Susi Janiati: “Wanita mulia abad ke 21 – Di sisi pria tangguh, ada wanita yang lebih tangguh.”

“Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.” – HR. Bukhori dan Muslim

Tentu sudah tidak asing lagi dengan perumpaman hadits Nabi Muhammad SAW yang; Kenapa Allah memilih bagian tulang rusuk, bukan bagian yang lain seperti hati, kepala atau tulang betis, misalnya. Tetapi Allah memilih tulang rusuk, yang merupakan pelindung dari hati, paru-paru, jantung, usus, ginjal, dan segala organ metabolisme yang ada di dalam tubuh. Bayangkan, jika metabolisme manusia tidak ada tulang rusuk, maka struktur organ kita akan mudah terluka dan rentan bahaya.

Menjadi wanita adalah kodrat, sekaligus anugerah Allah SWT. Tiap-tiap wanita itu unik, gaya tak perlu sama, dandan tak perlu mirip. Jadilah wanita yang senyaman-nyaman dirimu. Kadang di mata pria, wanita yang sexy itu indah. Kadang di mata pria juga, wanita yang menundukkan pandangannya itu lebih indah. Tergantung pandangan mereka; maukah dosa atau tidak. Dan wanita cukup memperbaiki diri dan mempantaskan diri, serta dapat bermanfaat untuk orang lain.

Allah SWT menciptakan wanita dengan penuh keagungan dan kemulian. Setiap kodrat wanita, tingkah lakunya, dan bahkan kelemahannya menyimpan kekuatan yang syahdan. Begitu juga perumpamaannya posisi wanita bagi pria. Wanita juga sudah punya bekal untuk mendampingi, sekaligus memberi motivasi pria yang cenderung mudah marah, berputus asa, tidak sabaran. Seperti pepatah mengatakan;

“Di sisi pria tangguh, ada wanita yang lebih tangguh.”

Saya mengambil sedikit cerita tentang wanita pejuang, yaitu Khadijah Binti Khuwaylid, isteri Kanjeng Rasul yang pertama Khadijah senantiasa memberi semangat dan menjadi motivator utama Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan pendamping setia Nabi, berkorban adalah bukti cinta dan kesetiaan. Tidak ada perjuangan tanpa disertai dengan pengorbanan. Rela berkorban, berarti kesediaan dan keikhlasan berjuang tanpa mengharap imbalan, baik bersifat materi, maupun non-materi. Terutama saat masyarakat mengucilkan Nabi. Sebagai seorang saudagar, melalui harta kekayaannya, beliau menjadi pendukung utama Nabi dalam menegakkan agama Islam.

B612-2015-12-17-11-49-23

Jati diri seorang wanita  itu sungguh sangat sangat hebat perannya dalam menjadi perempuan, kemudian menjadi isteri bagi suami, yang harus melayani suami 24 jam jika seorang istri yang waktunya habis untuk mengurusi rumah tangga.

Jalan kesuksesan dan menjadi wanita mulia, maka yang harus diutamakan dan dilakukan adalah mencari ridho Allah SWT dengan cara senantiasa patuh kepada suami dan mendidik anaknya dari anak-anaknya yang terkadang payah untuk diatur, rewel dan segala permintannya harus dituruti. Kalau tidak, bakalan nangis. Dan seorang ibu pun juga harus pandai membuat anaknya menjadi anak yang teladan bagi sesamanya dan agamanya. Seorang ibu juga harus menjadi guru yang dapat membuat anak itu berlimu.

Seorang wanita yang berperan dalam mendidik anak itu biasa, tapi menjadi luar biasa bagi anak dan keluarganya, serta menjadi sosok wanita yang sederhana, namun tetap harus belajar, meski tidak hidup di zamannya. Peran yang sudah sedemikian repot ini kadang masih ditambah dengan peran sosial wanita sebagai bagian dari anggota, dan komunitas yang ada di masyarakat. Sungguh merupakan pengabdian yang luar biasa, karena di samping mengurus masalah pribadi dan keluarga, mereka masih harus berbagi waktu dan usaha bagi kerja-kerja sosial.

Nahhh…  Jadi peran ini tetap tidak boleh ditinggalkan selama menjalankan peran sosial. Hal ini bermakna, perjuangan yang dilakukan haruslah tetap dalam batas dan dukungan suami atau orangtua, dan tetap menjaga fitrah, harga diri, harkat dan martabat pribadinya sebagai seorang wanita. Jadi dibalik laki laki sukses, yakinlah, pasti ada wanita di belakangnya yang memberikan semangat, dorongan, motivasi dan beserta doa seorang istri kepada suaminya — bagi yang udah menikah. Sedangkan wanita yang masih menginjak remaja atau bisa dikatakan sudah dewasa, dia harus mencari jati dirinya, berjuang, dan tetap memperbaiki diri. Apa yang mesti dilakukan dan ditirunya untuk kehidupan dia, baik dalam kehidupan sehari-hari? Apa yang mesti dia perjuangkan, apakah cinta? Karir? Atau sebagainya.

Saya bakalan menceritakan sedikit tentang kehidupan kuliah saya. Dulu waktu semester I sampai semester III saya berjuang mati-matian untuk mendapatkan nilai yang bagus dari dosen, ya alhamdulilah nilainya bagus. Lama-lama saya berpikir; kenapa saya berjuang gigih demi nilai, sedangkan nilai tinggi belum tentu merupakan kunci kesuksesaan? Tapi saya terlalu berambisi, dan mengikuti hawa nafsu yang tergiur akan nilai-nilai tinggi.

1461492193274

Berlanjut di semester lainnya, yaitu semester VI dan sampai sekarang (semester VI) saya sudah merubah pola pikir; saya kuliah bukan untuk mengejar nilai, tetapi menciptakan peluang. Terutama peluang yang dapat menjadi panutan bagi kalangan mahasiswa serta masyarakat. Wanita juga harus keluar mencari pengalaman dan peluang, karena wanita tidak hanya cukup tahu soal dapur saja, tetapi seorang wanita juga berhak menikmati keindahan alam diluar sana dan pengalaman.

Wanita juga kuat — walaupun tenaga wanita tak sekuat pria. Pertama kali ikut di organisasi, yang terlintas di pikiran; saya harus bisa menjadi wanita pejuang yang ada di dalam organisasi itu, dan bisa bikin bangga nama organisasi.

Seorang wanita harus memperhatikan berbagai macam urusan pentingnya dalam semua situasi dan kondisi, mengurutkannya sesuai dengan tingkat manfaat dan madharatnya. Jadi yang terpenting, harus di kedepankan. Intinya, yang baik dikerjakan dan yang jelek ditinggalkan. Jadi, tetaplah lakukan yang terbaik di setiap harimu. Baik seorang pelajar, remaja serta dewasa, atau seorang guru, atau seorang ibu rumah tangga sekali pun.

Ketahuilah bahwa tujuan yang tidak pasti merupakan sebab dari sebuah kegagalan. Tujuan seorang wanita pejuang adalah meraih kesuksesan yang mulia di dunia dan di akhirat kelak. Tidak ada kesuksesan tanpa tujuan yang jelas serta terukur, dan tidak ada tujuan yang jelas serta terukur kecuali setelah memiliki gambaran jelas tentang manfaat dari amal tersebut.

Menjadi wanita mulia di abad ke- 21,  wanita harus mampu menentukan tujuan yang ingin dicapai, kuat memegang prinsip dan membuat suatu konsep yang teratur dan tertata, tanpa sedikit pun melupakan kodratnya sebagai seorang wanita, walaupun dia melakukan kegiatan di luar sana yang juga memberi manfaat untuk orang lain.

Wanita. Ia adalah makhluk yan mampu tersenyum, bahkan saat hatinya menjerit. Ia mampu bernyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Ia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Ia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Ia membawa temannya yang sakit untuk berobat. Cintanya tanpa syarat. Ia menangis saat melihat anaknya menjadi pemenang. Ia girang dan bersorak saat kawannnya tertawa. Ia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi ia selalu mempunyai kekuatan untuk mengatasi hidup.

1461489828549