketika pria dan wanita sudah memutuskan untuk menjalin hubungan, maka harus ada komitmen di antara keduanya. Selain komitmen, faktor penting lainnya ialah komunikasi. It’s not about have time, but make time. Sering terjadi, dalam hubungan asmara, wanita menunggu-nunggu datangnya kabar, sementara pria tak merasa bahwa kabar darinya sedang ditunggu-tunggu. Wovger (cewek) mungkin pernah mengalami? Kalau iya, kita harus salaman. Hehehe.

Pria memang kadang tak menyadari, bahwa kabar darinya itu sangatlah penting bagi wanita. Memberi kabar, mungkin hanya persoalan kecil. Tapi kalau seorang pria enggan memberi kabar, menurutku, lebih baik sekalian tak perlu hadir dalam kehidupanku.

Apa artinya menjalin hubungan asmara, kalau kamu ada atau tidak ada, terasa sama saja?

Empat kali kandas dalam menjalin hubungan asmara juga membuatku lebih bisa berhati-hati dalam mengijinkan siapa-siapa saja pria yang boleh masuk ke dalam kehidupanku. Selain itu, aku juga jadi lebih peka dalam menilai kualitas sebuah hubungan: apakah pantas untuk dilanjutkan, atau cukup berhenti sampai disini saja?

Sendiri, membuatku jadi lebih punya banyak waktu untuk traveling bersama teman-teman. Mengunjungi tempat-tempat yang dulu ingin sekali aku kunjungi, tapi belum sempat. Sendiri juga membuatku punya banyak waktu untuk mengasah potensi diri, juga, mencari kerja dan mempersiapkan masa depan.

Sendiri, membuatku lebih bisa menyayangi orangtua dan keluarga. Sendiri juga membuatku punya banyak waktu untuk ngopi-ngopi cantik, atau berbelanja sambil jalan-jalan bareng Fitri Erba Wahyuningsih dan teman-teman lainnya seperti pada foto di bawah ini. Dengan sendiri, aku jadi lebih punya banyak waktu untuk diriku sendiri.

Aku percaya, kalau aku selalu fokus merapalkan doa, dan juga fokus berbenah diri, suatu saat, jodoh akan datang sendiri. Aku yakin itu.

Rizki Ameidya Sari

Sendiri tak pernah membuatku minder saat harus pergi ke kondangan tanpa teman. Sendiri juga tak pernah membuatku bergidik saat ditanya ‘kapan nikah?’ berkali-kali. Karena aku selalu tahu alasan kenapa harus menjalin hubungan, atau kenapa harus sendirian.

Apakah saat ini Wovger juga sedang single?

Kalau iya, manfaatkan waktumu. Cintai dirimu, sebelum kelak kamu harus berbagi cinta dengan orang lain. Tunggu saja, jodoh pasti akan datang! Sembari menunggu, baikkan pribadi dan persiapkan masa depan. Agar, waktu tunggunya tak terbuang sia-sia.

Rizki Ameidya Sari dan teman-teman