Helga Indra Rukmana: “Mobile Photography – Memaksimalkan kreatifitas, sebagai hobi yang menghasilkan.”

Penggunaan handphone/smartphone saat ini berkembang sangat cepat. Karena banyak hal yang bisa dilakukan dengan smartphone ini. Mulai dari fitur gamenya yang canggih, teknologi 4G dengan internetnya yang kencang, atau fitur kameranya yang hasilnya tidak kalah dengan kamera digital.

Saya sendiri memanfaatkan fitur smartphone ini melalui kameranya. Ya, hobi saya adalah memotret. Terutama motret dengan kamera hp. Bukan karena saya tidak mau untuk menggunakan kamera digital seperti dslr & mirrorless atau kamera lain seperti analog, tapi karena menurut saya memotret menggunakan hp itu memiliki tantangan tersendiri. Tantangan yang harus saya taklukkan; yaitu gimana caranya kita bisa menghasilkan foto yang menarik dengan kemampuan kamera hp yang masih di bawah kamera digital maupun analog.

foto3

Awalnya, saya tertarik memotret dengan kamera hp ini, saat baru mengenal instagram di tahun 2012 lalu. Sebelumnya saya malah sempat menggunakan kamera (pocket) digital untuk memotret, meskipun pada akhirnya sekarang udah jarang dipake. Ketertarikan saya mulai bertambah saat saya bergabung dalam komunitas iPhonesia di Jakarta. Awalnya, komunitas ini hanya fokus kepada anggotanya yang menggunakan device dari Apple untuk memotret; baik itu iphone, ipod, bahkan ipad. Tapi sekarang komunitas ini sudah mulai memfokuskan kepada semua pengguna mobile yang menggunakan hp-nya untuk memotret. Biasanya jenis fotonya dikategorikan dengan sebutan mobile photography.

Dengan bergabung dalam komunitas ini, saya mulai dapat banyak ilmu dari para anggotanya yang tidak pelit berbagi ilmu tentang teknik memotret menggunakan hp. Saya belajar bagaimana cara mengambil foto yang tidak hanya bagus, tapi sesuai dengan komposisi fotografi. Saya juga belajar bagaimana memaksimalkan peran komunitas dalam dunia fotografi.

foto4

Bulan demi bulan saya aktif motret hingga akhirnya saya sadar, bahwa sebenarnya kita bisa memaksimalkan hasil foto yang kita ambil dari kamera hp ini untuk sesuatu yang bisa menghasilkan. Salah satunya dari lomba foto. Saya pun tertarik mencoba mengikuti beberapa lomba yang ada di instagram. Saya tahu, dengan kemampuan fotografi saya yang cuma sebatas menggunakan kamera hp, saya tidak terlalu berharap banyak jika nanti bakal menang atau kalah. Karena dalam perlombaan fotografi ini, tidak sedikit dari pesertanya yang ternyata menjadikan fotografi sebagai job utama maupun penghasilan tambahan. Jadi mereka sudah memiliki jam terbang tinggi di dunia fotografi.

Saya berpikir, dengan mengikuti beberapa lomba foto ini, ada harapan bahwa fotografi melalui kamera hp ini juga bisa menghasilkan. Bukan hanya sekedar sebagai tempat penyimpanan ribuan foto kamera yang semuanya hanya berakhir di media penyimpanan aja.

Hingga akhirnya, alhamdulillah, saya pun berhasil memenangkan sebuah kontes foto kecil-kecilan yang diadain komunitas. Hadiahnya waktu itu berupa uang. Hehehe, semacam jadi penyemangat untuk terus memotret nih, pikir saya.

foto5

 

Semakin hari semakin aktif di komunitas. Ikut photowalk, ikut mini workshop, sampai ikut berbagai macam lomba foto yang diadain di instagram. Kenapa cuma di instagram? Karena memang sejauh ini lomba foto yang diadain di instagram diperbolehkan menggunakan hp. Beda dengan lomba foto profesional di website luar yang lebih mengharuskan pesertanya untuk mengirimkan hasil foto kamera digital. Meskipun pada akhirnya sekarang sudah banyak lomba di luar instagram yang memiliki kategori khusus untuk pengguna smartphone.

Alhamdulillah, secara bertahap saya berhasil memenangkan beberapa lomba foto yang awalnya cuma di antara komunitas, lalu meningkat menang kompetisi foto yang diadain nasional. Meskipun kompetisinya tidak seketat kompetisi profesional, tapi saya puas. Saya bisa membuktikan bahwa dengan kamera hp juga bisa menghasilkan sesuatu.

foto6

Beberapa foto saya di antaranya pernah memenangkan kompetisi foto yang diadakan brand-brand besar seperti Simpati, Wrangler, MNC, Indosat, XL, Airasia, Batik Air, Commuter Line, Trans7, Lenovo, Asus, Detik, Traveloka, Kompas TV, Dulux, Sony, dan beberapa brand lain. Hampir semuanya menggunakan foto hp. Mungkin cuma satu atau dua foto aja yang saya jepret dari kamera mirrorless.

Tidak berhenti di situ, awal tahun 2015 lalu saya juga pernah dipilih Lenovo sebagai influencer di bidang desain dan teknologi dalam sebuah campaign-nya yang berjudul; You Inspired. Tentunya ini merupakan pencapaian yang besar bagi saya sendiri. Terlebih, selama ini saya hanya memotret menggunakan kamera hp.

foto1

Saya sadar, kemampuan kamera hp saat ini memang masih di bawah hasil kamera digital. Tapi saya masih yakin, banyak peluang di luar sana yang bisa saya coba, untuk mendapatkan hasil yang sama dengan para pengguna kamera digital. Practice makes perfect, kan? Semakin terbiasa kita berlatih, insyaAllah semakin bisa kita memaksimalkan kemampuan yang kita miliki.

Saya berharap, dengan semakin berkembangnya teknologi sekarang ini, penggunaan kamera hp ini bisa dimaksimalkan untuk mendapatkan apresiasi. Entah itu berupa penghargaan maupun berupa karya yang dijual. Saya sendiri masih bermimpi untuk menjadikan hasil jepretan foto saya menjadi sebuah buku fotografi yang bisa dinikmati banyak orang. Mungkin suatu saat, atau dalam waktu dekat, saya masih belum tahu.

foto2

Yang jelas, saya masih akan terus bercerita dan berprestasi melalui foto. Ada harapan atas apa yang selama ini saya bagikan kepada orang lain melalui foto, yang tidak melulu dinilai dari keindahan dan teknisnya semata, tapi juga bisa menyampaikan pesan apa yang terkandung di foto, agar bisa diterima orang lain yang melihatnya.

Karena hobi yang menyenangkan adalah hobi yang menghasilkan dan bisa bermanfaat bagi orang lain.