Kenapa Sih Orang Cenderung Melakukan Foto Berkali-kali Demi Hasil yang Bagus? Ini Penjelasan Ilmiahnya…

Jujur deh, berapa foto yang biasanya kita ambil dalam satu kesempatan sampe akhirnya kita mendapatkan hasil yang kita anggap bagus/sesuai dengan ekspektasi?

Padahal pas ngaca kayaknya udah cantik, tapi kok di foto wajah kita keliatan beda ya? Se-engak fotogenik itukah kita? Well, ternyata ada studi ilmiah lho yang bisa menjelaskannya. Wovger penasaran? Yuk simak!

TERBIASA DENGAN BAYANGAN KITA DI CERMIN

via: thelala.com

Dikutip dari Science of People, alasan utama kenapa kita cederung susah puas dengan foto diri kita sendiri adalah karena kita udah terlalu terbiasa dengan bayangan terbalik kita di cermin.

Faktor inilah yang membuat ketika gambaran tersebut dibalik lagi di saat kita berfoto menggunakan kamera depan – which is sebenernya adalah penampakan wajah kita yang sesungguhnya seperti yang biasa dilihat oleh orang lain – kita jadi merasa ada yang aneh.

Padahal perasaan ini semata-mata disebabkan oleh rasa nggak nggak familier kita melihat diri kita sendiri dari sudut pandang orang lain.

Hal ini juga menjelaskan kenapa ketika kita berpose saat melakukan selfie, kayaknya angle wajah kita udah pas banget. Tapi pas kita liat hasilnya yang menunjukkan gambaran yang terbalik dari apa yang kita liat di preview (yang menunjukkan wajah kita ketika bercermin), wajah yang barusan kita anggap cantik bisa tiba-tiba berubah jadi nggak secantik itu – karena fitur-fitur wajah kita somehow nggak terletak sesuai dengan ekspektasi. Padahal kamera cuma menunjukkan penampakan wajah kita yang sesungguhnya.

Katanya sih fenomena ini disebut sebagai the mere-exposure-effect, di mana ketika kita semakin familier dengan sesuatu, kita juga bakal semakin menyukainya.

Sesimple itu sebenernya alesannya guys! Makanya di kamera smartphone Android biasanya ada pilihan “save picture as previewed/simpan gambar sebagai di pratinjau” karena kita emang bakal merasa lebih oke ketika melihat wajah kita sebagaimana biasanya kita melihatnya di cermin.

NGGAK BISA MELIHAT DAYA TARIK DIRI SENDIRI

via: huffingtonpost.com

Alasan lain kenapa kita cenderung susah puas dengan foto kita sendiri adalah karena banyak di antara kita yang nggak bisa melihat daya tariknya sendiri.

Masih dikutip dari Science of People, sebuah studi di Australia meminta para pesertanya untuk mengumpulkan 12 foto head shot dan memilih foto terbaik di mana mereka terlihat paling attractive (menarik), trustworthy (dapat dipercaya), dominant (dominan), competent (kompeten), dan confident (percaya diri).

Mereka kemudian diminta untuk menilai foto satu sama lain dengan karakteristik yang sama. Lucunya, setelah jawaban seluruh peserta dibandingkan, hampir nggak ada satupun jawaban yang sama antara foto terbaik yang dipilih oleh peserta dan foto terbaik dirinya yang dipilih oleh peserta lain.

Studi ini menunjukkan kalo pendapat orang simply berbeda dan karenanya apa yang kita anggap menarik belum tentu menarik buat orang lain.

Sumber: Gogirl!