Gilang: “Hidup ini butuh orang-orang jenaka. Karena ketegangan sehari-hari, juga perlu hiburan sekali-kali.”

Perkenalkan, namaku Gilang Rizki Habibullah, biasa dipanggil Gilang dan punya nama panggung Gilang Kecu. Dulu, aku tinggal di Jambi, namun setelah lulus SMA, pindah dan kuliah ke Magelang. Di waktu senggang, aku suka sekali browsing-browsing. Nonton video-video di youtube.

Suatu kali di tahun 2011 aku nonton video-video stand up comedy dari para comic stand up indo. Saat itu, aku suka sekali dengan penampilan Soleh Solihun. Gara-gara itu, aku jadi pengen banget kalau suatu hari ada komunitas stand up comedy di Magelang. Tetapi aku bingung harus memulai dari mana.

Info-info tentang stand up comedy, kemudian aku peroleh melalui twitter @StandUpIndo (akun twitter stand up indo). Ah, kenapa tak kumulai dari membuat akun twitternya saja? Kataku waktu itu. Tak lama setelahnya, aku memutuskan untuk membuat akun twitter @StandUpIndo_MGL (akun twitter stand up Magelang) dulu. Aku adalah follower pertama. Hahaha. Yah, biar akunnya nggak sepi-sepi amat. Masa jumlah following-nya banyak, tapi jumlah follower-nya menyedihkan. Hehehe.

Gilang Kecu Stand Up Comedy

Pertama membentuk, ada 3 orang yang menyambut baik rencanaku dan bersedia gabung. Mereka adalah Agus ‘Cuthang’ Fahrudin, Berto Nugroho dan Uli Susanto. Awal meet up, agenda kami cuma kumpul-kumpul dan belajar bareng. Karena saat itu, di antara kami, sama sekali belum ada yang bisa stand up comedy. Jadi kami hanya belajar dari referensi-referensi yang kami peroleh melalui internet.

Saat itu, kami belum berani memulai open mic — ajang latihan untuk menguji materi — karena pertama: belum ada kafe yang bersedia untuk kami jadikan sebagai tempat latihan. Lalu kedua: kami merasa belum bisa melawak. Iya, kami tahu, stand up comedy itu bisa dipelajari. Tapi, saat itu berdirinya komunitas kami masih awal sekali. Setidaknya, kami masih butuh waktu beberapa bulan untuk belajar hingga betul-betul berani mengadakan open mic.

Akhirnya, pada tanggal 18 Februari 2012 kami mengadakan open mic pertama kali di Syang Art Magelang. Ada 7 comic yang siap tampil. Mereka adalah Uli Susanto, Berto Nugroho, Wildhan Ridwan, Johan Nugroho, Agus ‘Cuthang’ Fahrudin, Gilang Kecu, Bondan Satria Nusantara dan MC malam itu ialah Didon Pradhana.

Comic-comic stand up comedy magelang

Tak kusangka, ternyata penonton yang hadir cukup ramai — untuk ukuran komunitas yang baru mengadakan acara pertama kali. Ditambah lagi, penampilan para comic malam itu juga maksimal. Selain itu, respons para penonton yang mention melalui aku twitter juga positif. To me, it was one of the best day of my life. Itu semua merupakan pelecut yang membuat kami bersemangat untuk mengadakan open mic lagi. Kemudian, tanggal 18 Februari 2012 pun kami jadikan sebagai hari lahir stand up comedy Magelang.

Saat tulisan ini dimuat, kami rutin mengadakan open mic seminggu sekali: minggu 1 dan 3 diadakan di Coffe Toffe Magelang setiap hari minggu jam 3 sore, lalu minggu 2 dan 4 diadakan di Truntum Bar Hotel Atria Magelang setiap Kamis jam 7 malam. Bagi Wovger yang ingin bergabung, kami sangat menyambutnya dengan hangat.

Selama perjalanan 4 tahun membangun komunitas, tentu kami menemui banyak suka dan duka. Duka yang menurutku paling terasa terjadi ketika akhir November 2012, karena aku harus pulang ke Jambi dan bekerja di sana. Yakin, itu sedih dan berat banget bagiku. Harus meninggalkan teman-teman dan komunitas yang sedang bertumbuh. Ibaratnya, kayak orang melahirkan anak, belum bisa merangkak, udah ditinggal aja. Itu pas lagi lucu-lucunya pula.

Stand up night 1 magelang

Ternyata, aku memang berjodoh dengan Magelang. Karena beberapa bulan kemudian aku kembali dan memutuskan untuk bekerja di Magelang saja.

Lalu suka yang menurutku begitu terasa terjadi saat perhelatan Stand Up Night 1 Magelang. Karena jika para musisi pencapainnya dihitung dari album-album yang mereka telurkan, dan pencapaian penulis dihitung dari buku-buku yang mereka terbitkan, maka pencapaian komunitas stand up comedy dihitung dari hajatan-hajatan Stand Up Night yang komunitas selenggarakan. Maka bagiku, itu merupakan salah satu pencapaian besar yang tak terlupakan.

Pada acara Stand Up Night 1 Magelang kami mengundang Mongol. Kami mengundangnya pada tanggal 20 Februari 2014, atau selang beberapa minggu setelah Film Comic 8 pertama rilis. Awalnya kami sempat khawatir dengan acara ini, karena sempat mundur lantaran ada hujan abu di Yogyakarta dan sekitarnya, sehingga menyebabkan tutupnya bandara untuk sementara waktu. Namun, tak dinyana, rupanya antusiasme penonton besar sekali. Prediksi penonton yang semula hanya 300 sampai 400, ternyata membludak menjadi 500 lebih! Sungguh diluar dugaan! Kebahagiaan itu kadang muncul, saat mengenangnya kembali.

Setelah mengadakan acara Stand Up Night 1 Magelang, comic-comic baru di Magelang bermunculan. Ini justru merupakan atmosfer yang bagus, membuktikan bahwa komunitas semakin berkembang.

Menurutku, hidup ini butuh orang-orang jenaka. Karena ketegangan sehari-hari, juga perlu hiburan sekali-kali.

Ada di antara mereka yang masih aktif sampai hari ini, namun ada pula yang sudah tak terlihat batang hidungnya lagi. Ah, tapi tak apa-apa. Karena di komunitas, orang bisa datang dan pergi sesukanya.

Bagiku, mereka yang bertahan ialah orang-orang terbaik yang punya rasa memiliki terhadap komunitas.

Dan menurutku, itu lumrah terjadi di komunitas apa pun.

Aku ingin, comic-comic stand up Magelang tetap aktif dan bersemangat dalam mengembangkan bakat serta menciptakan karya. Karena untuk comic-comic Magelang yang sudah dirasa matang, kami rutin mengapresiasi mereka dengan mengadakan acara mini show stand up comedy – perhelatan semacam Stand Up Night namun diisi oleh seluruh comic-comic lokal Magelang.

Kami juga berharap, semoga kelak comic-comic kami ada yang bisa tampil di televisi nasional, entah itu melalui ajang pencarian bakat seperti SUCI dan SUCA, atau acara-acara stand up comedy yang rutin diselenggarakan oleh beberapa televisi. Syukur-syukur, ada yang bisa sampai berkarir di dunia perfilman seperti karir-karir para comic senior di dalam negeri maupun di luar negeri.

Siapapun nantinya comic-comic kami yang tembus di televisi nasional, semoga tetap bisa terus berkontribusi untuk komunitas. Karena komunitas adalah akar dari hampir seluruh comic di Indonesia.

Stand up night magelang