Mirza: “Jika fotografi dapat bercerita lebih banyak melalui sebuah gambar, maka hasil jepretan bisa membuat seseorang tersenyum.”

“You don’t take a photograph, you make it,” begitulah petuah dari Ansel Easton Adams atau yang lebih populer dengan nama Ansel Adams. Beliau adalah seorang fotografer asal Amerika Serikat dan seorang aktivis lingkungan yang dikenal dengan foto-foto hitam putihnya mengenai Amerika Serikat Barat.

Hai Wovger, perkenalkan, nama lengkapku Mirza Idham Faruq, dan biasa dipanggil Mirza. Aku lahir di Magelang pada tanggal 8 Mei 1991. Kalau Wovger rajin menyimak kisah-kisah para inspirator di Wovgo, pasti pernah membaca artikel yang membahas tentang Pandu Wicaksono. Ya, dia adalah temanku. Kami bertemu saat sama-sama berada di Kelas Inspirasi Malang.

Mirza Kelas Inspirasi Malang

Kalau Pandu suka berorganisasi dan berkomunitas, berbeda denganku yang menyukai dunia fotografi. Ketertarikanku bermula gara gara waktu itu pernah ikut workshop fotografi pada tanggal 17 April 2014 di Atria Hotel & Conference Magelang. Materi yang diberikan saat itu, membahas tentang Hunting Model & Food Photography, dan Basic Editing dengan menggunakan software Adobe Photoshop.

Sejak itu, entah kenapa, aku merasa kalau fotografi itu ternyata menyenangkan. Dan setelah itu, di awal tahun 2015 aku mulai mempelajari fotografi lebih dalam dengan mengikuti sebuah Kelas Fotografi di Magelang. Aku bahkan pernah mengikuti sebuah ajang fotografi, yakni CanonPhotoMarathon. Selebihnya, aku lebih suka mengikuti seminar tentang fotografi, karena aku sadar bahwa aku masih harus lebih banyak dalam belajar.

Mirza Kelas Inspirasi

Selama menekuni dunia fotografi, pernah ada suatu masa di mana hal tersebut tak akan pernah aku lupakan sepanjang waktu. Jadi pada tanggal 29 Januari 2016 — ya, tahun ini — aku jatuh saat mengerjakan project memotret model. Insiden itu terjadi ketika memotret di Gor Samapta, Magelang. Tepatnya di sebuah bangunan yang belum jadi.

Ketika memotret, aku hanya fokus melihat view finder, tanpa melihat ke belakang yang ternyata sama sekali tak ada pembatasnya. Dan, aku pun jatuh dari ketinggian sekitar 5.25 meter. Aku sempat tak sadarkan diri, karena kepala terkena benturan dan lenganku sakit kalau digerakkan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit dan dilakukan rontgent, ternyata ada bagian tulangku yang patah. Tepatnya di tulang selangka (lengan sebelah kanan). Singkat cerita, keesokan harinya pun aku dioperasi.

Mirza

Adanya kejadian tersebut tak membuatku putus asa atau menyerah sedikit pun. Malahan, bisa membuatku lebih berpikir positif kalau kejadian ini pasti ada hikmahnya. Dan alhamdulillah, sekarang aku sudah sembuh dan project memotret jadi lebih banyak.

Menurutku, dengan fotografi, seseorang bisa bercerita lebih banyak melalui sebuah gambar. Selain itu, terkadang, tanpa diduga-duga, hasil jepretan juga bisa membuat seseorang dengan senang hati menyunggingkan senyum. Aku bertekad, ingin menghadirkan senyum di wajah banyak orang lewat fotografi.

Suatu hari nanti, aku ingin memiliki studio foto. Aku juga ingin lebih banyak mengenal dan dikenal oleh orang-orang. Tentunya, dalam bidang fotografi. Aku ingin belajar sebanyak-banyaknya, dan berharap, semoga ilmu yang aku miliki bisa mendatangkan manfaat seluas-luasnya.

Mirza Idham Faruq