Gigih Adiguna: “Menghargai keberagaman bukanlah sebuah prestasi. Melainkan, sikap yang memang semestinya diterapkan dalam hidup sehari-hari.”

Perkenalkan, namaku Gigih Adiguna. Aku lahir di Surakarta pada tanggal 22 Juni 1988 dan sekarang tinggal serta bekerja di Jogja. Aku bekerja di Universitas Sanata Dharma, tepatnya, di unit yang bernama Campus Ministry.

Aku bekerja di bagian pengembangan solidaritas, salah satu kegiatannya ialah Angkringan Lintas Iman. Angkringan Lintas Iman adalah kegiatan tahunan Campus Ministry untuk merefleksikan panggilan umat beriman di tengah situasi sosial kemasyarakatan.

Kegiatan ini pertama kali diadakan pada tahun 2013 dan waktu itu aku menjadi moderator. Acara ini digawangi oleh para anggota komunitas-komunitas mahasiswa lintas agama, yaitu Kompai (komunitas Paingan), FKM Budi Utama (Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim), Cana Community, JKMK (Jalinan Kasih Mahasiswa Katolik), KMBK (Keluarga Mahasiswa Buddhist dan Konghucu), EMC (English Mass Community), kegiatan ini menjadi ajang bertemunya keprihatinan sosial dan panggilan iman diantara kaum muda terpelajar di Sanata Dharma. Selain itu, baru-baru ini kami juga bekerja sama dengan Gusdurian.

Angkringan Lintas Iman

Mengapa ‘angkringan’? Bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya, angkringan bukan sekedar tempat mencari makanan murah khas rakyat. Angkringan adalah tempat dimana terjadi dialog akan situasi sehari-hari masyarakat. Tidak hanya sekedar ‘tempat’, angkringan juga bisa dimaknai sebagai ‘saat’, dimana setiap orang punya kesempatan yang sama untuk mengungkapkan keprihatinannya, tanpa memandang status sosial, tanpa protokoler, tanpa merasa takut untuk dipandang aneh (wagu) ataupun tabu (saru). Semangat ‘angkringan’ inilah yang menginspirasi komunitas lintas iman di Sanata Dharma untuk bertemu dan bersama-sama mendialogkan keprihatinan hidup bermasyarakat.

Kemudian pada tahun 2014 aku sudah mulai memegang kegiatan Angkringan Lintas Iman. Acara ini dilaksanakan menjelang hari raya Idul Adha dan tepat di hari perayaan St. Fransiskus Asisi (4 oktober) – seorang pewarta yang terlibat dialog mendalam tentang iman Kristen-Islam dengan Sultan Malik al-Kamil di tengah terjadinya Perang Salib (1219).

Merawat Keberagaman - Angkringan Lintas Iman

Angkringan Lintas Iman diharapkan menjadi wadah yang tepat untuk berdialog antar umat beragama dan bersolidaritas. Melalui kegiatan sederhana ini, umat beriman, khususnya mereka yang muda dan terpelajar, diajak untuk saling mendialogkan keprihatinan yang dirasakan bersama, dan mendorong upaya nyata bersolidaritas dengan sesama.

Dalam konteks bangsa kita saat ini, jelas bahwa ketidakadilan sosial, kemiskinan struktural, korupsi, perusakan lingkungan dan juga kekerasan adalah situasi nyata yang dirasakan oleh semua umat beriman di Indonesia. Semakin orang beriman, semakin nampak jelas tantangan situasi di atas dihadapkan kepadanya. Maka menjadi penting bagaimana sesama umat beriman mampu menanggapi situasi tersebut dengan kesadaran bahwa kita berbagi ruang hidup yang sama, dengan segala beban dan tanggung jawab sosial yang ada di dalamnya. Sugguhkah kita beriman jika masih menutup diri pada ketidakadilan? Sudahkah kita beriman jika masih melakukan kekerasan dan penindasan? Benarkah kita beriman jika tidak menjaga alam yang dianugerahkan oleh Tuhan ? Ataukah kita justru menggunakan topeng keimanan untuk ikut bermain sebagai pelaku ketidakadilan, pemiskinan, korupsi, perusakan lingkungan dan kekerasan?

Universitas Sanata Dharma

Oleh karenanya upaya refleksi dan dialog menjadi penting untuk dikembangkan secara bersama. Agar ruang hidup yang ditempati bersama ini benar-benar bisa menjadi tempat kita menggenapi kepenuhan sebagai manusia; semakin beriman kepada Tuhan, sekaligus semakin bersolidaritas pada sesama.

Kami berharap, banyak orang terlibat dalam acara ini untuk merawat keberagaman. Menghargai keberagaman bukanlah sebuah barang mewah maupun prestasi, namun, memang beginilah seharusnya kita semua, umat beragama, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Wovger mungkin ada yang ingin bergabung? Mari menjadi bagian dalam merawat keberagaman.

Angkringan Lintas Iman Universitas Sanata Dharma