Weny Eka Imandari: “Tetaplah berkarya, apa pun keadaannya. Jangan jadikan keterbatasan sebagai penghambat dalam mewujudkan mimpi.”

Awalnya aku hanya bisa melihat keseruan acara itu. Mengagumi diam-diam sosok mereka dalam jepretan kamera amatir temanku. Mereka yang ada di dalam foto itu begitu rupawan; baik para pria maupun wanitanya. Make up dan kostum itu telah mengubah mereka menjadi sosok yang ‘berbeda’. Diluar event, mereka hanya seorang mahasiswa atau mahasiswi, mereka seorang pelajar, mereka yang sudah bekerja. Namun di dalam event itu, mereka menjadi diri mereka yang lain, sesuai dengan peran yang mereka mainkan. Sejujurnya aku begitu tergoda, ingin menjadi bagian dari mereka yang meramaikan acara tersebut. Namun apa dayaku yang cuma seorang pelajar SMA tingkat akhir dan memiliki uang jajan seadanya dari orang tua. Aku juga sadar diri, kalau aku tidak seindah mereka. Tubuhku tertutupi oleh hijab, karena aku sudah berkomitmen sejak lama untuk menggunakannya. Aku cuma seorang yang bisa bermimpi. Hingga akhirnya kukubur keinginan itu dalam-dalam dan tetap menjadi pengunjung dan pengagum saja.

10293571_711155858925855_4903651363922914749_o

Hingga suatu hari, tanpa sengaja aku menemukan suatu komunitas yang sesuai denganku. Komunitas wanita berhijab namun tetap bisa bercosplay. Aku sangat tertarik melihat foto-foto mereka yang kini menjadi teman-temanku. Mereka indah, cantik, dan berkomitmen dalam keyakinan mereka, namun bisa tetap menekuni hobi mereka sebagai cosplayer. Mungkin hanya segelintir orang yang mengenal apa itu cosplay. Cosplay adalah sebuah hobi yang ditekuni oleh para penyuka kebudayaan jepang, di mana mereka memakai kostum yang berasal dari serial anime (kartun Jepang), style visual kei, harajuku, gotik lolita, juga tokusatsu (super hero Jepang) sambil ber-acting sesuai character yang mereka perankan. Umumnya, orang-orang menganggap cosplay itu sebagai sesuatu yang tidak lazim. Hobi yang mahal dan menghamburkan uang. Hobi yang tidak bermanfaat. Hobi yang aneh bisa dibilang. Hanya mereka yang sangat freak terhadap budaya Jepang sebut saja ‘wibu’ yang mengetahui hal tersebut. Tapi aku melihat hal tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Aku seorang penyuka budaya Jepang, dan aku merasa tertarik menjadi seorang cosplayer. Dan pada September 2014 kuberanikan diriku untuk menjadi cosplayer dengan pengetahuan make up dan style hijab seadanya. Aku memulai debutku sebagai cosplayer hijab.
10858637_10203988380642213_7888052881859327331_n

Dari kegiatan ini aku banyak belajar dan memperoleh banyak pengalaman. Aku berkenalan dan bertemu dengan berbagai orang dengan kepribadian berbeda dan menarik. Memiliki banyak teman maupun keluarga kedua. Mengasah bakat dalam bidang tarik suara dengan mengikuti kontes-kontes karaoke lagu Jepang. Walaupun dalam menekuni hobi ini juga terdapat beberapa duka. Tidak semua orang menerima cosplay hijab. Ada yang bersikap pro maupun kontra. Walau begitu, sama sekali tidak menyurutkan kesukaan saya terhadap hobi ini. Apalagi hobi ini banyak membawa dampak positif untuk diri saya. Saya yang awalnya pemalu dan tertutup ini mulai bisa berbaur dengan banyak orang. Itu salah satu nilai plus yang saya dapatkan dari hobi ini. Dan saya juga mendapatkan pelajaran utama dalam menekuni hobi ini.

Tetaplah berkarya, apa pun keadaannya. Jangan jadikan keterbatasan sebagai penghambat dalam mewujudkan mimpi.

10349870_900581873299991_2448667849121631725_n

Impian saya; suatu hari ingin sekali pergi ke Jepang. Mudah-mudahan saya bisa mewujudkan mimpi saya tersebut melalui hobi ini. Aamiin.