Larasati Neisia: “Malang dan Sejuta Kenangan.” (Wisata ke Kota Batu, Malang)

Sebuah perjalanan merayakan kelulusan kuliah. Begitulah cara saya dan salah satu teman trip saya menyebutkannya. Perjalanan ini berawal dari kami berdua (yang notabenenya adalah ciwik-ciwik tsantik) yang ‘males’ wisuda. Lho kok? Hahaha. Entahlah, kami berdua sependapat untuk nggak merayakan kelulusan ini dengan cara yang biasa orang lain lakukan alias memakai kebaya, memakai toga dan melempar toga dilanjut dengan foto keluarga yang gitu-gitu aja dari jaman jebot. Kami sepakat untuk merayakannya dengan melakukan sebuah perjalanan yang sebelumnya belum pernah kami singgahi sama sekali. Ini kali kedua kami backpacker menuju kampung orang. Dan Kota Batu Malang Jawa Timur adalah kota yang akan kami tuju.

Dari judulnya aja udah backpaker, kami mengambil rute yang sedikit berbeda sekaligus menghemat biaya biar bisa hedon di Batu. Kami pergi naik kereta api dari Stasiun Kereta Api Kiaracondong Bandung menuju Stasiun Kediri menggunakan kereta api ekonomi Kahuripan jam 8 malam. Jangan salah, sekarang kereta ekonominya udah kece banget! Ada AC, nggak ada lagi pedagang asongan, toilet juga bersih. Yakali nanti ditambah dengan adanya WiFi gratis.

*ditoyor*

Tiket kereta 90ribu / orang. Perjalanan di kereta bikin saya encok, karena harus duduk cantik selama lebih dari 12 jam. Gila! Kediri jauh amat! hampir aja dulu jadi orang Kediri *abaikan pernyataan terakhir* , tapi sakit pinggang saya nggak seberapa dibandingkan melihat pemandangan sawah nan hijau selama di perjalanan. Akhirnya.. sampailah kami di kota kelahiran mantan saya Kediri jam setengah 10 pagi. Walaupun keadaan sudah tidak lagi sama, tapi saya totally bangga, bisa menghirup udara Kota Kediri. Dua kata untuk Kediri: PANAS BOK!

IMG_20160401_130220_HDR

YEAAY! FINALLY AFTER 4 YEARS AGO!

Kemudian dengan berbekal nanya jalan ke mas-mas yang ada di stasiun Kediri, kami harus menyambung lagi menggunakan Bis Puspa Indah jurusan KDR-MLG yang melewati Kota Batu. Dan asal Wovger tahu, kami berdua jalan kaki 1 kilometer dan sempet lewat Kediri Town Square untuk sampai di halte depan Mall itu. Kebayang dong, kami berdua bawa-bawa gembolan banyak, jalan ala turis backpcaker, panas-panas belum mandi. Akhirnya nyampe di halte, dan nggak sampai 5 menit bisnya datang. Kami cukup bayar 20ribu aja untuk bisa nyampe Malang. Eh tapi Batu itu sebelum Malang, jadi lebih dekat. Di jalan, kami melihat Monumen Simpang 5 Gumul yang mirip kayak di Paris itu lho. Sayang nggak bisa turun buat foto dulu. Kasian ya. Iya.

2016-05-16 10.33.22 1

Perjalanan dengan Bis Puspa Indah ditempuh selama 3 jam menuju Batu. Sesampainya di hotel, kami langsung check in.  Fyi, kami menginap di The Batu Villas Hotel and Lounge yang tempatnya strategis abis, mau kemana-mana. Jalan ke kanan udah masuk Jatim Park 1, sama pasar parkiran, jalan ke kiri udah masuk Museum Angkut, jalan muter ke belakang Jatim Park 2. Ah bahagia pokoknya! Kamar kami sederhana banget, karena ambil paket backpacker dorm, sewa per kasur 75 ribu aja per malam. Tapi tetep bisa lihat pemandangan gunung-gunung menjulang kok di balkonnya. Ihiy!

Setelah sampai itu, kami langsung rebahan sejenak. Maklum kena jetlag! Hahaha. Nggak lama, kami mutusin untuk mandi dan mengunjungi destinasi paling dekat dulu aja, karena udah sore menuju malam. Tadinya kami mau ke Alun-alun Kota Batu, tapi gagal, karena hujan gerimis dirasa nggak bagus. Juga karena besok hari petualangan masih panjang. Jadilah kami cuma makan malam di Pasar Parkiran sambil lihat live music. Pasar parkiran itu semacam food court atau pujasera outdoor yang suasananya asik banget. Lampu warna-warni kerlap-kerlip di mana-mana, banyak jajanan murah, permainan anak-anak, perpustakaan dan ada museum 3D art nya. Daripada malam ini sia-sia, akhirnya kami masuk ke museum 3D art deh. Lumayan seru dan dapat foto-foto lucu. Oh ya, tiket masuknya juga murah, cuma 8 ribu. Sayang, pasar parkiran sepi. Mungkin karena weekday kali ya. Saya emang sengaja liburan weekday biar puas, hihi.

IMG_20160410_093525  PhotoGrid_1459913944625

And the real our adventure is ready… Besoknya saya udah dandan cantik pagi-pagi demi jadi pengunjung pertama di jatim park 1. Norak ya.. Kami tadinya mau membeli tiket sakti seharga 300ribu untuk 2 hari keliling Jatim Park 1 & 2. Nggak taunya usul kami dihempaskan oleh mbak-mbak penjaga loket. Katanya, kalau weekday kita disaranin beli tiket cabutan, alias sendiri-sendiri tiap tempat. Kalau ambil tiket sakti itu pakai harga weekend dan jatuhnya jadi mahal. Dan setelah dihitung-hitung ya, semua totalnya jadi 265 ribu doang kalau weekday. Sungguh bahagia tak terhingga!

Pertama kami masuk ke museum tubuh Bagong karena bukanya paling pagi di antara yang lain. Rata-rata yang ke sini rombongan anak sekolah sih, kalau kami sih rombongan mahasiswa yang udah lulus HA! #songong, banyak pengetahuan dan ilmu yang didapat. Banyak hal baru yang saya tahu, salah satunya adalah adanya tubuh manusia asli yang dimuseumkan di sini. Saya nggak tau kapan ruangannya akan dibuka untuk umum. Mungkin sekarang udah ya. Karena kita kemarin cuma berdua, mas-masnya ngizinin kami buat masuk. Ini agak serem sih, jujur aja pas masuk merinding. Yang keren, tubuh manusia asli yang dimuseumkan ini hanya ada 2 di dunia. Di Jerman dan di Batu, Indonesia. Btw, kita nggak dibolehin buat foto lho disitu. Takjub iya, bangga juga, sekaligus agak horor sih ya…

Lalu perjalanan kami lanjutkan ke Jatim Park 1 yang lebih mirip Taman Mini Indonesia Indah sebenernya. Tapi di sini wahananya menyerupai dufan, ditambah ada waterparknya. Cocoknya sih bawa bocah-bocah ke sini, apa daya ya, museum angkutnya baru buka jam 12 siang. Jadilah kita main-main dulu di sini.

IMG_20160424_061524

Bagian paling nyenengin hari ini pun tiba.. yaaay akhirnya ke Museum Angkut juga setelah ngiler liat di banyak acara tv. Dari Jatim Park 1 bakalan ada mobil yang anter kita langsung ke sana. Oh ya, untuk yang bawa kamera besar dan semacamnya, dikenakan biaya tambahan 30 ribu ya. Saya nggak berhenti takjub melihat semua koleksi kendaraan, khususnya mobil-mobil keren dari seluruh dunia. Museum angkut bener-bener manjain pengunjungnya dengan berbagai hal keren yang nggak ada habis-habisnya. Rasanya pengen foto di semua sudut. Bagian yang paling saya suka adalah area pecinan, lalu di England area (London, The Beatles, Buckingham Palace) dan Broadway Gangster Show. Puas banget foto ootd ala-ala selebgram di situ. Dan perjalanan kami berhenti ketika… baterai kamera habis dan kaki udah gempor. 

2016-04-07 01.19.22 1 2016-04-02 01.44.33 1_1459586400786

Besoknya, dengan berbekal baterai kamera penuh dan sisa-sisa koyo semalam, kami kuat menantang hari ini. Jatim Park 2; we are coming!!. Fyi, dari hotel, kami jalan memutar menuju venue, kami nggak mau naik ojek, karena kami anaknya parnoan. Lebih baik jalan daripada dibodohi dengan tarif ojek turis di Batu. Hahaha!

Karena yang buka pertama adalah Eco Green Park, jadilah kami ke sana duluan. Ini sumpah, taman walking birdnya keren banget. Banyak banget koleksi burungnya. Bahkan burung kakak tua pun ada banyak jenisnya. Duh, satu aja eikeuh nggak hafal ya. Di sini bikin makin pinter, iya, ditambah bahagia juga iya, bener-bener deh; kesatuan yang komplit. Semua dilakukan dengan jalan kaki berhektar-hektar. Saking kagumnya saya sampai bilang: “Ini kapan habisnya? ” karena rute-rutenya itu penuh dengan kejutan dan terkonsep abis. Wovger belum ke Eco Green Park kalau belum foto di depan Gajah dari tv recycle pokoknya!

690-1

Habis puas berpanas-panasan di Eco Green Park, kali ini kami mau ‘ngadem’ dulu di Museum Satwa. Jangan lupa foto dulu di depan bangunan putih besar ala-ala gedung parlemen Luar Negeri, alias halaman depan museumnya. Hal pertama yang saya lakukan pas baru masuk adalah foto sama diorama rusa yang lagi pegang gitar, seolah-olah kita lagi nyanyi bareng. Romantis yaa.. Kekaguman saya nggak berhenti di situ, di dalam museum ini terdapat banyak diorama satwa, dilengkapi dengan simulasi-simulasi yang disesuaikan dengan habitat mereka. Yang bikin saya menganga tiada henti adalah; antara diorama dan bentuk asli satwa hidupnya nggak ada bedanya. Kemiripannya 99%, jago banget yang bikin. Terima kasih yaa Museum Satwa.. lagi-lagi saya makin pinter, semoga kelak saya bisa bawa anak-cucu ke sini ya. Aamiin.

Front of Museum Satwa building

IMG_20160423_043654

And the next.. Batu Secret Zoo. Kebun binatang seluas 5 hektar ini siap akan kami bantai, hahaha. Kalau di taman Safari, kita bisa lihat binatang di dalam mobil, kali ini kita cukup jalan kaki aja untuk mengunjungi binatang-binatang yang super duper lengkap. Eh, saya bahagia sekali, di sini bisa ketemu Flamingo. Kedengarannya norak ya.. tapi beneran deh puas banget. Bener-bener deh, ini kebun binatang terapih yang pernah saya kunjungi. Kita dimanjain sama binatang-binatang yang sehat dan bahagia. Mereka tuh serasa masih hidup bebas lho. Dan yang patut diacungi jempol, semua rute yang disediakan itu beneran nggak bikin kita rugi, semua nggak ada yang terlewatkan. Oh ya, di area belakangnya juga ada taman bermain ‘Fantasy Land’ untuk yang mau rileks dulu, siapa tahu mau naik wahana-wahana seru. Saya punya saran nih untuk pengelola Batu Secret Zoo: “Dear owner Jatim Park.. datengin pinguin icaaa kaliiii… ” 

*kemudian digampar*

2016-04-13 10.14.25 2 2016-04-07 03.26.45 1

Tadinya kami berdua mau ke BNS (Batu Night Show). Kebetulan udah sore juga, jadi pas timingnya. Namun apa daya kami berdua udah nggak sanggup, belum lagi jalanan udah mulai senyap, dan di Batu itu, kendaraan umum hanya sampai jam 5 sore. Lewat dari jam itu bisa menggunakan ojek (yang nggak banget!) atau taxi (eh? Jarang juga sih). Harusnya sih ya buat berjaga-jaga kita sewa motor. Namun boro-boro kepikiran. Pada akhirnya kami harus merelakan tidak ke BNS, dan berujung tepar di kamar hotel. Sekian untuk hari ini.

***

Hari berikutnya, harusnya kami bergegas pulang, karena tujuan utamanya sudah terlaksana. Tapi.. dikarenakan masih penasaran dengan alun-alun Batu, akhirnya kami pun extend semalam lagi. Hahaha! Kami nggak kehabisan akal lho, pagi hari kami manfaatkan untuk mengunjungi Taman Rekreasi Selecta yang udah booming banget di sosmed. Dan kami ke sana menggunakan angkot berwarna merah jurusan Selecta, naik dari depan hotel dengan ongkos total 12 ribu pulang-pergi. Sesampainya kami di sana, agak takjub ya sama Kota Batu ini. Di mana-mana banyak waterpark, tak terkecuali di Selecta. Taman Bunga Selectanya ada di belakang waterpark tersebut. Siang kami habiskan untuk mengambil gambar dengan bunga-bunga. Padahal di Bandung pun ada, tapi anehnya malah belum sempat ke sana. Oh ya, di sini ada wahana sky bike juga lho, jadi bisa melihat taman bunga dari atas.

2016-04-05 01.13.23 1 2016-04-07 03.26.46 1 2016-04-23 09.36.26 1

Setelah puas di taman Selecta, sampailah kami di Alun-Alun Batu. Kesan-kesan di sini yang nggak bisa kami lupakan adalah; Kota ini sangat mengajarkan kedisiplinan. Dimulai dari siapa pun yang merokok di area alun-alun akan diperingatkan, dan itu bukan hanya sekadar wacana, melainkan kami melihat sendiri lho, ada bapak-bapak yang ditegur. Lalu kami mendengar ada bel berbunyi di area zebra cross jalanan Alun-Alun, rupanya bel itu berbunyi, pertanda bahwa ada orang yang hendak menyeberang. Jadi, mobil atau motor harus bisa berhenti duluan, mempersilahkan orang yang akan menyeberang tersebut. Bisa jadi contoh nih buat my hometown, Bandung. Ada bianglala di sini, tapi kami nggak sempat naik, karena jam 3 siang sedang istirahat. Sayang banget! Kemudian Batu pun diguyur hujan besar sebelum kami pulang ke hotel.

2016-04-05 04.01.27 2

Tiga hari telah kami lalui, akhirnya kami harus menerima kenyataan, harus pulang ke Bandung juga. Dari jam 6 pagi kami harus sudah siap menunggu bis puspa indah kembali yang melintas di jalan depan hotel (kami nggak harus ke terminal lagi karena bisnya lewat di depan hotel). Nggak sampai 10 menit, akhirnya bis datang. It’s time for say goodbye to Batu City. Walopun sampai di Kediri ada drama salah turun bis lalu nyasar-2kilometer-lalu-tracking-dan-hampir-pingsan-karena-belom-sarapan, dan hampir aja kehabisan tiket kereta. Tapi kita akhirnya pulang kok, dengan tiket waiting list.  

Dan dari sini saya menyadari bahwa, Seni bertraveling adalah: “Kamu belum benar-benar traveling kalau belum nyasar.”

Terimakasih Batu, untuk liburan menyenangkannya! Fyi, kami masing-masing hanya habis sejutaan untuk liburan yang hampir seminggu ini (pergi minggu malam, pulang sabtu depan pagi). Hemat!

Ah, pokoknya nanti harus balik lagi, karena masih penasaran dengan beberapa tempat. Saya belum ke BNS, belum pula ke Bromo. Jadi, saya punya alasan kuat dong kenapa harus balik lagi ke Malang? Hehe.

See you soon on the next trip!

 

 

Sincerely,

Dari yang belum puas ke Malang,

N e s a