Puspita: “Melihat anak didik mengeksplorasi bakat dan minat sesuai keinginan adalah hal yang paling membahagiakan sebagai guru TK.”

Hallo namaku Puspita Inggrida. Biar lebih akrab, panggil aja Puspita. Aku lahir di Ujung Pandang, 08 Desember 1991. Kalau ditanya soal hobi, hobiku banyak banget. Mulai dari mendengarkan musik, menari, berenang, traveling, kuliner, ngobrol, berbagi pengalaman hingga mencoba sesuatu yang baru. Meski hobiku cenderung ke arah hiburan, tapi cita-citaku ingin jadi guru TK yang bisa menginspirasi semua kalangan. Karena dari anak-anaklah aku banyak belajar tentang kehidupan.

Ya, dari cita-citaku inilah, aku memulai perjuanganku untuk meraihnya, dan Alhamdulillah satu per satu impianku terwujud. Kesibukanku sekarang mengajar di salah satu sekolah TK. Tepatnya di TK Dunia Suzan. Sejak dulu aku memang suka sekali dengan anak-anak, aku juga tergabung di komunitas SSCS (Save Street Child Surabaya) sejak tahun 2014.

Puspita seorang guru ternyata hahaha

Tak terkira senangku dengan anak-anak. Banyak hal yang bisa aku pelajari dari mereka. Tentang kepolosan, senangnya bermain, hingga senyum khas dari bibirnya yang selalu mewarnai hari-hariku. Selama ini aku banyak belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Tapi setelah terjun ke dunia anak-anak, aku menyadari bahwa belajar itu bisa dari siapapun, termasuk lewat anak-anak kecil.

Perjuangan untuk mendapatkan identitas sebagai guru TK tentunya tak selancar seperti yang mungkin Wovger duga. Butuh kesabaran yang luar biasa. Lulus tepat waktu menjadi awal dari segalanya, sampai pada akhirnya aku dianggap potensial oleh beberapa orang dan dipercaya untuk masuk ke dunia Guru TK. Hehehe.

Puspita Malang

Tugas seorang guru TK itu sebenarnya nggak mudah, butuh passion yang muncul dari diri sendiri. Guru TK bukan hanya mengajar pakem teori, tapi juga memberikan cinta untuk anak, dan mendidik mereka agar menjadi generasi bangsa yang berkarakter. Di mataku, guru adalah profesi yang mulia. Lebih dari sekedar profesi, tapi juga untuk amal jariyah kelak.

Menurutku, pekerjaan ini banyak senangnya daripada susahnya, karena emang udah jadi passion. Aku cinta pekerjaanku dan aku senang melakukan pekerjaanku. Apalagi kalau bisa melihat anak didik mengeksplorasi bakat dan minat sesuai keinginan. Itu adalah hal yang paling membahagiakan sebagai guru TK. Sungguh, aku mencintai pekerjaan ini, maka dari itu aku harus all out. Karena cinta membuat kerja keras jadi terasa ringan.

Puspita kerudung hijau

Aku udah bekerja sebagai guru TK hampir 2 tahun — terhitung sejak tahun 2014. Selama 2 tahun itu aku berada di Surabaya dan sudah mendapatkan pengalaman di 3 TK swasta. Jangan terburu-buru bilang bahwa pengalamanku sebagai guru TK sudah banyak, karena semua pengalaman itu memang aku kumpulkan semata-mata untuk belajar dan menginspirasi anak-anak. Ya, belajar tentang anak itu nggak ada habisnya.

Misi utamaku adalah, aku ingin orang lain nggak memandang guru TK sebelah mata. Sekarang kalau tanpa guru, nggak mungkin ada murid-murid yang berprestasi. Guru TK adalah kunci utama dalam pembentukan karakter anak. Aku juga ingin membuktikan kepada orang-orang kalau aku bisa, termasuk meraih cita-cita menjadi guru TK.

Puspita Indonesia

Aku bersyukur, keluarga mendukung total terhadap pekerjaan yang aku pilih ini. Mereka memberi semangat yang luar biasa. Orangtua selalu memotivasi dan menjadi penyemangatku untuk menjadi lebih baik. Dari semua motivasi yang diberikan oleh orangtuaku itulah, aku ingin memberikan timbal balik berupa harapan yang baik pula untuk mereka. Sesuai dengan namaku: Puspita Inggrida yang artinya Bunga Harapan.

Aku bermimpi, semoga kelak bisa mempunyai yayasan sekolah sendiri yang mencetak generasi penerus berkarakter dan bertaqwa. Aku juga ingin menjadi pendongeng anak-anak yang legendaris, karena selama ini inspirasiku datang dari pendongeng senior Kak Ria Enes dan Kak Lulu, mereka suka membawa boneka dalam mendongeng, untuk menyebar kebaikan. Tak lupa aku juga ingin membuat keluarga bangga atas totalitas pekerjaanku. Membanggakan dan membuat keluarga tersenyum bahagia.

Kalimat terakhir yang ingin ku ucapkan atas perjalanan hidupku ini adalah: Alhamdulillah dan terima kasihku kepada Allah SWT yang telah membuat hidupku sungguh mengasyikkan.

Puspita dan kerajaan aladin, eh tapi kok fotonya ngeblur, kenapa ini Ya Tuhan