Yosef: “Berbeda-beda kepercayaan itu boleh-boleh saja. Asal kedamaian hidup antar sesama manusia tetap dijaga.”

Yosef

Halo Wovger, apa kabar? Kali ini tim penulis Wovgo berkesempatan untuk mewawancarai Bang Jho, penulis Wovgo kelahiran Purworejo yang memiliki nama asli Yosef Ari Setyawan. Pria yang hobi mendengarkan musik dan menonton film ini mengaku punya pendapat tersendiri tentang Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada tanggal 5 Mei hari ini. Seperti apa pandangannya? Yuk kita simak wawancaranya.

Ceritakan dong pengalamanmu saat kenaikan Yesus Kristus. Ada kegiatan-kegiatan apa aja? Atau ritual apa aja?

Kalau di gereja, acaranya ibadah seperti biasa. Sepuluh hari setelah kenaikan Yesus Kristus tiap org biasanya punya ritual masing2 buat memperingati pencurahan roh kudus ini. Sepuluh hari setelah kenaikan Yesus Kristus itu memperingati pencurahan Roh Kudus. Untuk ritual di gereja memang tak begitu se-wah ketika paskah atau Natal.

Tapi Kalo ritual pribadi, aku biasanya ambil puasa sama ambil waktu khusus buat memperbaiki hububgan sama Tuhan. Bertobat itu emang setiap hari sih, tapi Kalo pas perayaan ini kayanya pas ajah gt moment nya. Yah banyak instrokpeksi diri juga.

Itu, puasanya mulai jam berapa sampai jam berapa? Lalu, sistem puasanya bagaimana?

Kalau aku puasanya, model puasa Daud. Sehari biasanya makan sekali, tapi jamnya terserah. Lalu hari berikutnya, pas di jam yang sama. Misal hari ini aku niat puasa, dan aku makan jam 5 sore, maka besok aku baru boleh makan lagi jam 5 sore. Oh ya, untuk puasa ini, sebenernya hanya demi kebutuhan pribadi aja sih. Jadi nggak semua orang Kristen atau Katholik, setelah kenaikan Yesus Kristus pasti puasa.

Yosef

Apa yang selama hidup paling berkesan bagimu tentang Kenaikan Yesus Kristus?

Taubat. Itu terjadi saat tahun 2011. Jadi aku benar-benar bertaubat di tahun tersebut. Meski belum taubat sebersih-bersihnya, tapi setidaknya hidupku udah nggak se-semrawut sebelumnya. Sejak saat itu, bagiku, everyday is a special day with God.

Menurutku, momen kenaikan Yesus Kristus itu jadi refleksi kalo aku gak bs hidup sendiri, karena buat bs selamat dunia akherat aku ya butuh Yesus. Karena pada akhirnya, ini mengenai hubungan kepada Tuhan.

Banyak orang yang terbutakan dengan perayaan. Tapi yang aku pegang sampai sekarang ya ini, tentang seberapa kita butuh Tuhan Dan bs menjalin sebuah hubungan sama Tuhan selama kita hidup Sampe kita harus cabut dr dunia.

Yosef

Apa hal yang kamu harapkan sebagai umat beragama?

Aku sih pengennya, hubungan setiap penganut agama bisa saling berdampingan dengan damai.

Setiap agama punya doktrin kebenaran masing-masing, dengan kata lain, pasti akan menyalahkan doktrin penganut agama lain. Nggak naif sih, aku ngerti ini juga. Tapi kembali lagi, di samping berbagai macam perbedaan doktrin tadi, masih memungkinan kok untuk sesama manusia (dari agama yang berbeda-beda) agar saling berdamai dan hidup berdampingan satu sama lain.

Oke. Pertanyaan terakhir, Jho.

Apa harapan kamu terhadap adanya agama di Indonesia yang berbeda-beda?

Semuanya bisa ngasih warna. Indonesia itu ada karena keberagaman. Membuat semua orang di Indonesia menjadi sama itu naif banget. Biarlah berbeda dengan sikap hati berketuhanan yang benar dan tanpa kepentingan. Namun tetap menjaga kedamaian dan tetap menjadi Indonesia.