Pardi Setiawan: “Dari mengayuh gerobak roti, sampai berkeliling ke Negeri Piramida.” (Beasiswa ke Mesir)

Matahari mulai bersinar, kayuhan gerobak roti pun mulai beredar keliling komplek untuk menjajakan roti dagangan seorang pemuda berumur 24 tahun yang sangat attractive, pekerja keras, ceria dan cerdas. Asep, dialah pemuda yang selalu mengirim roti pesanan saya di pagi hari untuk memenuhi sarapan sebelum saya pergi ke kantor.

Berjualan roti memang bukan cita-cita yang tertanam dalam dirinya, akan tetapi, keadaan yang memang mewajibkan dia berkeliling menjual roti, demi sebuah kehidupan. Cita-cita yang terus tertanam, dan yang selalu dalam bayangannya adalah; tetap terus menuntut ilmu sampai ke jenjang Perguruan Tinggi.

Apa daya jika melihat keadaan keluarga yang hanya mengandalkan seorang bapak yang berjualan mainan anak SD dan harus menghidupi 9 saudaranya. Asep saat itu terpaksa berhenti sekolah setelah lulus dari SMP, dengan lapang dada dia merelakan menunda cita-citanya untuk bersekolah ke tingkat SMA, karena keadaan keuangan yang harus bergelut dengan kebutuhan sehari-hari. Ia pun mengalah untuk adik-adiknya, yang sama-sama juga masih memerlukan biaya untuk pendidikannya.

Karakter yang terbentuk dalam diri Asep sangat dominan dan unik bagi seorang penjual roti. Dia supel, cerdas, komunikatif dan ramah dalam melayani pelanggan, ditambah tampilan yang muda, fresh nan rupawan. So nice bagi seorang tukang roti.

IMG_9086438022850

Setiap ada waktu luang, kita manfaatkan dengan sharing mengenai kehidupan kita. Suatu malam, saat kita terlarut dalam sebuah pembicaraan sederhana namun bermakna, kita berbincang mengenai mimpi besar dan harapan kehidupan kita di masa depan.

Saya menilai bahwa sosok Asep merupakan sebuah “Mutiara Dalam Lumpur”, saya yakin potensi Asep melebihi keadaan Asep yang hanya menjadi seorang penjual roti keliling.

Saat malam itu pun saya bertanya dengan penasaran ke Asep:

Saya: “Asep, kalo kedepannya sendiri Asep mau punya kehidupan seperti apa?”

Asep: “Saya sebenernya tidak mau terus-menerus hanya menjadi seorang tukang roti, saya ingin seperti kang Pardi dan pelanggan saya yang bisa menuntut ilmu sampai ke jenjang perkuliahan.”

Saya: “Asep beneran ingin kuliah?”

Asep: “Iya kang Pardi, saya ingin kuliah.”

Saya: “Asep yakin ingin kuliah?”

Asep: “Iya kang, saya yakin dan mau banget.”

Saya: “Serius Sep?” (sambil saya menatap mata yang penuh harapan dan keyakinan)

Asep: “Saya sangat serius kang, dan saya ingin sekali kuliah, itu adalah mimpi dan harapan saya yang sudah lama terkubur, tapi saya juga sadar diri, saya hanya lulusan SMP dan mungkin keinginan saya untuk menuntut ilmu sampai kuliah saat ini mungkin hanya sebuah impian belaka.”

Saya: “Asep jangan putus harapan, Asep masih bisa berjuang, dan salah satunya adalah dengan ikut Paket C yang nantinya bisa dapat ijazah setara SMA yang dipakai untuk daftar Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk masuk ke Perguruan Tinggi.”

(Asep pun  ikut Paket C dan dapat Ijazah, lalu dia memenuhi persyaratan untuk daftar SNMPTN tahun 2012)

Selepas saya pulang kerja dan setelah Asep beres dari berjualan roti, hampir setiap malam dia bersilaturahmi ke kost-an saya, hanya sekedar ingin belajar untuk persiapan ujian SNMPTN, dan saya dengan senang hati berbagi ilmu dengan seseorang yang semangat belajar, demi menyongsong masa depannya.

Sebulan kita berjuang, belajar materi SNMPTN, dengan bermodalkan bahan seadanya dari buku, dan soal SNMPTN saya sebelumnya. Singkat cerita, Asep pun menghadapi ujian SNMPTN.

Setelah Ujian, Asep pun berjualan keliling komplek seperti biasa hingga sebulan pun tak terasa. Waktu pengumuman ujian SNMPTN pun dibuka.

Saat saya masih di kantor, Asep telpon ke saya:

Asep: “Kang Pardi, kalau saya lulus SNMPTN ke UNPAD, akang mau ngasih hadiah apa?”

Saya: “Kamu lulus ke UNPAD?”

Asep: “Iya kang, saya lulus.”

Saya: “Ah yang bener kamu, jangan becanda!”

Asep: “Iya bener kang, saya lulus!, akang cek sendiri deh di web UNPAD dan liat di koran.”

Saya pun langsung pulang ke kost-an, dan melihat Asep sedang memegang koran. Saya langsung melihat judul koran mahasiswa yang lulus ujian SNMPTN, nama Asep Saepulloh tertulis jelas, masuk Sastra Arab UNPAD. Saya langsung jabat tangan dia, peluk dia dan dia pun berkata:

Asep: “Kang, saya jadi mahasiswa ya?”

Saya: “Iya, selamat Asep, kamu sekarang jadi mahasiswa UNPAD.”

Asep: “Makasih ya Kang atas bantuannya.”

Asep pun memulai babak baru menjadi mahasiswa UNPAD, sambil tetap mengayuh sepeda gerobak rotinya untuk berjualan di sela waktu sebelum berangkat kuliah, atau waktu senggang, demi tetap menjalankan kehidupan sehari-harinya.

Semester satu berjalan, dia pun berkeluh kesah terhadap saya, mengenai kebingungannya mengenai biaya semesteran. Saya pun menyarankan untuk mencari beasiswa, dan Alhamdulillah, saya punya teman yang masih aktif mengurusi beasiswa di kampus, dan saya minta Asep menemui teman saya untuk mencari info beasiswa.

Sebulan kemudian dia datang ke kost-an saya dengan wajah sumringah, mata berbinar dan senyum lebar, sambil memegang satu lembar kertas, dan dia memberikan kertas itu kepada saya.

Asep: “Kang, nih baca kertas ini.”

Saya pun merasa penasaran, lalu membaca isi tulisan kertas tersebut, dan di sana tertulis:

“Asep Saepulloh LULUS beasiswa Bidik Misi Full sampai beres kuliah.”

Alhamdulillah Ya Allah, speechless, dan saya merasa senang ketika mendapat kabar baik ini.

IMG_9193296508394

Asep pun berangkat ke Mesir dan menuntut ilmu satu semester di sana, sambil menjelajahi negara yang penuh dengan cerita sejarah.

Lima semester dia lalui sebagai mahasiswa Sastra Arab, dan dia pun sering cerita mengenai perkuliahannya. Saat itu dia sharing bahwa untuk semester enam, ada beasiswa Student Exchange ke Mesir, dan dia direkomendasikan sama dosennya, saya pun mendukungnya untuk dia bisa ikut seleksi beasiswa tersebut. Beberapa tahap tes dia lewati, dan dari 30 mahasiswa yang daftar, terpiihlah 6 mahasiswa yang berhak mendapat beasiswa tersebut.

Dia datang ke saya sambil memperlihatkan surat kelulusan beasiswa ke Mesir, dan dibuat terpana lagi atas apa yang diperolehnya. Tuhan sangat sayang dan memberi keberkahan sama dia, saya pun menjadi saksi dalam pencapaian mimpinya satu per satu.

IMG-20141212-WA0001

Sepulang dari Mesir, kita temu kangen dan sharing seperti biasa. Asep kembali ke kegiatannya sebagai mahasiswa tingkat akhir yang harus segera menyelesaikan studinya.

asep

Tanggal 10 Mei 2016 Asep si tukang roti keliing pun menjadi seorang sarjana Sastra Arab UNPAD bergelar S.Hum dengan predikat “Cumlaude”.

So,

“if we have a dreams, fight for that because miracles will happen when we struggle to prove it.”