Shofi: “Kepo itu baik, selama yang kita kepoin adalah hal-hal yang memang perlu dan mendatangkan manfaat.”

Assalamu’alaykum, Wovger. Senang sekali mendapat kesempatan untuk berbagi inspirasi dengan teman-teman sekalian. Perkenalkan namaku Shofiyati Nur Karimah, dan biasa dipanggil Shofi. Aku lahir di Sukoharjo 26 tahun yang lalu. Saat ini aku sedang menjalani kuliah S2 di School of Information Science di JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology). Sama-sama di Jepang seperti Mbak Azza Hanif Harisna.

Menurutku, kepo itu baik, selama yang kita kepoin adalah hal-hal yang memang perlu dan mendatangkan manfaat. Karena boleh dibilang, aku bisa kuliah ke Jepang ini juga gara-gara kepo. Hehehe.

Mulanya aku kepoin beberapa orang terkenal, salah satunya ialah Dr. Khoirul Anwar yang tahun 2008 beken dengan hasil penelitiannya di bidang telekomunikasi. Setelah kepo, aku mem-follow akun facebook beliau, dengan harapan, siapa tahu beliau akan membagi informasi-informasi yang bermanfaat.

Shofiyati Nur Karimah - Bunga

Dugaanku rupanya benar! Tahun 2014 akhir, beliau posting tentang lowongan untuk project worker (Call for project worker). Kemudian aku mengirim email kepada beliau dan menyertakan CV. Alhamdulillah, Dr. Khoirul Anwar memberi respons, lalu CV tersebut diteruskan ke Sensei yang bersangkutan. Dari situ, mulailah aku berkorespondensi dengan Sensei, tanya jawab tentang tema riset dan project yang dimaksud.

Tanggal 8 Desember 2014, Sensei memberi ACC dan merekomendasikan untuk menjadi student di JAIST.
Tanggal 3 April 2015 aku sudah menginjakkan kaki di Jepang (untuk pertama kalinya) sebagai research student dari bulan April hingga September 2015. Sungguh, pengalaman yang membahagiakan, berkesempatan menimba ilmu ke negeri matahari.

Ini adalah salah satu mimpi yang menjadi kenyataan. Mimpi yang telah menanti selama 8 tahun untuk dicoret dari daftar mimpi yang telah kubuat.

Banyak manfaat yang aku peroleh selama belajar di sini. Aku memperoleh banyak ilmu, pengalaman, teman, merasakan musim-musim yang tak ada di Indonesia, budaya tertib, jujur, dan masih banyak lagi. Taat peraturan di antara orang-orang Jepang benar-benar kurasakan di sini. Budaya-budaya positif tersebut pengen banget kubawa pulang ke Indonesia. Maksudnya, alangkah indahnya jika kita masyarakat Indonesia dapat mencontoh hal-hal baik tersebut.

Shofiyati Nur Karimah sky

Wovger yang menyukai suasana sepi, cocok sekali kalau pengen tinggal di sini. Bunyi klakson pun jarang. Kalau pun ada suara serangga, itu hanya terjadi saat musim panas saja. Jadi, sangat mendukung jika ingin belajar. Hehehe.

Alhamdulillah, sejauh ini, prestasi yang aku capai diantaranya:

  • Publish conference paper untuk pertama kali pada semester pertama.
  • Mendapat Research Grant Funding dari JAIST untuk international conference.
  • Berhasil menjadi 1 dari 2 best presenter dalam IEEE Colloquium on Signal Processing and its Applications (CSPA) – dari 100 paper, ada sekitar 70 paper yang lolos. Penelitianku ialah tentang Geolocation teknik untuk mendeteksi lokasi pemancar radio. Hasil penelitian tersebut akan di uji coba dalam Olimpiade 2020 di Tokyo.

For Your Information, CSPA 2016 adalah international conference yang co-sponsor-nya dari IEEE Control System Society wilayah Malaysia.

Shofiyati Nur Karimah jalan

Dari prestasi-prestasi di atas yang pernah aku raih, yang menurutku paling berkesan ialah ketika menjadi best presenter di conference di Malaysia. Karena itu “break my limit” banget. Padahal, selama ini aku sering ragu-ragu: apakah bisa, mengikuti alur di dunia riset yang merupakan hal baru bagiku? Tapi alhamdulillah, ternyata Allah memberi pertolongan. Seolah-olah Allah ingin menunjukkan bahwa kamu bisa, Shofi, asal ada niat dan usaha. Ya, tugas kita sebagai manusia kan hanya bekerja, urusan hasil biarlah Allah yang tentukan. Bekerja, menurutku ya berdoa, berusaha disertai tawakkal, benar-benar pasrah atas keputusan Allah setelah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin. Mengutip jargon yang sering didengungkan di buku La Tahzan for Student, Ganbareba Dekiru!, kalau kita mau berjuang dan berusaha, pasti bisa.

Kalau ditanya rencana ke depan setelah lulus mau balik ke Indonesia atau masih ingin di Jepang, jujur aku belum bisa memberi jawaban pasti. Namun yang jelas, InsyaAlloh aku sudah ada Plan dari A-Z. Aku hanya berharap semoga ilmu yang aku peroleh di sini berkah, aplikatif, dan dapat memberi manfaat untuk umat. Mohon doanya ya teman-teman, semoga diberi jalan yang terbaik. Aamiin.

Shofiyati Nur Karimah dan kawan-kawan