Viby: “Selalu cintai, apapun pekerjaanmu. Karena belum tentu, pekerjaan yang kamu inginkan adalah pekerjaan yang kamu butuhkan.”

Hai Wovger, salam kenal. Aku Viby Putri Rinanti, biasa dipanggil Viby. Hobiku menyanyi dan nonton film. Aku lahir di Bogor, 20 Februari 1992. Aku adalah anak tunggal yang sebenarnya bukan anak tunggal. Jadi ceritanya, aku sebetulnya punya 2 adik, namun Tuhan berkehendak lain karena mereka harus meninggal saat masih berada dalam kandungan. Peristiwa itu tentunya membuatku dan kedua orangtua sedih. Sejak itu, aku bertekad kuat ingin membahagiakan kedua orangtua dengan: sekolah seserius-seriusnya, bekerja sesungguh-sungguhnya dan berusaha menjadi anak sebaik-baiknya.

Aku dulu kuliah di STMIK Amikom Yogyakarta, jurusan Teknik Informatika, dan mengambil konsentrasi pemrograman. Setelah lulus, sebenarnya aku ingin bekerja di Bank seperti Mbak Siti Maulidahniar Qoriah atau Mbak Qori, yang juga merupakan inspirator Wovgo sebelumnya. Namun ternyata Tuhan memiliki rencana lain, karena sekarang aku bekerja di PT. Gamatechno Indonesia sebagai Application Support, pekerjaan yang sesuai dengan jurusanku. Buat Wovger yang belum tahu, intinya, job desc application support itu tugasnya testing aplikasi, memberikan pelatihan kepada klien dan membuat dokumen.

Jaman sekarang, bukan sebuah hal aneh, jika ada cewek bekerja di bidang IT. Karena memang lingkungan kerjaku kebanyakan cowok. Namun meski demikian, aku merasa nggak minder sedikit pun. Justru makin bersemangat. Setidaknya, ini bisa menunjukkan the power of woman. Hehehe.

Viby Putri Rinanti Jogja

Aku sudah satu tahun lebih bekerja di sana. Banyak hal sudah aku peroleh. Menurutku, apapun pekerjaan seseorang, pasti selalu ada suka dan dukanya. Pasti. Jangan berpikir, meski kerjaanku cuma di depan komputer, pekerjaanku enak. Online-online melulu. Enggak, lah. Pekerjaanku juga tak jauh beda dengan pekerjaan-pekerjaan pada umumnya. Ada beragam kerumitan, deadline, kerjaan numpuk, dan masih banyak lagi. Itu semua bahkan sempat membuatku stres. Tapi lama-lama, aku terbiasa dan bisa menyesuaikan.

Pekerjaan seberat apapun, aku lebih suka untuk membawanya secara enjoy. Aku nggak mau mikirin bebannya, karena itu sumber yang bisa memicuku untuk stres. Tapi aku lebih suka untuk fokus kepada niat utama dalam bekerja, yakni beribadah dan membahagiakan kedua orangtua. Trial and error dalam bekerja juga pasti ada. Justru ini malah makanan sehari-hari. Tapi sekali lagi, kalau mengingat-ingat tujuan dan niat utama, Insya Allah bisa menanggapi dengan lebih bijak, sopan dan bertanggung jawab.

Viby Putri Rinanti STMIK Amikom Yogyakarta

Selain pengalaman dalam bekerja, aku juga banyak mengalami perubahan pada pola pikir, kepribadian, kedisiplinan sampai cara berinteraksi dengan berbagai macam karakter orang. Apalagi, mayoritas teman kerjaku adalah cowok-cowok. Tentu ini membutuhkan adaptasi lebih banyak. Karena sudah pasti beda, bagaimana bergaul dengan sesama cewek, dan bagaimana bergaul dengan cowok.

Aku ini tipe cewek yang sensitif, nggak enakan dan sering baper. Hahaha. Tapi itu dulu. Semenjak bekerja, aku jadi paham, mana yang seharus diperlakukan secara nggak enak atau dimaklumi, dan mana yang perlu diperlakukan secara tegas. Bekerja juga mengajarkanku untuk menjadi orang yang lebih ramah kepada siapa pun. Ya, ramah, apapun masalahnya. Dengan kebiasaan semacam ini, aku jadi bisa meng-handle diriku sendiri. Selain itu, pekerjaan ini juga banyak memberikan pengalaman menyenangkan: bisa ketemu orang-orang baru, mempelajari kepribadian-kepribadian yang berbeda, dan bahkan bisa keliling Indonesia.

Aku percaya, bekerja dengan baik adalah salah satu cara membahagiakan kedua orangtua. Mungkin, Wovger ingin mencobanya? Hehehe. Selalu cintai, apapun pekerjaanmu. Karena belum tentu, pekerjaan yang kamu inginkan adalah pekerjaan yang kamu butuhkan.

Viby Putri Rinanti