Dhewi Violetta Syiswati: “Harapan akan selalu ada untuk orang-orang yang percaya, berusaha dan tidak pernah putus asa.”

Setiap orang di dunia ini boleh dan bebas untuk bermimpi. Bebas untuk memilih menjadi diri sendiri, maupun menjadi seperti orang lain yang menginspirasinya. Jika Wovger pernah mendengar bahwa hal yang paling menyenangkan adalah menjadi diri sendiri, itu memang benar tetapi mungkin juga tidak terlalu benar, karena di setiap proses kehidupan yang berlalu, begitu banyak hal yang harus dipelajari. Mau tidak mau, sedikit atau pun banyak, ada beberapa hal yang secara sengaja maupun tidak, sesuatu yang membentuk diri kita merupakan hasil dari mencontoh dan mempelajari orang lain. Oleh sebab itu, wajar saja jika mempunyai seseorang yang sangat di inspirasikan, asalkan menimbulkan dampak yang positif.

2015-09-16_20.19.55

Mulai dari sekolah TK, SD, SMP, SMA maupun kuliah, semua aku lakukan hanya seperti mengikuti arus saja. Aku mendaftar di jurusan Fisika dan diterima, semua seperti tampak mudah. Walau pun di masa kuliahku terasa sangat sulit, karena aku tidak begitu mengerti apa yang diajarkan. Namun aku melaluinya dengan senang dan tentu saja mendapat banyak bantuan dari dosen dan para sahabat. Namun mendekati akhir masa kuliahku, ada sesuatu yang memberontak dari dalam diriku. Seperti ada seseorang yang berteriak sangat kencang;

“Oh, ini bukan yang aku inginkan.”

Namun aku selalu mengabaikannya. Untuk beberapa waktu aku hanya berdiam tanpa memikirkan apa yang membuatku senang untuk melakukannya. Sampailah pada saat aku mengemasi buku-buku. Banyak sekali sketsa baju yang tercoret di setiap buku catatanku, bahkan melebihi jumlah dari catatan itu sendiri. Aku pun tersenyum, itu seperti melihat kilas balik dalam sebuah adegan film; bagaimana aku begitu menikmati kelas menggambar dari TK sampai sekarang, bagamaina aku ingat setiap hal yang kupelajari di kelas seni (sangat indah).

IMG_20150930_173756

Aku memutuskan untuk mengikuti kursus tata busana beberapa bulan, dan mulai memberanikan diri mengikuti sebuh lomba desain busana. Yah, walau pun pada akhirnya aku tidak membawa piala di lomba pertamaku, namun aku puas dengan apa yang telah aku lakukan. Aku telah mencobanya!. Tidak peduli bagaimana pun hasil karya pertamaku, tidak peduli bagaimana orang melihatnya yang kupedulikan hanyalah rasa yang membekas dalam diriku. Sebuah kenikmatan dari perjuangan, tangisan, putus asa, keterbatasan dan keberanian melawan rasa tidak percaya diri. Bahkan Ibuku tidak percaya jika aku bisa mewujudkan desain dengan tanganku sendiri.

20151205_160639

Usahaku mulai dengan menjahit pakaian untuk mewujudkan mimpi sebagai desainer. Semua proses kulakukan di dalam kamarku yang tidak terlalu luas, namun sangat nyaman untuk diriku. Dalam tahap perjalanan ini, tentu saja aku pun mendapatkan komentar yang baik maupun buruk, contohnya omongan seperti;

“Anak itu kuliah di universitas tidak terkenal, kerjanya enak, gajinya tinggi. Masa yang kuliah jauh-jauh cuman jadi penjahit.”

Tentu saja perkataan itu begitu menusuk, bagaimana pun aku hanyalah manusia biasa yang sama-sama memiliki hati. Memang beberapa komentar harus benar-benar didengar, untuk kebaikan. Tapi tidak semua komentar. Ada beberapa yang bahkan tidak perlu didengar. Jika aku hanya melihat apa yang orang lain terima, bisa saja aku berkata;

“Oh Tuhan, temanku bekerja di BUMN, di BANK, di Pertambangan dan sebagainya yang gajinya tentu takkan setara dengan gaji yang kuterima saat ini. Tapi siapa yang peduli, ketika aku telah mendapatkan gaji tambahan yang tidak terlihat seperti uang atau pun rekening BANK, bahkan nilai tersebut tidak akan pernah bisa dilihat orang lain. Kecuali mereka merasakannya sendiri. Terlebih jika apa yang aku kerjakan dapat memberikan peluang kerja atau membantu untuk orang lain.”

Ini baru permulaan, masih banyak jalan yang berliku untuk dilewati; naik maupun turun. Yang pasti, tidak akan datar-datar saja. Mimpi yang selanjutnya adalah fashion show di berbagai kota maupun negara. Aku yakin, harapan akan selalu ada untuk orang-orang yang percaya, berusaha dan tidak pernah putus asa.