Alvi: “Meski tak sesempurna manusia, namun bukan berarti hewan tak memiliki naluri dan tak membutuhkan kasih sayang.”

Nama lengkapku Berlya Putri Dwi Fidya Alvi, tapi Wovger bisa memanggilku Alvi saja. Aku kelahiran Tuban, 17 Maret 1992. Aku punya cita-cita ingin jadi dokter hewan, dan sekarang sedang berproses menyelesaikan Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) untuk meraih gelar Drh alias Dokter Hewan.

Keinginanku untuk menjadi Dokter Hewan muncul saat masa-masa transisi dari SMP menuju ke SMA. Tepatnya, ketika mengetahui bahwa ada salah satu saudara yang menjadi Drh. Kesibukannya bekerja, menggali ilmu sampai ke luar negeri, dan mengobati hewan peliharaan keluarga, membuatku tertarik. Suatu hari nanti, aku ingin menjadi Dokter Hewan, kataku saat itu kepada diri sendiri. Dan alhamdulillah, impian itu terwujud pada tahun 2010.

Avi dan kucing

Aku pernah memiliki pengalaman menarik ketika menjadi koas di Praktek Dokter Hewan Bersama (PDHB), Drh Cucu Kartini Sajuthi di daerah Sunter, Jakarta. Aku diperkenalkan dengan kasus-kasus yang jarang aku temui sewaktu kuliah, seperti jantung, gagal ginjal, hingga hewan yang terkena parasit sampai harus ditansfusi darah. Lalu ada juga kasus katarak, yang terpaksa membuat hewan tersebut harus menjalani operasi katarak. Pemeriksaannya pun dilakukan menggunakan peralatan lengkap dan canggih. Sebagai mahasiswa, aku benar-benar merasa senang mendapat pengalaman belajar yang tak terlupakan tersebut. Tentu ini membuatku jadi semakin semangat dalam belajar.

Menjadi dokter hewan, mengemban tanggung jawab yang besar untuk masyarakat. Meski tidak langsung bersinggungan dengan manusia, tapi sangat berkaitan dengan apa yang menjadi kebutuhan manusia. Contohnya, untuk menjamin kuantitas dan kualitas makanan seperti susu, telur, dan daging, sangat dibutuhkan peran seorang Dokter Hewan, sebelum itu semua dikonsumsi oleh masyarakat luas. Jadi, Dokter Hewan harus paham mengenai hygiene dan sanitasi yang nantinya akan sangat berhubungan dengan KESMAVET (kesehatan masyarakat veteriner), hingga bertanggung jawab untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Avi dan kawan-kawan

Menjadi Dokter Hewan, selain menguasai teknis-teknis memelihara dan mengobati hewan, juga harus belajar hal lain yang berkaitan dengan kepribadian manusia. Karena kalau sudah terjun praktik di lapangan, sudah pasti akan sering-sering bertemu klien. Maka dari itu, sebagai calon Dokter Hewan, aku juga harus mempelajari tentang bagaimana menghadapi klien yang komplain, bagaimana menenangkan klien saat terjadi sesuatu dengan hewan peliharaannya, dan masih banyak lagi.

Bumi ini memiliki banyak unsur yang harus dilindungi. Bagiku, menyembuhkan dan mempelajari perilaku hewan merupakan salah satu upayaku untuk melestarikan lingkungan. Aku berbahagia, karena dengan perkembangan dan kemajuan ilmu (yang berhubungan dengan) dokter hewan sampai hari ini, membuat masyarakat mulai aware dengan keberadaan hewan-hewan yang sudah sepatutnya dilindungi serta dipelihara dengan baik.

Avi Naik Kuda

“Alvi merasa jijik nggak, dengan hewan-hewan tersebut?”

“Kalau Alvi digigit, gimana?”

Begitulah kurang lebih pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang tersayang.

Menurutku, risiko-risiko itu datang satu paket bersama manfaat yang diperoleh. Jadi, nggak bisa memilih salah satu. Harus semuanya. Karena sekali lagi: itu satu paket.

Tapi sejauh yang aku tahu, sebagian besar Dokter Hewan sudah pernah mengalami gigitan. Sebetulnya, itu bukan masalah yang besar, asal kita tetep bisa menjaga diri dan bisa mengatasinya. Karena sebagai calon Dokter Hewan, dalam perkuliahan aku dan teman-teman sudah diajarkan tentang keamanan. Jadi, nggak ada yang perlu dikhawatirkan.

Avi dokter hewan

Aku sudah memiliki sederet mimpi yang harus aku capai secara bertahap. Mimpi paling dekat ialah meraih gelar Drh, lalu menjadi Dokter Hewan, dan selanjutnya — meski masih terbilang mimpi yang agak jauh — aku ingin memiliki klinik atau tempat praktek sendiri. Aamiin.

Mari Wovger, mulailah mencintai hewan, dan jangan pernah menyakiti hewan. Karena meski tak sesempurna manusia, namun bukan berarti hewan tak memiliki naluri dan tak membutuhkan kasih sayang.

Avi dan teman